{"id":5705,"date":"2020-11-04T18:43:51","date_gmt":"2020-11-04T18:43:51","guid":{"rendered":"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=5705"},"modified":"2020-11-16T16:16:57","modified_gmt":"2020-11-16T16:16:57","slug":"permasalahan-dan-faktor-risiko-pengelolaan-stakeholder","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=5705","title":{"rendered":"Faktor Risiko Pengelolaan Stakeholder yang Harus Diantisipasi"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-justify\">Dalam pengelolaan <em>stakeholder<\/em>, sering terjadi berbagai permasalahan yang membuat keterlibatan <em>stakeholder <\/em>menjadi kurang efektif dan kurang efisien. Beberapa permasalahan terkait dengan pengelolaan <em>stakeholder<\/em><em> <\/em>di proyek adalah sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Tidak lengkapnya <em>stakeholder <\/em>kunci yang berdampak pada lemahnya dukungan pada proyek.<\/li><li>Resistensi <em>stakeholder<\/em> yang semula mendukung sehingga menyulitkan berbagai proses pada proyek.<\/li><li>Tingginya komplain <em>stakeholder<\/em> akibat lemahnya pengelolaan dan komunikasi dengan <em>project manager.<\/em><em><\/em><\/li><li>Tidak efektifnya strategi melibatkan <em>stakeholder<\/em> akibat kekeliruan dalam menilai <em>stakeholder<\/em>.<\/li><li>Konflik dengan <em>stakeholder<\/em> akibat adanya isu yang tidak segera diselesaikan.<\/li><li>Dan lain-lain.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Berbagai permasalahan dalam pengelolaan <em>stakeholder<\/em> tersebut disebabkan oleh banyak faktor risiko yang kurang dimitigasi dengan baik. Faktor risiko tersebut dapat berupa aspek teknis maupun manajerial dan dari internal maupun eksternal. Beberapa faktor risiko yang dianggap dominan berdasarkan pengalaman, <em>lesson learned<\/em>, dan berbagai referensi adalah sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n<ul><li><strong>Lemahnya kompetensi terkait manajemen <em>stakeholder<\/em> <\/strong>\u2013 Beberapa kompetensi yang terkait dengan manajemen <em>stakeholder<\/em> adalah kepemimpinan, interpersonal, komunikasi, <em>problem solving<\/em>, dan <em>conflict management<\/em>.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong>Identifikasi dan penilaian <em>stakeholder<\/em> yang tidak akurat \u2013 <\/strong>Seringkali <em>project manager<\/em> melakukan kesalahan seperti terlambat melakukan identifikasi <em>stakeholder<\/em>, identifikasi <em>stakeholder <\/em>yang tidak lengkap, keliru menilai <em>stakeholder<\/em> sehingga tidak fokus dalam mengelola <em>stakeholder<\/em>. &nbsp;<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong>Tidak mengelola risiko terkait <em>stakeholder<\/em> \u2013 <\/strong><em>Stakeholder<\/em> memiliki potensi risiko yang besar. Tidak mengelola risiko ini akan membuat proyek menjadi tidak siap dan atau terjadi risiko besar yang tidak terkendali. &nbsp;<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong>Tidak membuat rencana komunikasi yang sesuai \u2013 <\/strong>Setiap <em>stakeholder<\/em> memiliki kebutuhan dan ekspektasi metode komunikasi yang tertentu. Apabila tidak dibuat rencana komunikasi yang sesuai, maka kebutuhan <em>stakeholder<\/em> akan informasi menjadi tidak terpenuhi dan berpotensi terjadi miskomunikasi.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong>Lemahnya atau ketidaktepatan strategi pengelolaan <em>stakeholder<\/em> \u2013 <\/strong>Setiap <em>stakeholder<\/em> membutuhkan pendekatan strategi yang belum tentu sama atau berbeda. Strategi yang baik adalah strategi yang efektif melibatkan <em>stakeholder<\/em> agar mendukung tercapainya tujuan proyek. Namun dengan identifikasi dan penilaian yang kurang akurat, atau strategi yang kurang kuat, maka strategi tidak akan efektif terhadap tujuan pengelolaan <em>stakeholder<\/em>.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong>Kurangnya dukungan <em>top management<\/em> \u2013 <\/strong>Dalam hal ini adalah dukungan dari <em>middle<\/em> atau <em>top management<\/em> atas penyelesaian permasalahan terkait dengan pengelolaan <em>stakeholder. <\/em>Pada kasus tertentu atau kasus dimana telah terjadi konflik yang kontra produktif antar <em>stakeholder<\/em>, <em>top management<\/em> harus membantu penyelesaian masalah. Tanpa bantuan dan dukungan <em>top management<\/em>, maka konflik berpotensi menyebabkan proyek semakin tidak terkendali.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong>Kualitas prosedur manajemen <em>stakeholder &#8211; <\/em><\/strong>Dapat berupa ketiadaan prosedur pengelolaan <em>stakeholder<\/em> atau prosedur dengan kualitas yang rendah. Faktor ini membuat proses pengelolaan <em>stakeholder<\/em> di proyek tidak dapat dilakukan dengan baik.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong>Budaya yang tidak menguntungkan \u2013 <\/strong>Budaya yang tidak menguntungkan dalam pelaksanaan proyek adalah termasuk pemikiran yang memperlakukan subordinat seolah-olah berada pada level di bawahnya, budaya KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme), etika bisnis yang tidak baik, dan aspek budaya lainnya.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong>Lingkungan yang tidak menguntungkan &#8211; <\/strong>Seringkali suatu proyek secara kebetulan menghadapi sejumlah <em>stakeholder<\/em> yang menyulitkan karena beberapa sebab. Seperti motivasi dan sikap yang merugikan proyek, regulasi yang berbelit-belit, kepentingan tertentu, dan sebab-sebab lainnya.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Terdapat cukup banyak risiko yang terkait dengan terjadinya masalah dalam proses pengelolaan stakeholder proyek. Faktor-faktor risiko terkait pengelolaan stakeholder harus diantisipasi sejak awal oleh project manager untuk membuat pelaksanaan proyek menjadi lebih baik untuk meningkatkan kesuksesan proyek.<\/p>\n\n\n\n<p>Referensi :&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4045\"><strong>Buku Advanced and Effective Project Management<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><sub><em>Untuk melihat daftar artikel \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=44\">Table of Content<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan konsultasi Project Management \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=3054\">Konsultasi<\/a><\/strong>.<\/em> <em>Daftar karya ada pada \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4873\">Innovation Gallery<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan daftar riset pada \u21d2&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4904\"><strong>Research Gallery<\/strong><\/a><\/em><\/sub><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Faktor-faktor risiko terkait pengelolaan stakeholder harus diantisipasi sejak awal oleh project manager untuk membuat pelaksanaan proyek menjadi lebih baik untuk meningkatkan kesuksesan proyek.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5709,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_s2mail":"yes","spay_email":""},"categories":[110,194,12,184,562,570],"tags":[5075,5061,5064,5069,5063,5072,895,5062,1384,5065,690,893,5073,5067,5066],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Stakeholder-management1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5705"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5705"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5705\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5714,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5705\/revisions\/5714"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5709"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5705"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5705"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5705"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}