{"id":5743,"date":"2020-11-05T03:05:56","date_gmt":"2020-11-05T03:05:56","guid":{"rendered":"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=5743"},"modified":"2020-11-05T03:19:38","modified_gmt":"2020-11-05T03:19:38","slug":"proses-identifikasi-stakeholder-yang-efektif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=5743","title":{"rendered":"Proses Identifikasi Stakeholder yang Efektif"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam melakukan proses ini terdapat beberapa alat dan teknik yang dapat digunakan yang merupakan standar PMBOK 5<sup>th<\/sup> <em>Edition<\/em>. Rincian alternatif dan penjelasannya diberikan pada Tabel di bawah ini :<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"636\" height=\"228\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Alat-dan-Teknik-Identifikasi-Stakeholder.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5750\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Alat-dan-Teknik-Identifikasi-Stakeholder.jpg 636w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Alat-dan-Teknik-Identifikasi-Stakeholder-300x108.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 636px) 100vw, 636px\" \/><figcaption>Alat dan Teknik Identifikasi Stakeholder<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Dalam analisis <em>stakeholder<\/em> dilakukan pula identifikasi kepentingan, harapan, dan pengaruh <em>stakeholder<\/em> dan hubungan mereka terhadap tujuan proyek. PMBOK 5<sup>th<\/sup> <em>Edition<\/em> memberikan teknik analisis <em>stakeholder <\/em>dengan langkah-langkah sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n<ul><li><strong>Identifikasi <em>stakeholder<\/em> proyek<\/strong><strong> &#8211; <\/strong>Termasuk informasi penting terkait seperti peran, departemen, kepentingan, pengetahuan, harapan, dan tingkat pengaruh. <em>Stakeholder<\/em> utama umumnya adalah sponsor, manajer proyek, dan pelanggan utama. <em>S<\/em><em>takeholder<\/em> lainnya diidentifikasi dengan cara wawancara dengan <em>stakeholder<\/em> yang telah diidentifikasi atau cara lain sehingga semua <em>stakeholder<\/em> dapat diidentifikasikan.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong>Analisis dampak atau <\/strong><strong>dukungan atas<\/strong><strong> <\/strong><strong><em>stakeholder<\/em><\/strong> &#8211; Untuk dianalisa dalam menentukan strategi melakukan pendekatan pada <em>stakeholder<\/em>. Perlu diprioritaskan secara khusus untuk <em>stakeholder<\/em> yang berbentuk komunitas besar, karena dampaknya yang besar yang memerlukan usaha yang tidak sedikit yang harus ditentukan agar efektif dan efisien.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong>Menilai bagaimana para <em>stakeholder <\/em>kunci cenderung bereaksi atau merespon berbagai situasi<\/strong> &#8211; Untuk merencanakan bagaimana cara mempengaruhi mereka agar meningkatkan dukungan mereka dan mengurangi potensi dampak negatif.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Terdapat beberapa model klasifikasi yang dapat digunakan untuk analisis <em>stakeholder<\/em>, seperti yang terdapat pada PMBOK 5<sup>th<\/sup> <em>Edition<\/em> sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n<ul><li><strong>Grid kekuatan\/kepentingan<\/strong><strong> (<em>power\/interest<\/em>) &#8211; <\/strong>Pengelompokan <em>stakeholder<\/em> berdasarkan tingkat otoritas dan tingkat kepentingannya terhadap hasil proyek,<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong>Grid kekuatan<\/strong><strong>\/<\/strong><strong>pengaruh<\/strong><strong> (<em>power\/influence<\/em>) &#8211; <\/strong>Pengelompokan <em>stakeholder<\/em><em> <\/em>berdasarkan tingkat otoritas dan tingkat pengaruhnya pada proyek,<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong>Grid pengaruh\/dampak<\/strong><strong> (<em>influence\/impact<\/em>) &#8211; <\/strong>Pengelompokan <em>stakeholder<\/em> berdasarkan tingkat pengaruh pada proyek dan dampaknya pada perencanaan dan pelaksanaan proyek,<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong>Grid model ciri<\/strong><strong> khas (<em>salience model<\/em>)<\/strong><strong> &#8211; <\/strong>Menggambarkan kelas <em>stakeholder<\/em> berdasarkan kekuatan mereka (kemampuan untuk memaksakan keinginan mereka), urgensi (perlu segera mendapatkan perhatian), dan legitimasi (keterlibatan mereka yang tepat).<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Penjelasan dan contoh mengenai pengelompokan <em>stakeholder<\/em> dapat dilihat pada Gambar di bawah ini :<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"417\" height=\"372\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Pengelompokan-Stakeholder.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5746\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Pengelompokan-Stakeholder.jpg 417w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Pengelompokan-Stakeholder-300x268.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 417px) 100vw, 417px\" \/><figcaption>Contoh Pengelompokan dan Strategi Mengelola Stakeholder atas Power\/Interest<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Pengelompokan yang lebih lengkap akan memberikan informasi yang lebih lengkap dalam pengambilan keputusan atas strategi yang efektif dan efisien dalam pengelolaan <em>stakeholder<\/em>. &nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Dalam proses pengelompokan <em>stakeholder<\/em> dan penentuan strategi dapat menggunakan teknik pendapat ahli terutama yang pernah berinteraksi dengan <em>stakeholder<\/em> terkait. <em>Project manager<\/em> harus menggunakan ahli yang diyakini kemampuan dan pengalamannya dalam menilai <em>stakeholder<\/em> dan memberikan saran mengenai strategi yang tepat terutama atas pengalaman ahli tersebut. Rekomendasi ahli berdasarkan PMBOK 5<sup>th<\/sup> <em>Edition<\/em> adalah sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Manajemen senior.<\/li><li>Anggota unit lain dalam organisasi (yang memiliki kemampuan dan pengalaman terkait).<\/li><li><em>Stakeholder<\/em> inti yang telah teridentifikasi terutama yang terdapat dalam <em>project charter<\/em>.<\/li><li><em>Project manager<\/em> lain yang telah berpengalaman menangani <em>stakeholder<\/em> terkait pada proyek sebelumnya yang dapat memberikan <em>lesson learned<\/em> penting.<\/li><li>Ahli terkait kekhususan proyek yang dikerjakan.<\/li><li>Konsultan.<\/li><li>Asosiasi teknis dan profesional, badan regulasi, dan organisasi non-pemerintah yang terkait.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Teknik rapat dapat menjadi opsi penting terkait untuk lebih memahami <em>stakeholder<\/em> utama proyek terutama terkait dalam analisis penilaian atas peran, kepentingan, pengetahuan, dan informasi penting lainnya untuk pengelolaan <em>stakeholder<\/em>. Pendapat peserta rapat dapat menyempurnakan proses identifikasi, penilaian, dan rencana strategi atau mitigasi terkait pengelolaan <em>stakeholder<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Keluaran Proses<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Hasil pada proses ini adalah suatu daftar <em>stakeholder<\/em> yang berisi beberapa informasi penting terkait identifikasi <em>stakeholder<\/em>, yaitu :<\/p>\n\n\n\n<ul><li><strong>Informasi identifikasi &#8211; <\/strong>Berupa nama, posisi dalam organisasi, peran dalam proyek, dan informasi kontak.<\/li><li><strong>Informasi hasil penilaian &#8211; <\/strong>Berupa kebutuhan utama, ekspektasi utama, pengaruh potensial dalam proyek, kepentingan utama, dan lain-lain sesuai kebutuhan.<\/li><li><strong>Pengelompokan <em>stakeholder &#8211; <\/em><\/strong>Berupa internal atau eksternal, pendukung atau netral atau penghambat, dan lain-lain sesuai kebutuhan.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Berbagai alat dan teknik pada proses identifikasi stakeholder di atas harus dipilih dengan menilai mana yang paling efektif dan efisien untuk dilakukan oleh Tim Proyek \/ Project Manager. <\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Referensi :&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4045\"><strong>Buku Advanced and Effective Project Management<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><sub><em>Untuk melihat daftar artikel \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=44\">Table of Content<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan konsultasi Project Management \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=3054\">Konsultasi<\/a><\/strong>.<\/em> <em>Daftar karya ada pada \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4873\">Innovation Gallery<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan daftar riset pada \u21d2&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4904\"><strong>Research Gallery<\/strong><\/a><\/em><\/sub><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam melakukan proses ini terdapat beberapa alat dan teknik yang dapat digunakan yang merupakan standar PMBOK 5th Edition. Rincian alternatif dan penjelasannya diberikan pada Tabel di bawah ini : Dalam analisis stakeholder dilakukan pula identifikasi kepentingan, harapan, dan pengaruh stakeholder dan hubungan mereka terhadap tujuan proyek. PMBOK 5th Edition memberikan teknik analisis stakeholder dengan langkah-langkah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5744,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_s2mail":"yes","spay_email":""},"categories":[110,194,12,562,570],"tags":[898,897,895,890,690,896,849],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/StakeholderIdentification.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5743"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5743"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5743\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5751,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5743\/revisions\/5751"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5744"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5743"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5743"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5743"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}