{"id":5785,"date":"2020-11-05T23:25:42","date_gmt":"2020-11-05T23:25:42","guid":{"rendered":"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=5785"},"modified":"2020-11-16T23:05:32","modified_gmt":"2020-11-16T23:05:32","slug":"rekomendasi-kegiatan-proses-perencanaan-pengelolaan-stakeholder","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=5785","title":{"rendered":"Rekomendasi Kegiatan Proses Perencanaan Pengelolaan Stakeholder"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-justify\">Menurut PMBOK 5<sup>th<\/sup>&nbsp;<em>Edition<\/em>, proses perencanaan pengelolaan stakeholder adalah proses yang mengembangkan strategi manajerial yang paling sesuai dalam melibatkan&nbsp;<em>stakeholder<\/em>&nbsp;sepanjang siklus hidup proyek secara efektif yang berdasarkan hasil analisa atas kebutuhan, kepentingan, dan dampak potensial mereka atas kesuksesan proyek. Proses ini akan memberi manfaat utama berupa memberikan arah atau strategi yang jelas kepada&nbsp;<em>project manager<\/em>&nbsp;untuk berinteraksi secara efektif dan efisien kepada para&nbsp;<em>stakeholder<\/em>&nbsp;dalam rangka mencapai tujuan dan kesuksesan proyek.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Proses merencanakan manajemen <em>stakeholder<\/em> tersebut direkomendasikan untuk dirinci menjadi beberapa kegiatan untuk memudahkan dalam pelaksanaan proses ini. Adapun rekomendasi rincian kegiatan tersebut ditunjukkan pada Tabel di bawah ini :<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Rekomendasi-Kegiatan-Proses-Merencanakan-Stakeholder.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5786\" width=\"589\" height=\"707\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Rekomendasi-Kegiatan-Proses-Merencanakan-Stakeholder.jpg 636w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Rekomendasi-Kegiatan-Proses-Merencanakan-Stakeholder-250x300.jpg 250w\" sizes=\"(max-width: 589px) 100vw, 589px\" \/><figcaption>Rekomendasi Kegiatan Proses Merencanakan Pengelolaan Stakeholder<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Rekomendasi kegiatan proses perencanaan pengeloalan stakeholder ini telah diimplementasikan dalam pelaksanaan proyek dan telah memberi hasil yang positif. Adapun penjelasan kegiatan-kegiatan yang merupakan rincian proses merencanakan manajemen <em>stakeholder<\/em> adalah sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">1. <strong>Melakukan analisis <em>gap<\/em> posisi <em>stakeholder<\/em> \u2013 <\/strong>Merupakan kegiatan yang menilai dan memetakan posisi seluruh <em>stakeholder<\/em> saat ini yang membandingkannya dengan posisi yang seharusnya. Kegiatan ini akan efektif jika fokus pada perbedaan atau <em>gap<\/em> yang terjadi pada <em>key stakeholder<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">2. <strong>Menentukan strategi \u2013 <\/strong>Setelah perbedaan posisi <em>stakeholder<\/em> teridentifikasi, <em>project manager<\/em> harus mendiskusikan dan menentukan strategi yang efektif dalam mengubah posisi <em>stakeholder<\/em> yang berbeda tersebut. Terdapat empat formulasi strategi pengelolaan <em>stakeholder<\/em> yang dapat dipertimbangkan (Lim, Ahn &amp; Lee, 2005), yaitu :<\/p>\n\n\n\n<ul><li><strong><em>Reactive &#8211; <\/em><\/strong>Strategi dengan sikap mengabaikan tanggung jawab. Tindakan pada <em>stakeholder<\/em> dapat berupa mengerjakan lebih sedikit dari yang diminta dan tidak mendukung atau melibatkan karyawan dan <em>top manager<\/em>.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong><em>Defensive &#8211; <\/em><\/strong>Strategi dengan sikap menerima tanggung jawab namun berusaha menolaknya. Tindakan pada <em>stakeholder<\/em> dapat berupa mengerjakan sesedikit mungkin yang diminta dan keterlibatan yang sedikit atas karyawan dan <em>top manager<\/em>.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong><em>Accomodative &#8211; <\/em><\/strong>Strategi dengan sikap yang menerima tanggung jawab. Tindakan pada <em>stakeholder<\/em> dapat berupa mengerjakan semua persyaratan yang diminta, dan beberapa keterlibatan atas karyawan dan <em>top manager<\/em>.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong><em>Proactive<\/em><\/strong><strong> &#8211; <\/strong>Strategi dengan sikap mengantisipasi tanggung jawab. Tindakan pada <em>stakeholder <\/em>dapat berupa melakukan lebih dari yang disyaratkan atau diminta, dan banyak melibatkan karyawan dan <em>top manager<\/em>.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">3. <strong>Menentukan rencana mitigasi \u2013 <\/strong>Selanjutnya adalah membuat rencana mitigasi atas risiko yang mungkin dapat ditimbulkan oleh <em>stakeholder<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">4. <strong>Menganalisis kebutuhan komunikasi <em>stakeholder \u2013 <\/em><\/strong>Merupakan kegiatan yang mengidentifikasi kebutuhan informasi semua <em>stakeholder<\/em> dan metode komunikasi yang sesuai dengan strategi mengatasi perbedaan posisi semua <em>stakeholder<\/em>. Kegiatan ini juga termasuk menentukan petugas yang tepat dan waktu atau frekuensi komunikasi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">5. <strong>Membuat rencana manajemen <em>stakeholder \u2013 <\/em><\/strong>Merupakan langkah yang terakhir dimana semua hasil kegiatan dirangkum dan diolah menjadi rencana manajemen <em>stakeholder<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Adapun sebagai contoh atas rencana manajemen <em>stakeholder, <\/em>&nbsp;berikut ini diberikan suatu <em>resume<\/em> rencana manajemen <em>stakeholder<\/em> proyek pada Tabel di bawah ini :<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"639\" height=\"182\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Contoh-Rencana-Manajemen-Stakeholder.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5787\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Contoh-Rencana-Manajemen-Stakeholder.jpg 639w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Contoh-Rencana-Manajemen-Stakeholder-300x85.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 639px) 100vw, 639px\" \/><figcaption>Contoh Rencana Pengelolaan Stakeholder<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Referensi :&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4045\"><strong>Buku Advanced and Effective Project Management<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><sub><em>Untuk melihat daftar artikel \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=44\">Table of Content<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan konsultasi Project Management \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=3054\">Konsultasi<\/a><\/strong>.<\/em> <em>Daftar karya ada pada \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4873\">Innovation Gallery<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan daftar riset pada \u21d2&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4904\"><strong>Research Gallery<\/strong><\/a><\/em><\/sub><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rekomendasi kegiatan proses perencanaan pengeloalan stakeholder ini telah diimplementasikan dalam pelaksanaan proyek dan telah memberi hasil yang positif. <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5722,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_s2mail":"yes","spay_email":""},"categories":[110,571,194,12,562,570],"tags":[5122,5126,5123,5120,5127,5125,5124,890,902,901,5121,849],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Stakeholder-Management-Strategy.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5785"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5785"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5785\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7050,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5785\/revisions\/7050"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5722"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5785"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5785"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5785"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}