{"id":6278,"date":"2020-11-09T16:14:05","date_gmt":"2020-11-09T16:14:05","guid":{"rendered":"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=6278"},"modified":"2020-11-18T17:01:28","modified_gmt":"2020-11-18T17:01:28","slug":"proses-pengurutan-aktivitas-yang-efektif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=6278","title":{"rendered":"Proses Pengurutan Aktivitas yang Efektif"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-justify\">Terdapat beberapa masukan dalam melakukan proses ini berdasarkan standar PMBOK 5<sup>th<\/sup> <em>Edition.<\/em> Komponen beserta definisi atau rincian atau penjelasan singkat serta fungsi utama terkait diberikan pada Tabel di bawah ini :<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"712\" height=\"486\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Inpur-Proses-Pengurutan-Aktivitas.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-6280\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Inpur-Proses-Pengurutan-Aktivitas.jpg 712w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Inpur-Proses-Pengurutan-Aktivitas-300x205.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 712px) 100vw, 712px\" \/><figcaption>Masukan Proses Pengurutan Aktivitas<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Rincian dan penjelasan atas beberapa aset-aset proses organisasi yang dapat mempengaruhi proses pengurutan aktivitas adalah sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n<ul><li><strong><em>File<\/em><\/strong><strong> proyek &#8211; <\/strong>File terkait penjadwalan proyek sebelumnya termasuk <em>lesson learned<\/em>.<\/li><li><strong>Kebijakan, prosedur, dan pedoman &#8211; <\/strong>Seperti metodologi penjadwalan yang dipertimbangkan dalam mengembangkan hubungan yang logis antar aktivitas.<\/li><li><strong><em>Templates<\/em><\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Dalam melakukan proses ini terdapat beberapa alat dan teknik berdasarkan standar PMBOK 5<sup>th<\/sup> <em>Edition<\/em> yang dapat digunakan. Rincian alternatif beserta definisi dan tujuan serta rekomendasi aplikasinya diberikan pada Tabel berikut :<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"714\" height=\"301\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Alat-dan-Teknik-Pengurutan-Aktivitas.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-6281\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Alat-dan-Teknik-Pengurutan-Aktivitas.jpg 714w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Alat-dan-Teknik-Pengurutan-Aktivitas-300x126.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 714px) 100vw, 714px\" \/><figcaption>Alat dan Teknik Proses Pengurutan Aktivitas<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Penjelasan-penjelasan tambahan berikut contoh atas alat dan teknik yang ada pada tabel di atas, disampaikan sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong><em>Precedence Diagramming Method<\/em> (PDM) \u2013 <\/strong>Alat ini mengkategorikan aktivitas-aktivitas sebagai aktivitas pendahulu (<em>predecessor<\/em>) dan aktivitas berikutnya (<em>successor<\/em>) dimana keduanya dihubungkan secara logis atas jenis ketergantungannya. Jenis-jenis hubungan logis dapat dilihat pada artikel xyz<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>Penentuan Ketergantungan &#8211; <\/strong>Ketergantungan terbagi atas empat tipe yang berdasarkan dua kondisi yaitu tingkat keharusan dan sumber ketergantungan yaitu :<\/p>\n\n\n\n<ul type=\"1\"><li><strong>Ketergantungan wajib (<em>Mandatory dependencies<\/em>)<\/strong> &#8211; Ketergantungan wajib dapat karena hukum atau kontrak atau melekat pada sifat pekerjaan. Disebut juga <em>hard logic<\/em>. Contoh pekerjaan pile cap hanya boleh dilakukan jika telah dilakukan test PDA pada pondasi dalam.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong>Ketergantungan diskresioner (<em>discretionary dependencies<\/em>)<\/strong> \u2013 Ketergantungan yang pada dasarnya memiliki beberapa opsi namun digunakan yang merupakan <em>best practice<\/em> atau yang lebih diinginkan. Disebut juga <em>soft logic<\/em>. Contoh pemasangan keramik lantai dilakukan setelah semua pekerjaan plafond dan dinding selesai. Pemasangan keramik dapat lebih dulu sebelum penutup plafond ditutup dimana keramik harus diproteksi<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong>Ketergantungan eksternal<\/strong> &#8211; Ketergantungan dengan kegiatan di luar proyek. Contoh pengujian mesin pembangkit tergantung kondisi kesiapan jaringan listrik di luar proyek.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong>Ketergantungan internal<\/strong> &#8211; Ketergantungan antar aktivitas proyek itu sendiri. Contoh adalah pemasangan kusen setelah bukaan kusen selesai.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong><em>Leads and Lags &#8211; <\/em><\/strong><em>Leads<\/em> adalah sejumlah waktu antara suatu aktivitas dapat lebih dulu kerjakan atas kondisi idealnya. dimana aktivitas penggantinya dapat maju sehubungan dengan kegiatan pendahulunya. <em>Leads<\/em> dilambangkan dengan tanda negatif atas jenis hubungan <em>finish-to-start<\/em> (FS) dengan rumus :<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>FS \u2013 X, <\/strong>dimana X adalah nilai <em>leads<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Contohnya adalah pekerjaan pagar dapat dikerjakan 21 hari sebelum pembangunan rumah selesai (FS \u2013 21 days).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><em>Lags<\/em> adalah sejumlah waktu antara suatu aktivitas dapat mundur dikerjakan dari kondisi idealnya. <em>Lags<\/em> dilambangkan dengan tanda positif atas jenis hubungan <em>start-to-start<\/em> (SS) dengan rumus :<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>SS + X, <\/strong>dimana X adalah nilai <em>lags<\/em>.<strong><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Contohnya adalah pekerjaan pemasangan <em>curtain wall<\/em> dapat dilakukan 30 hari setelah pekerjaan struktur atas gedung bertingkat dimulai (SS + 30 days)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Sebagian besar hubungan antar aktivitas menggunakan leads dan Lags. Teknik ini terutama&nbsp;&nbsp;&nbsp; digunakan pada elemen WBS dengan volume menengah dan besar dimana aktivitas dilakukan <em>overlapping<\/em> untuk tujuan efisiensi waktu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Proses pengurutan aktivitas berdasarkan standar PMBOK 5<sup>th<\/sup> <em>Edition<\/em> akan menghasilkan suatu Diagram jaringan jadwal proyek. Penjelasannya diberikan pada Tabel berikut ini :<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"713\" height=\"240\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Hasil-Proses-Pengurutan-Aktivitas.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-6282\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Hasil-Proses-Pengurutan-Aktivitas.jpg 713w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Hasil-Proses-Pengurutan-Aktivitas-300x101.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 713px) 100vw, 713px\" \/><figcaption>Hasil Proses Pengurutan Aktivitas<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Diagram jaringan jadwal proyek umumnya dibuat dengan menggunakan perangkat lunak manajemen proyek yang dapat dibuat untuk keseluruhan proyek atau tiap hasil pekerjaan utama (<em>major deliverables<\/em>) atau tiap <em>milestone<\/em>. Dimana disebutkan jenis ketergantungan beserta <em>leads<\/em> dan <em>lags<\/em>-nya. Contoh dapat dilihat pada Gambar berikut.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"659\" height=\"262\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Contoh-Diagram-Jaringan-Jadwal-Proyek.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-6283\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Contoh-Diagram-Jaringan-Jadwal-Proyek.jpg 659w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Contoh-Diagram-Jaringan-Jadwal-Proyek-300x119.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 659px) 100vw, 659px\" \/><figcaption>Contoh Diagram Jaringan Jadwal Proyek<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Referensi :&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4045\"><strong>Buku Advanced and Effective Project Management<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><sub><em>Untuk melihat daftar artikel \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=44\">Table of Content<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan konsultasi Project Management \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=3054\">Konsultasi<\/a><\/strong>.<\/em> <em>Daftar karya ada pada \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4873\">Innovation Gallery<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan daftar riset pada \u21d2&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4904\"><strong>Research Gallery<\/strong><\/a><\/em><\/sub><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Terdapat beberapa masukan dalam melakukan proses ini berdasarkan standar PMBOK 5th Edition. Komponen beserta definisi atau rincian atau penjelasan singkat serta fungsi utama terkait diberikan pada Tabel di bawah ini : Rincian dan penjelasan atas beberapa aset-aset proses organisasi yang dapat mempengaruhi proses pengurutan aktivitas adalah sebagai berikut : File proyek &#8211; File terkait penjadwalan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6285,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_s2mail":"yes","spay_email":""},"categories":[50,194,12,570,185],"tags":[976,5578,5574,5576,5573,5567,895,875,5570,5566,892,965,977,5569,5565,5571,964],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Activity-Sequencing.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6278"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6278"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6278\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7087,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6278\/revisions\/7087"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6285"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6278"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6278"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6278"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}