{"id":5727,"date":"2020-11-05T00:54:39","date_gmt":"2020-11-05T00:54:39","guid":{"rendered":"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=5727"},"modified":"2020-11-16T22:20:39","modified_gmt":"2020-11-16T22:20:39","slug":"dasar-dasar-identifikasi-stakeholder","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=5727","title":{"rendered":"Dasar-dasar Identifikasi Stakeholder"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-justify\">Menurut PMBOK 5<sup>th<\/sup> <em>Edition<\/em>, proses ini adalah proses yang mengidentifikasi orang, kelompok orang, atau organisasi yang dapat memberi dampak atau terkena dampak oleh proyek baik atas keputusan, aktivitas, dan hasil proyek. Di samping itu proses ini juga termasuk melakukan analisa dan mendokumentasikan informasi yang relevan terkait kepentingan, keterlibatan, keterkaitan, pengaruh, dan dampak potensial pada kesuksesan proyek. Manfaat utama atas proses ini adalah memberikan informasi penting kepada <em>project manager<\/em> untuk menentukan prioritas atau fokus pada <em>stakeholder<\/em> tertentu pada waktu tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Perbedaan peran organisasi dalam proyek membuat perbedaan pula atas daftar <em>stakeholder<\/em> yang harus dikelola. Contohnya adalah <em>pemilik<\/em> mungkin harus mengelola pemerintah setempat terkait berbagai perijinan pelaksanaan proyek. Sedangkan kontraktor tidak perlu memasukkan pemerintah dalam daftar <em>stakeholder<\/em> karena tidak mengurusi perijinan tersebut. Kondisi ini tergantung dengan lingkup pekerjaan kontraktor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Adapun rincian dan alur proses identifikasi <em>stakeholder<\/em> yang berdasarkan pada standar PMBOK 5<sup>th<\/sup> <em>Edition<\/em> dapat dilihat pada Tabel di bawah ini :<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"638\" height=\"461\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Standart-Proses-Identifikasi-Stakeholder.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5730\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Standart-Proses-Identifikasi-Stakeholder.jpg 638w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Standart-Proses-Identifikasi-Stakeholder-300x217.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 638px) 100vw, 638px\" \/><figcaption>Model Standart Identifikasi Stakeholder <\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Proses ini dilakukan dengan menggunakan acuan proses yang ada pada organisasi berupa kebijakan, prosedur, <em>template<\/em> dan petunjuk pelaksanaan terkait pengelolaan <em>stakeholder<\/em>. Data dan informasi yang akan digunakan berasal dari dokumen <em>project charter<\/em> atau Surat Perintah Kerja dan kontrak bagi kontraktor, dokumen-dokumen pengadaan dan beberapa faktor lingkungan perusahaan yang berpengaruh pada proses ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Proses ini direkomendasikan untuk diuraikan menjadi rangkaian kegiatan-kegiatan untuk memudahkan pemahaman dan implementasi proses. Kegiatan-kegiatan tersebut adalah :<\/p>\n\n\n\n<ol type=\"1\"><li>Merumusan pedoman proses.<\/li><li>Menentukan faktor pengaruh proses.<\/li><li>Identifikasi <em>stakeholder.<\/em><\/li><li>Melakukan penilaian atribut <em>stakeholder<\/em><\/li><li>Melakukan pengelompokan <em>stakeholder.<\/em><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Hasil proses ini adalah suatu daftar <em>stakeholder<\/em> berikut atribut penting dan pengelompokannya. Dokumen ini sangat menentukan untuk banyak proses perencanaan lainnya. Hal ini membuat proses ini menjadi sangat menentukan strategi pengelolaan proyek sedemikian harus dilakukan seawal mungkin dan sebaik mungkin. Adapun proses-proses lain dalam manajemen proyek yang menggunakan hasil proses identifikasi <em>stakeholder<\/em> adalah :<\/p>\n\n\n\n<ol type=\"1\"><li>Merencanakan manajemen <em>stakeholder<\/em>.<\/li><li>Mengumpulkan persyaratan proyek.<\/li><li>Merencanakan manajemen kualitas.<\/li><li>Merencanakan manajemen komunikasi.<\/li><li>Merencanakan manajemen risiko.<\/li><li>Identifikasi risiko, dan<\/li><li>Merencanakan manajemen pengadaan.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Referensi :&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4045\"><strong>Buku Advanced and Effective Project Management<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><sub><em>Untuk melihat daftar artikel \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=44\">Table of Content<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan konsultasi Project Management \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=3054\">Konsultasi<\/a><\/strong>.<\/em> <em>Daftar karya ada pada \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4873\">Innovation Gallery<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan daftar riset pada \u21d2&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4904\"><strong>Research Gallery<\/strong><\/a><\/em><\/sub><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manfaat utama atas proses ini adalah memberikan informasi penting kepada project manager untuk menentukan prioritas atau fokus pada stakeholder tertentu pada waktu tertentu.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5731,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_s2mail":"yes","spay_email":""},"categories":[110,12,562,570],"tags":[1387,1386,1389,4367,895,5092,5090,5093,690,849,5091],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Identification-Stakeholder.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5727"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5727"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5727\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5734,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5727\/revisions\/5734"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5731"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5727"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5727"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5727"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}