{"id":5680,"date":"2020-11-04T11:15:23","date_gmt":"2020-11-04T11:15:23","guid":{"rendered":"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=5680"},"modified":"2020-11-16T16:04:25","modified_gmt":"2020-11-16T16:04:25","slug":"prinsip-pengelolaan-stakeholder-proyek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=5680","title":{"rendered":"Prinsip Pengelolaan  Stakeholder Proyek"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-justify\">Mengelola proyek pada dasarnya adalah mengelola orang-orang yang terlibat atau terkait dengan proyek. Hal ini karena tingkat pengaruh orang-orang tersebut sangat besar dalam manajemen proyek. Dalam konteks ini, orang-orang tersebut disebut sebagai <em>stakeholder<\/em>. Oleh karena itu manajemen <em>stakeholder<\/em> merupakan komponen penting untuk keberhasilan <em>delivery<\/em> setiap proyek, program atau kegiatan. Pentingnya manajemen <em>stakehol<\/em><em>der<\/em> menjadikannya sebagai pengetahuan baru pada PMBOK 5<sup>th<\/sup> <em>Edition<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Suatu <em>stakeholder<\/em> dapat berupa individu, kelompok atau organisasi yang dapat mempengaruhi, dipengaruhi oleh, atau merasakan sendiri pengaruh dari program atau proyek. Manajemen <em>s<\/em><em>takeholder<\/em> yang efektif menciptakan hubungan yang positif dengan para <em>stakeholder<\/em> melalui proses pengelolaan yang tepat atas ekspektasi yang mereka harapkan atau setujui untuk mencapai tujuan proyek.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Jika manajemen sumber daya manusia berfokus pada tim inti proyek secara internal, maka manajemen <em>stakeholder <\/em>akan berfokus pada sumber daya manusia yang lebih luas yang memasukkan pihak-pihak eksternal seperti pada vendor, pihak-pihak yang terkait yang terpengaruh oleh adanya proyek dan kegiatannya seperti investor, pelanggan atau <em>end user<\/em>, pemberi pinjaman, regulator, masyarakat lingkungan sekitar proyek, dan pihak-pihak lainnya. Adapun gambaran contoh komponen <em>stakeholder<\/em> proyek terlihat pada Gambar di bawah ini :<a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/www.google.co.id\/url?sa=i&amp;rct=j&amp;q=&amp;esrc=s&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=0ahUKEwjV1J39-OfNAhULK48KHVpNCPkQjRwIBw&amp;url=http:\/\/www.brighthubpm.com\/monitoring-projects\/10426-example-of-stakeholder-analysis\/&amp;psig=AFQjCNEoumCK_bhOilCa4oarAcGkaKQP1g&amp;ust=1468207415880185\" target=\"_blank\"><\/a><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Komponen-Stakeholder-Proyek-1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5684\" width=\"578\" height=\"578\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Komponen-Stakeholder-Proyek-1.jpg 600w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Komponen-Stakeholder-Proyek-1-300x300.jpg 300w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Komponen-Stakeholder-Proyek-1-150x150.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 578px) 100vw, 578px\" \/><figcaption>Contoh Komponen Stakeholder Proyek<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Manajemen <em>stakeholder<\/em> yang baik adalah kritis bagi proyek dalam mencapai tujuannya. Manajemen <em>stakeholder<\/em> akan membantu mendapatkan dukungan <em>stakeholder<\/em> sebesar-mungkin dimana dampak negatif dari dan ke <em>stakeholder<\/em> ditekan semaksimal-mungkin agar tidak menghambat proyek.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Manajemen <em>stakeholder<\/em> proyek adalah mengelola semua orang yang terlibat dan berpengaruh serta dipengaruhi oleh proyek. Di sisi lain, proyek pada dasarnya direncanakan, dilaksanakan, dan dikendalikan oleh <em>stakeholder<\/em> yang terdiri atas orang-orang atau pihak-pihak baik secara internal maupun eksternal proyek. <em>Stakeholder <\/em>menjadi elemen paling menentukan dalam proyek. Hal ini berarti manajemen <em>stakeholder<\/em> yang merancang strategi dan mengarahkan semua orang atau pihak tersebut merupakan pengelolaan proyek yang kritis dalam mencapai keberhasilan proyek. Sehingga sering dijumpai pernyataan bahwa mengelola proyek pada dasarnya adalah mengelola manusia yang terkait dengan proyek itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Tujuan utama manajemen <em>stakeholder<\/em> pada proyek adalah agar dapat mengelola keterlibatan <em>stakeholder<\/em> yang diperlukan oleh proyek dalam rangka mencapai tujuan proyek. Kepuasan pelanggan merupakan <em>key objective<\/em> proyek yang harus menjadi perhatian utama. Fokus manajemen <em>stakeholder<\/em> adalah identifikasi <em>stakeholder<\/em> dengan tepat dan lengkap termasuk dampak dan ekspektasinya serta mengembangkan strategi mengelola dalam melibatkan <em>stakeholder<\/em> secara efektif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Manajemen <em>stakeholder<\/em> proyek berdasarkan standar PMBOK 5<sup>th<\/sup> <em>Edition<\/em> terdiri atas empat proses. Rincian, alur proses, dan hubungan ke-empat proses tersebut dijelaskan pada Tabel di bawah ini :<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"637\" height=\"777\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Rincian-Proses-Manajemen-Stakeholder.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5685\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Rincian-Proses-Manajemen-Stakeholder.jpg 637w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Rincian-Proses-Manajemen-Stakeholder-246x300.jpg 246w\" sizes=\"(max-width: 637px) 100vw, 637px\" \/><figcaption>Rincian Proses Manajemen Stakeholder<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Berdasarkan Tabel di atas, terdapat empat proses dalam manajemen <em>stakeholder<\/em> proyek. Masing-masing proses dapat disimpulkan garis-besarnya sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\">Identifikasi <em>stakeholder<\/em> \u2013<\/span><\/strong> Merupakan proses yang menentukan lingkup atau jumlah dan rincian serta atribut <em>stakeholder<\/em> yang harus dikelola dalam manajemen <em>stakeholder<\/em> proyek.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\">Merencanakan manajemen <em>stakeholder<\/em> \u2013<\/span><\/strong> Manajemen <em>stakeholder<\/em> direncanakan dengan memperhatikan <em>gap<\/em> antara hasil analisis penilaian kondisi <em>stakeholder<\/em> saat ini dengan yang seharusnya untuk tujuan <em>project success<\/em>. Rencana manajemen <em>stakeholder<\/em> akan memprioritaskan <em>stakeholder<\/em> yang memiliki <em>gap<\/em> yang signifikan yang berpotensi menghambat tujuan proyek.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\">Mengelola keterlibatan <em>stakeholder<\/em> \u2013<\/span><\/strong> Proses ini utamanya merupakan proses bekerja sama dan berkomunikasi dengan <em>stakeholder<\/em> dimana harus sesuai dengan strategi pengelolaan <em>stakeholder<\/em> berdasarkan hasil perencanaan manajemen <em>stakeholder<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\">Pengendalian keterlibatan <em>stakeholder <\/em>\u2013<\/span><\/strong> Proses ini merupakan proses yang memantau dan mengidentifikasi adanya masalah dalam menjalankan strategi manajemen <em>stakeholder<\/em> dan melakukan penyesuaian strategi manajemen <em>stakeholder<\/em> yang lebih tepat.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Referensi :&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4045\"><strong>Buku Advanced and Effective Project Management<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><sub><em>Untuk melihat daftar artikel \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=44\">Table of Content<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan konsultasi Project Management \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=3054\">Konsultasi<\/a><\/strong>.<\/em> <em>Daftar karya ada pada \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4873\">Innovation Gallery<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan daftar riset pada \u21d2&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4904\"><strong>Research Gallery<\/strong><\/a><\/em><\/sub><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fokus manajemen stakeholder adalah identifikasi stakeholder dengan tepat dan lengkap termasuk dampak dan ekspektasinya serta mengembangkan strategi mengelola dalam melibatkan stakeholder secara efektif.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5686,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_s2mail":"yes","spay_email":""},"categories":[110,12,562,570],"tags":[5041,5042,1384,890,1383,690,5045,5044,5046,5048,849,891,5043],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Stakeholder-Management-1.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5680"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5680"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5680\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5716,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5680\/revisions\/5716"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5686"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5680"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5680"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5680"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}