{"id":5775,"date":"2020-11-05T11:54:32","date_gmt":"2020-11-05T11:54:32","guid":{"rendered":"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=5775"},"modified":"2020-11-16T23:01:20","modified_gmt":"2020-11-16T23:01:20","slug":"proses-perencanaan-pengelolaan-stakeholder-yang-efektif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=5775","title":{"rendered":"Proses Perencanaan Pengelolaan Stakeholder yang Efektif"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-justify\">Proses perencanaan pengelolaan stakeholder (Stakeholder Management Plan) merupakan proses lanjutan dari proses identifikasi stakeholder. Dasar-dasar atas proses ini dapat dibaca pada artikel &#8220;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=5768\">Dasar-dasar  Perencanaan Pengelolaan Stakeholder<\/a>&#8220;. Proses ini bermanfaat untuk memberikan arah atau strategi yang jelas kepada <em>project manager<\/em> untuk berinteraksi secara efektif dan efisien kepada para <em>stakeholder<\/em> dalam rangka mencapai tujuan dan kesuksesan proyek.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Terdapat beberapa masukan dalam melakukan proses ini berdasarkan standar PMBOK 5<sup>th<\/sup> <em>Edition<\/em>. Komponen beserta definisi atau rincian atau penjelasan terkait diberikan pada Tabel di bawah ini :<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"633\" height=\"261\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Input-Proses-Perencanaan-Pengelolaan-Stakeholder.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5777\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Input-Proses-Perencanaan-Pengelolaan-Stakeholder.jpg 633w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Input-Proses-Perencanaan-Pengelolaan-Stakeholder-300x124.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 633px) 100vw, 633px\" \/><figcaption>Masukan Proses Merencanakan Manajemen Stakeholder<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Rincian rencana manajemen proyek yang dapat mempengaruhi rencana manajemen <em>stakeholder<\/em> menurut PMBOK 5<sup>th<\/sup> <em>Edition<\/em> adalah sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Proses-proses yang dilaksanakan pada tiap fase proyek.<\/li><li>Metode pelaksanaan proyek.<\/li><li>Strategi bagaimana memenuhi persyaratan SDM dan bagaimana membuat peran dan tanggung jawab, hubungan pelaporan, dan pengelolaan staf proyek akan dilakukan dan distrukturkan.<\/li><li>Rencana pengelolaan perubahan yang akan mendokumentasikan bagaimana memantau dan mengendalikan perubahan-perubahan di proyek.<\/li><li>Kebutuhan dan teknik dalam berkomunikasi pada para <em>stakeholder<\/em>.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Dalam melakukan proses ini terdapat beberapa alat dan teknik yang dapat digunakan yang merupakan standar PMBOK 5<sup>th<\/sup> <em>Edition<\/em>. Rincian dan penjelasan diberikan pada Tabel di bawah ini :<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"635\" height=\"227\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Alat-dan-Teknik-Proses-Perencanaan-Pengelolaan-Stakeholder.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5778\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Alat-dan-Teknik-Proses-Perencanaan-Pengelolaan-Stakeholder.jpg 635w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Alat-dan-Teknik-Proses-Perencanaan-Pengelolaan-Stakeholder-300x107.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 635px) 100vw, 635px\" \/><figcaption>Alat dan Teknik Proses Merencanakan Manajemen Stakeholder<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Alat dan teknik pendapat ahli dan rapat dalam manajemen <em>stakeholder<\/em> secara umum telah dijelaskan sebelumnya. Untuk teknik-teknik analitis, PMBOK 5<sup>th<\/sup> <em>Edition<\/em> memberikan contoh analisis perbedaan (<em>gap analysis<\/em>) atas tingkat keterlibatan<em> Stakeholder<\/em> saat ini secara aktual terhadap yang seharusnya dalam rangka mencapai tujuan proyek yang ditunjukkan pada Tabel 6.12. Dengan teridentifikasinya <em>gap<\/em>, maka akan dapat dilakukan rencana atau strategi khusus untuk mengatasi <em>gap<\/em> tersebut.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"634\" height=\"240\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Contoh-Gap-Analysis-tingkat-Keterlibatan-Stakeholder-1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5780\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Contoh-Gap-Analysis-tingkat-Keterlibatan-Stakeholder-1.jpg 634w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Contoh-Gap-Analysis-tingkat-Keterlibatan-Stakeholder-1-300x114.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 634px) 100vw, 634px\" \/><figcaption>Contoh Gap Analysis Tingkat Keterlibatan Stakeholder Aktual dan Yang Diinginkan<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Pada tabel di atas, terlihat <em>stakeholder <\/em>#1 saat ini dalam kondisi yang netral. Namun berdasarkan analisis dalam rangka mencapai kesuksesan proyek, <em>stakeholder<\/em> #1 harus dalam posisi yang mendukung. Strategi mengubah posisi <em>stakeholder<\/em> tersebut harus direncanakan oleh <em>project manager<\/em> dan tim proyek termasuk <em>stakeholder<\/em> lainnya. Kumpulan strategi yang mengubah posisi semua <em>stakeholder<\/em> saat ini untuk menjadi yang seharusnya dirangkum menjadi bagian utama dari rencana manajemen <em>stakeholder<\/em> proyek.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Hasil proses ini yang penting adalah rencana manajemen <em>stakeholder<\/em> yang merupakan bagian dari rencana manajemen proyek yang sangat penting bagi <em>project manager<\/em> dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan para <em>stakeholder<\/em>. Beberapa informasi penting dalam rencana manajemen <em>stakeholder<\/em>, yaitu :<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Perbedaan tingkat keterlibatan <em>stakeholder<\/em> kunci antara aktual saat ini dan yang seharusnya.<\/li><li>Lingkup dan dampak perubahan pada <em>stakeholder.<\/em><\/li><li>Identifikasi keterkaitan dan potensi <em>overlap<\/em> antar <em>stakeholder.<\/em><\/li><li>Strategi mengelola, berinteraksi atau berkomunikasi dengan <em>stakeholder<\/em>.<\/li><li>Rencana mitigasi atas risiko yang dapat ditimbulkan oleh <em>stakeholder.<\/em><\/li><li>Kebutuhan komunikasi <em>stakeholder.<\/em><\/li><li>Data informasi yang harus didistribusikan pada <em>stakeholder<\/em> termasuk alasan pendistribusian.<\/li><li>Jangka waktu dan frekuensi distribusi informasi kepada para <em>stakeholder.<\/em><\/li><li>Metode pembaruan rencana manajemen <em>stakeholder.<\/em><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Referensi :&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4045\"><strong>Buku Advanced and Effective Project Management<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><sub><em>Untuk melihat daftar artikel \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=44\">Table of Content<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan konsultasi Project Management \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=3054\">Konsultasi<\/a><\/strong>.<\/em> <em>Daftar karya ada pada \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4873\">Innovation Gallery<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan daftar riset pada \u21d2&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4904\"><strong>Research Gallery<\/strong><\/a><\/em><\/sub><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hasil proses ini yang penting adalah rencana manajemen stakeholder yang merupakan bagian dari rencana manajemen proyek yang sangat penting bagi project manager dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan para stakeholder. <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5782,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_s2mail":"yes","spay_email":""},"categories":[110,571,194,12,562,570],"tags":[5116,5119,5117,890,902,901,5115,5112,900,849,5118],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Plan-Stakeholder-Management-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5775"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5775"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5775\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5783,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5775\/revisions\/5783"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5782"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5775"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5775"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5775"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}