{"id":5735,"date":"2020-11-05T02:07:04","date_gmt":"2020-11-05T02:07:04","guid":{"rendered":"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=5735"},"modified":"2020-11-16T22:23:00","modified_gmt":"2020-11-16T22:23:00","slug":"informasi-penting-dalam-identifikasi-stakeholder","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=5735","title":{"rendered":"Informasi Penting Dalam Identifikasi Stakeholder"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-justify\">Terdapat beberapa masukan dalam melakukan proses ini berdasarkan standar PMBOK 5<sup>th<\/sup> <em>Edition<\/em>. Komponen beserta definisi atau rincian atau penjelasan singkat terkait diberikan pada Tabel di bawah ini :<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"638\" height=\"326\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Input-Proses-Identifikasi-Stakeholder.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5736\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Input-Proses-Identifikasi-Stakeholder.jpg 638w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Input-Proses-Identifikasi-Stakeholder-300x153.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 638px) 100vw, 638px\" \/><figcaption>3 Masukan Proses Identifikasi Stakeholder<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><em>Project charter<\/em> adalah istilah umum bagi pemilik yang merupakan suatu dokumen yang secara resmi memberikan otorisasi pengelolaan proyek kepada <em>project manager<\/em> (dari <em>pemilik<\/em>) untuk menggunakan sumber daya organisasi (<em>pemilik<\/em>) yang diperlukan dalam melaksanakan aktivitas proyek. Bagi kontraktor, istilah ini hampir sama dengan Surat Perintah Kerja (SPK) dan kontrak. Adapun <em>template project charter<\/em> direkomendasikan berisi hal-hal sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Peluang dan deskripsi proyek,<\/li><li>Tujuan dan obyektif penyelenggaraan proyek,<\/li><li>Lingkup dan di luar lingkup,<\/li><li>Hasil pekerjaan,<\/li><li>Hambatan dan asumsi,<\/li><li>Anggota tim inti dan daftar <em>stakeholder<\/em>,<\/li><li>Target waktu dan biaya,<\/li><li>Persetujuan atau pengesahan <em>project charter<\/em> beserta tanggalnya.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Dokumen pengadaan adalah segala dokumen perjanjian dengan pihak ketiga yang dapat berupa <em>Memorandum of Understanding<\/em> (MoU), dokumen Surat Perintah Kerja (SPK) atau <em>Purchase Order<\/em> (PO), serta dokumen penawaran harga untuk paket pekerjaan tertentu yang telah ada. Pihak ketiga dianggap sebagai <em>key stakeholder<\/em> dalam pelaksanaan proyek karena berperan penting bagi kesuksesan proyek.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Rincian beberapa faktor lingkungan pada Tabel di atas akan memberikan informasi mengenai sejumlah <em>stakeholder<\/em> yang berpotensi akan menjadi <em>stakeholder<\/em> proyek yang harus dikelola. Sedangkan pada aset-aset proses organisasi yang penting adalah <em>template<\/em> daftar <em>stakeholder<\/em> dan <em>lesson learned<\/em> terkait pengelolaan <em>stakeholder<\/em> pada pelaksanaan proyek sebelumnya. Adapun <em>template daftar stakeholder<\/em> direkomendasikan berisi hal-hal sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Nama atau organisasi <em>stakeholder.<\/em><\/li><li>Peran atau jabatan di organisasi atau organisasi proyek.<\/li><li>Informasi kontak dan lokasi.<\/li><li>Kategori (internal atau eksternal, <em>supporter<\/em> atau <em>resistor<\/em>, netral atau lainnya).<\/li><li>Persyaratan dan ekspektasi utama.<\/li><li>Pengelompokan atas tingkat kepentingan, tingkat pengaruh, tingkat otorisasi, tingkat keterlibatan.<\/li><li>dan lainnya sesuai kebutuhan proyek.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"642\" height=\"370\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Template-Daftar-Stakeholder.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5737\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Template-Daftar-Stakeholder.jpg 642w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Template-Daftar-Stakeholder-300x173.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 642px) 100vw, 642px\" \/><figcaption>Contoh Format Template Daftar Stakeholder<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Tabel di atas adalah contoh <em>template<\/em> atas daftar <em>stakeholder<\/em> yang dapat digunakan sebagai referensi dalam melakukan proses identifikasi <em>stakeholder<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Referensi :&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4045\"><strong>Buku Advanced and Effective Project Management<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><sub><em>Untuk melihat daftar artikel \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=44\">Table of Content<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan konsultasi Project Management \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=3054\">Konsultasi<\/a><\/strong>.<\/em> <em>Daftar karya ada pada \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4873\">Innovation Gallery<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan daftar riset pada \u21d2&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4904\"><strong>Research Gallery<\/strong><\/a><\/em><\/sub><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Terdapat beberapa masukan dalam melakukan proses ini berdasarkan standar PMBOK 5th Edition. Komponen beserta definisi atau rincian atau penjelasan singkat terkait diberikan pada Tabel di bawah ini : Project charter adalah istilah umum bagi pemilik yang merupakan suatu dokumen yang secara resmi memberikan otorisasi pengelolaan proyek kepada project manager (dari pemilik) untuk menggunakan sumber daya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5740,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_s2mail":"yes","spay_email":""},"categories":[110,194,12,562,570],"tags":[1389,5095,4886,897,895,692,5094,690,896,849,5096],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Stakeholder-Identification.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5735"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5735"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5735\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5739,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5735\/revisions\/5739"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5740"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5735"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5735"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5735"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}