{"id":5802,"date":"2020-11-06T02:43:05","date_gmt":"2020-11-06T02:43:05","guid":{"rendered":"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=5802"},"modified":"2020-11-16T23:13:46","modified_gmt":"2020-11-16T23:13:46","slug":"proses-mengelola-keterlibatan-stakeholder-yang-efektif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=5802","title":{"rendered":"Proses Mengelola Keterlibatan Stakeholder yang Efektif"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-justify\">Terdapat beberapa masukan dalam melakukan proses ini berdasarkan standar PMBOK 5<sup>th<\/sup> <em>Edition<\/em>. Komponen beserta penjelasan singkat diberikan pada Tabel di bawah ini :<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"633\" height=\"266\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Input-Mengelola-Keterlibatan-Stakeholder.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5806\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Input-Mengelola-Keterlibatan-Stakeholder.jpg 633w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Input-Mengelola-Keterlibatan-Stakeholder-300x126.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 633px) 100vw, 633px\" \/><figcaption>Masukan Proses Mengelola Keterlibatan Stakeholder<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Informasi yang terdapat dalam rencana manajemen komunikasi proyek dapat berupa beberapa hal, yaitu :<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Daftar <em>stakeholder<\/em> dan masing-masing kebutuhan komunikasinya.<\/li><li>Informasi yang akan disampaikan kepada <em>stakeholder<\/em> termasuk bahasa, konten, dan tingkat detail informasi.<\/li><li>Alasan mendistribusikan informasi.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Sedangkan aset-aset proses yang terdapat dalam organisasi yang dapat mempengaruhi proses ini antara lain adalah :<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Kebutuhan komunikasi organisasi.<\/li><li>Prosedur mengelola isu.<\/li><li>Prosedur pengendalikan perubahan.<\/li><li>Informasi historis atas pelaksanaan proyek sebelumnya.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Dalam melakukan proses ini terdapat beberapa alat dan teknik yang dapat digunakan yang merupakan standar PMBOK 5<sup>th<\/sup> <em>Edition<\/em>. Rincian beserta penjelasannya diberikan pada Tabel di bawah ini :<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"635\" height=\"172\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Alat-dan-Teknik-Proses-Mengelola-Stakeholder.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5808\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Alat-dan-Teknik-Proses-Mengelola-Stakeholder.jpg 635w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Alat-dan-Teknik-Proses-Mengelola-Stakeholder-300x81.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 635px) 100vw, 635px\" \/><figcaption>Alat dan Teknik Mengelola Keterlibatan Stakeholder<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Tiap <em>stakeholder<\/em> membutuhkan metode komunikasi yang belum tentu sama dan mungkin berbeda-beda. Sehingga penting untuk memahami kebutuhan komunikasi mereka baik secara individual maupun kelompok untuk dapat ditentukan metode komunikasi yang tepat tiap <em>stakeholder<\/em>. Metode komunikasi terdapat dalam rencana komunikasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Pada banyak penelitian atas kegagalan proyek, komunikasi merupakan yang paling sering menempati posisi teratas sebagai penyebab utama. <em>Project manager<\/em> yang baik harusnya adalah seorang komunikator yang handal yang mampu menggunakan berbagai metode komunikasi secara efektif. Gambar berikut adalah salah satu hasil penelitian yang membuktikan komunikasi sebagai penyebab utama kegagalan proyek.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"537\" height=\"467\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Major-Causes-of-Project-Failure.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5809\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Major-Causes-of-Project-Failure.jpg 537w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Major-Causes-of-Project-Failure-300x261.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 537px) 100vw, 537px\" \/><figcaption>Penyebab Utama Kegagalan Proyek<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Terdapat beberapa tipe dan metode komunikasi yang dapat digunakan sesuai kebutuhan dan situasi proyek atau <em>stakeholder<\/em>. Tabel &#8211; tabel berikut menjelaskan beberapa tipe dan metode komunikasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"659\" height=\"98\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Tipe-Komunikasi-dan-Kegunaan.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5811\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Tipe-Komunikasi-dan-Kegunaan.jpg 659w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Tipe-Komunikasi-dan-Kegunaan-300x45.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 659px) 100vw, 659px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"660\" height=\"86\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Metode-Komunikasi-dan-Contoh.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5812\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Metode-Komunikasi-dan-Contoh.jpg 660w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Metode-Komunikasi-dan-Contoh-300x39.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 660px) 100vw, 660px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Dalam memilih media komunikasi, perlu memperhatikan beberapa hal. Diantaranya adalah kondisi proyek, kondisi <em>stakeholder<\/em>, tujuan komunikasi, dan lainnya. Tabel berikut dapat dijadikan referensi dalam menentukan media komunikasi pada <em>stakeholder<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"636\" height=\"672\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Rekomendasi-Media-Komunikasi-Stakeholder.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5813\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Rekomendasi-Media-Komunikasi-Stakeholder.jpg 636w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Rekomendasi-Media-Komunikasi-Stakeholder-284x300.jpg 284w\" sizes=\"(max-width: 636px) 100vw, 636px\" \/><figcaption>Rekomendasi Pemilihan Media Komunikasi (Galati, Tess \u2013 2001)<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Dalam mengelola <em>stakeholder<\/em> diperlukan kemampuan interpersonal dari para <em>project manager<\/em>. Kemampuan interpersonal adalah komunikasi antar komunikator dengan komunikan dimana komunikasi jenis ini dianggap paling efektif dalam upaya mengubah sikap, pendapat atau perilaku seseorang, karena sifatnya yang dialogis berupa percakapan. Arus balik bersifat langsung, komunikator mengetahui tanggapan komunikan ketika itu juga. Pada saat komunikasi dilancarkan, komunikator mengetahui secara pasti apakah komunikasinya positif atau negatif, berhasil atau tidaknya dan jika ia dapat memberikan kesempatan pada komunikan untuk bertanya seluas-luasnya (Sunarto, 2003). Kemampuan interpersonal yang dianggap paling berpengaruh dalam proses ini adalah :<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Membangun kepercayaan (<em>building trust<\/em>),<\/li><li>Menyelesaikan konflik (<em>resolving conflict<\/em>),<\/li><li>Mendengarkan secara aktif (<em>active listening<\/em>),<\/li><li>Mengatasi hambatan untuk perubahan (<em>overcome resistance to change<\/em>).<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Keahlian manajemen dapat berupa memfasilitasi konsensus terhadap tujuan proyek, mempengaruhi orang untuk mendukung proyek, menegosiasikan kesepakatan untuk memenuhi kebutuhan proyek, dan memodifikasi perilaku organisasi untuk menerima hasil proyek.<\/p>\n\n\n\n<p>Proses ini berdasarkan standar PMBOK 5<sup>th<\/sup> <em>Edition<\/em> akan menghasilkan beberapa keluaran seperti yang disampaikan pada Tabel 6.21 berikut ini :<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"635\" height=\"418\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Hasil-Proses-Mengelola-Keterlibatan-Stakeholder.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5814\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Hasil-Proses-Mengelola-Keterlibatan-Stakeholder.jpg 635w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Hasil-Proses-Mengelola-Keterlibatan-Stakeholder-300x197.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 635px) 100vw, 635px\" \/><figcaption>Hasil Proses Mengelola Keterlibatan Stakeholder<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Menurut PMBOK 5<sup>th<\/sup> <em>Edition<\/em>, aset-aset proses organisasi yang dapat mempengaruhi proses ini antara lain adalah :<\/p>\n\n\n\n<ul><li><strong>Notifikasi <em>stakeholder<\/em><\/strong> \u2013 Informasi yang dapat diberikan pada <em>stakeholder <\/em>tentang isu yang telah selesai, perubahan yang telah disetujui, dan status proyek secara umum.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong>Laporan proyek <\/strong>\u2013 Laporan proyek formal maupun informal yang menjelaskan status proyek dan termasuk <em>lesson learned<\/em>, <em>issue logs<\/em>, laporan penutupan proyek, dan keluaran dari area pengetahuan yang lain.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong>Presentasi proyek <\/strong>\u2013 Informasi secara formal maupun informal yang disediakan oleh tim proyek untuk <em>stakeholder<\/em>.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong>Catatan proyek <\/strong>\u2013 Termasuk korespondensi, memo, catatan rapat, dan dokumen lain yang menjelaskan proyek.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong>Umpan balik dari <em>stakeholder<\/em> <\/strong>\u2013 Informasi yang diterima dari <em>stakeholder<\/em> untuk perbaikan kinerja proyek selanjutnya.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong>Dokumentasi <em>lesson learned<\/em> <\/strong>\u2013 Dokumentasi termasuk analisis akar masalah atas isu yang dihadapi, alasan atas tindakan korektif yang dipilih, dan lainnya terkait pengelolaan <em>stakeholder<\/em>.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Referensi :&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4045\"><strong>Buku Advanced and Effective Project Management<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><sub><em>Untuk melihat daftar artikel \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=44\">Table of Content<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan konsultasi Project Management \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=3054\">Konsultasi<\/a><\/strong>.<\/em> <em>Daftar karya ada pada \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4873\">Innovation Gallery<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan daftar riset pada \u21d2&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4904\"><strong>Research Gallery<\/strong><\/a><\/em><\/sub><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Terdapat beberapa masukan dalam melakukan proses ini berdasarkan standar PMBOK 5th Edition. Komponen beserta penjelasan singkat diberikan pada Tabel di bawah ini : Informasi yang terdapat dalam rencana manajemen komunikasi proyek dapat berupa beberapa hal, yaitu : Daftar stakeholder dan masing-masing kebutuhan komunikasinya. Informasi yang akan disampaikan kepada stakeholder termasuk bahasa, konten, dan tingkat detail [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5817,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_s2mail":"yes","spay_email":""},"categories":[110,571,194,12,562,570],"tags":[5133,5136,5135,5139,904,5131,905,5137,2085,906,890,5138,5112,849],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Stakeholder-Engagement.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5802"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5802"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5802\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5818,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5802\/revisions\/5818"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5817"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5802"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5802"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5802"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}