{"id":5696,"date":"2020-11-04T12:53:22","date_gmt":"2020-11-04T12:53:22","guid":{"rendered":"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=5696"},"modified":"2020-11-16T16:09:37","modified_gmt":"2020-11-16T16:09:37","slug":"critical-success-factors-atas-pengelolaan-stakeholder-yang-perlu-diketahui","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=5696","title":{"rendered":"Critical Success Factors Atas Pengelolaan Stakeholder yang Perlu Diketahui"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-justify\">Manajemen&nbsp;<em>stakeholder<\/em>&nbsp;yang baik adalah kritis bagi proyek dalam mencapai tujuannya. Manajemen&nbsp;<em>stakeholder<\/em>&nbsp;akan membantu mendapatkan dukungan&nbsp;<em>stakeholder<\/em>&nbsp;sebesar-mungkin dimana dampak negatif dari dan ke&nbsp;<em>stakeholder<\/em>&nbsp;ditekan semaksimal-mungkin agar tidak menghambat proyek. <em>Stakeholder&nbsp;<\/em>menjadi elemen paling menentukan dalam proyek. Hal ini berarti manajemen&nbsp;<em>stakeholder<\/em>&nbsp;yang merancang strategi dan mengarahkan semua orang atau pihak tersebut merupakan pengelolaan proyek yang kritis dalam mencapai keberhasilan proyek. Sehingga sering dijumpai pernyataan bahwa mengelola proyek pada dasarnya adalah mengelola manusia yang terkait dengan proyek itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Fokus manajemen&nbsp;<em>stakeholder<\/em>&nbsp;adalah identifikasi&nbsp;<em>stakeholder<\/em>&nbsp;dengan tepat dan lengkap termasuk dampak dan ekspektasinya serta mengembangkan strategi mengelola dalam melibatkan&nbsp;<em>stakeholder<\/em>&nbsp;secara efektif. Agar pengelolaan stakeholder berhasil, maka perlu untuk memahami faktor penting atau critical success factor atas pengelolaan stakeholder tersebut. Terdapat 10 faktor kritis utama dalam pengelolaan <em>stakeholder <\/em>yang dapat menjadi pedoman dalam pengelolaan <em>stakeholder<\/em> di proyek (J. Yang et al., 2009), yaitu :<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>1. Mengelola <em>stakeholder<\/em> dengan <em>social responsibilities \u2013<\/em><\/strong><em> <\/em>Termasuk dalam faktor ini adalah bidang ekonomi, hukum, lingkungan, dan etika. Terdapat hubungan yang alamiah antara ide tentang tanggung jawab sosial perusahaan dengan pengelolaan <em>stakeholder<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>2. Identifikasi <em>stakeholder<\/em> yang sesuai \u2013<\/strong> Dengan <em>stakeholder<\/em> proyek dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan berbagai kriteria, maka dapat diketahui siapa sebenarnya <em>stakeholder<\/em> pada proyek.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>3. Pemahaman <em>interest stakeholder<\/em> \u2013 <\/strong>Dengan memahami area interest dari <em>stakeholder<\/em>, maka akan memudahkan dalam mengelola <em>stakeholder<\/em>. <em>Interest area<\/em> termasuk K3, integritas laporan keuangan atas produk baru, <em>financial return<\/em>, dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>4. Menggali kebutuhan <em>stakeholder<\/em> dan kendala pada proyek \u2013 <\/strong>Dengan memahami kebutuhan dan kendala atas <em>stakeholder<\/em>, maka akan memudahkan dalam mendapatkan solusi yang memuaskan dan realistis yang harus diberikan dalam menghadapi permasalahan dalam pengelolaan <em>stakeholder<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>5. Prediksi tingkat pengaruh <em>stakeholder<\/em> secara akurat \u2013<\/strong> Perencanaan dan pelaksanaan pengelolaan <em>stakeholder<\/em> akan sangat terpengaruh oleh tingkat pengaruh dari <em>stakeholder<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>6. Penilaian atribut <em>stakeholder<\/em> (Kekuasaan, Urgensi, Legitimasi) yang sesuai \u2013<\/strong> Merupakan atribut <em>stakeholder <\/em>yang paling penting untuk dipahami dalam pengelolaan proyek. Kekuasaan <em>stakeholder<\/em> akan mempengaruhi penggunaan sumber daya, ketergantungan, dan dukungan pada proyek. Urgensi akan menentukan seberapa cepat respon yang harus dilakukan terhadap <em>stakeholder<\/em>. Legitimasi merupakan persepsi umum bahwa tindakan-tindakan harus sesuai, <em>desirable<\/em> dan cocok atau memadai dengan kondisi sosial yang terdiri atas norma, nilai, keyakinan, dan definisi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>7. Analisis konflik dan koalisi diantara <em>stakeholder \u2013<\/em><\/strong><em> <\/em>Memahami konflik dan koalisi di antara <em>stakeholder <\/em>merupakan langkah penting dalam pengelolaan <em>stakeholder<\/em>. Harus dipahami potensial konflik atas perbedaan interest di antara <em>stakeholder<\/em> yang harus dikelola. Perbedaan ini sering membentuk koalisi di antara <em>stakeholder<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>8. Menjaga dan mempromosikan hubungan baik \u2013<\/strong> Hubungan yang sukses antara proyek dan <em>stakeholder <\/em>adalah vital untuk hasil pekerjaan proyek yang sukses dan memenuhi kebutuhan ekspektasi <em>stakeholder<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>9. Formulasi strategi yang sesuai dalam mengelola <em>stakeholder<\/em> \u2013<\/strong> Strategi yang tepat dalam mengelola <em>stakeholder<\/em> yang sangat beragam sangat menentukan keberhasilan proyek.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>10. Mengelola <em>stakeholder<\/em> dengan komunikasi yang memadai \u2013<\/strong> Pengelolaan <em>stakeholder<\/em> yang baik memerlukan komunikasi yang sesuai dan dengan frekuensi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Berdasarkan 10 critical success factors di atas, maka tim proyek terutama project manager harus merencanakan strategi khusus dalam proses pengelolaan stakeholder proyek yang menjadi aspek sangat penting dalam kesuksesan proyek.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Referensi :&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4045\"><strong>Buku Advanced and Effective Project Management<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><sub><em>Untuk melihat daftar artikel \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=44\">Table of Content<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan konsultasi Project Management \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=3054\">Konsultasi<\/a><\/strong>.<\/em> <em>Daftar karya ada pada \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4873\">Innovation Gallery<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan daftar riset pada \u21d2&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4904\"><strong>Research Gallery<\/strong><\/a><\/em><\/sub><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berdasarkan 10 critical success factors di atas, maka tim proyek terutama project manager harus merencanakan strategi khusus dalam proses pengelolaan stakeholder proyek yang menjadi aspek sangat penting dalam kesuksesan proyek.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5698,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_s2mail":"yes","spay_email":""},"categories":[110,12,562,570],"tags":[5057,732,5049,5052,5060,1384,5054,5058,892,890,5050,5056,690,849,5055],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/stakeholder-management.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5696"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5696"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5696\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7047,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5696\/revisions\/7047"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5698"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5696"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5696"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5696"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}