{"id":5837,"date":"2020-11-06T16:23:04","date_gmt":"2020-11-06T16:23:04","guid":{"rendered":"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=5837"},"modified":"2020-11-17T05:38:06","modified_gmt":"2020-11-17T05:38:06","slug":"proses-mengendalikan-keterlibatan-stakeholder-yang-efektif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=5837","title":{"rendered":"Proses Mengendalikan Keterlibatan Stakeholder yang Efektif"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-justify\">Proses mengendalikan keterlibatan stakeholder adalah proses yang mengendalikan keseluruhan hubungan <em>stakeholder<\/em> dan penyesuaian strategi dan rencana untuk melibatkan <em>stakeholder<\/em> yang positif untuk kesuksesan proyek. Terdapat beberapa masukan dalam melakukan proses ini berdasarkan standar PMBOK 5<sup>th<\/sup> <em>Edition<\/em>. Komponen beserta definisi atau rincian atau penjelasan singkat terkait diberikan pada Tabel di bawah ini :<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"634\" height=\"264\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Input-Proses-Mengendalikan-Keterlibatan-Stakeholder.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5838\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Input-Proses-Mengendalikan-Keterlibatan-Stakeholder.jpg 634w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Input-Proses-Mengendalikan-Keterlibatan-Stakeholder-300x125.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 634px) 100vw, 634px\" \/><figcaption>Masukan Proses Mengendalikan Keterlibatan Stakeholder<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Menurut PMBOK 5<sup>th<\/sup> <em>Edition<\/em>, informasi dari rencana manajemen proyek yang digunakan untuk mengendalikan keterlibatan <em>stakeholder <\/em>dapat berupa :<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Siklus hidup yang dipilih untuk proyek dan proses yang akan diterapkan untuk setiap fase.<\/li><li>Metode pelaksanaan proyek.<\/li><li>Pemenuhan sumber daya manusia, termasuk peran dan tanggung jawab, pelaporan hubungan.<\/li><li>Perubahan rencana pengelolaan dokumen tentang bagaimana perubahan akan dipantau dan dikendalikan<\/li><li>Kebutuhan dan teknik untuk komunikasi antara para <em>stakeholder<\/em>.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Dalam melakukan proses ini terdapat beberapa alat dan teknik yang dapat digunakan yang merupakan standar PMBOK 5<sup>th<\/sup> <em>Edition<\/em>. Rincian beserta penjelasannya diberikan pada Tabel di bawah ini :<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"635\" height=\"203\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Alat-dan-Teknik-Proses-Mengendalikan-Keterlibatan-Stakeholder.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5839\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Alat-dan-Teknik-Proses-Mengendalikan-Keterlibatan-Stakeholder.jpg 635w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Alat-dan-Teknik-Proses-Mengendalikan-Keterlibatan-Stakeholder-300x96.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 635px) 100vw, 635px\" \/><figcaption>Alat dan Teknik Proses Mengendalikan Keterlibatan Stakeholder<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Sistem manajemen informasi adalah suatu sistem mengelola berbagai informasi yang ada pada proyek. Dengan sistem ini dapat diketahui apakah informasi dari dan ke <em>stakeholder<\/em> telah sesuai rencana. Dapat ditelusuri pula permasalahan yang terjadi terkait dengan distribusi informasi. Teknik pendapat ahli dan rapat telah dibahas sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Proses ini berdasarkan standar PMBOK 5<sup>th<\/sup> <em>Edition<\/em> akan menghasilkan beberapa keluaran seperti yang disampaikan pada Tabel berikut ini :<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"634\" height=\"490\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Hasil-Proses-Mengendalikan-Keterlibatan-Stakeholder.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5840\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Hasil-Proses-Mengendalikan-Keterlibatan-Stakeholder.jpg 634w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Hasil-Proses-Mengendalikan-Keterlibatan-Stakeholder-300x232.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 634px) 100vw, 634px\" \/><figcaption>Hasil Proses Mengendalikan Keterlibatan Stakeholder<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Elemen dari rencana manajemen proyek dapat diperbarui atas proses pengendalian keterlibatan <em>stakeholder<\/em>, beberapa diantaranya adalah :<\/p>\n\n\n\n<ul><li><strong>Rencana manajemen komunikasi<\/strong> \u2013 Adapun contohnya adalah jika perlu memperbaiki teknik komunikasi pada <em>stakeholder.<\/em><\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong>Rencana manajemen biaya<\/strong><strong> &#8211; <\/strong>Adapun contohnya adalah jika terjadi perubahan dalam rangka pemenuhan ekspektasi <em>stakeholder<\/em> kunci menimbulkan biaya tambahan.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong>Rencana manajemen sumber daya manusia<\/strong> \u2013 Adapun contohnya adalah jika terjadi perubahan yang memerlukan tambahan personil proyek untuk pemenuhannya.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong>Rencana manajemen mutu<\/strong> \u2013 Adapun contohnya adalah jika adanya peningkatan ekspektasi atas kualitas dari <em>stakeholder <\/em>yang mengubah <em>Quality Plan<\/em>.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong>Rencana manajemen risiko<\/strong> \u2013 Adapun contohnya adalah jika permintaan perubahan dari <em>stakeholder<\/em>, menambah risiko yang harus dikelola.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong>Rencana manajemen jadwal<\/strong> \u2013 Adapun contohnya adalah jika permintaan perubahan <em>stakeholder<\/em> akan mengubah jadwal waktu pelaksanaan.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong>Rencana manajemen lingkup<\/strong> \u2013 Adapun contohnya adalah jika ada permintaan dari sponsor untuk menambah beberapa lingkup pekerjaan agar proyek lebih handal dalam operasinya.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong>Rencana manajemen <em>stakeholder<\/em><\/strong> \u2013 Adapun contohnya adalah jika ditemukan bahwa ada <em>stakeholder<\/em> kunci yang berubah karena suatu pergantian dalam organisasi atau perusahaan.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Referensi :&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4045\"><strong>Buku Advanced and Effective Project Management<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><sub><em>Untuk melihat daftar artikel \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=44\">Table of Content<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan konsultasi Project Management \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=3054\">Konsultasi<\/a><\/strong>.<\/em> <em>Daftar karya ada pada \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4873\">Innovation Gallery<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan daftar riset pada \u21d2&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4904\"><strong>Research Gallery<\/strong><\/a><\/em><\/sub><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Proses mengendalikan keterlibatan stakeholder adalah proses yang mengendalikan keseluruhan hubungan stakeholder dan penyesuaian strategi dan rencana untuk melibatkan stakeholder yang positif untuk kesuksesan proyek. Terdapat beberapa masukan dalam melakukan proses ini berdasarkan standar PMBOK 5th Edition. Komponen beserta definisi atau rincian atau penjelasan singkat terkait diberikan pada Tabel di bawah ini : Menurut PMBOK 5th [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5842,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_s2mail":"yes","spay_email":""},"categories":[110,571,194,12,562,570],"tags":[5163,907,692,1384,5160,890,1383,908,5159,849,5155,5162],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Control-Stakeholder-Engagement-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5837"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5837"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5837\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5843,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5837\/revisions\/5843"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5842"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5837"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5837"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5837"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}