{"id":5538,"date":"2020-11-02T06:38:06","date_gmt":"2020-11-02T06:38:06","guid":{"rendered":"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=5538"},"modified":"2020-11-16T07:48:06","modified_gmt":"2020-11-16T07:48:06","slug":"perkembangan-manajemen-proyek-di-dunia-era-modern","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=5538","title":{"rendered":"Perkembangan Manajemen Proyek di Dunia Pada Era Modern"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-justify\">Era ini merupakan era dimana manajemen proyek modern dimulai dan berkembang cukup pesat. Alat dan teknik manajemen proyek dikembangkan secara intensif dan mulai diaplikasikan. Beberapa alat dan teknik tersebut adalah Gantt Chart, <em>Critical Path Method<\/em> (CPM), <em>Program Evaluation and Review Technique<\/em> (PERT). Beberapa perkembangan pada era ini adalah sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Era Pada Tahun 1900 &#8211; 1950<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul><li>Pada tahun 1900-an, manajemen proyek dengan proses sistematiknya diterapkan pada proyek rekayasa yang kompleks. Tahun 1950 adalah awal era manajemen proyek modern bersama-sama dengan bidang rekayasa teknis (<em>enjineering<\/em>) sebagai satu kesatuan.<\/li><li>Proyek Terusan Panama (Panama Canal) merupakan proyek kolosal yang ambisius. Terusan Panama membelah tanah genting Panama sepanjang 82 km, sekaligus juga membelah daratan Amerika Utara dan Amerika Selatan dan dengan berhasil menghubungkan Samudra Pasifik dan Atlantik. Proyek dimulai pada 1 Januari 1880 dan selesai pada 15 Agustus 1914. Proyek ini banyak memberikan <em>lesson learned<\/em> terkait manajemen proyek terutama manajemen risiko proyek. Pelaksanaan proyek ini dianggap sebagai kelahiran manajemen proyek modern.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"800\" height=\"826\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Terusan-Panama.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-5539\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Terusan-Panama.png 800w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Terusan-Panama-291x300.png 291w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Terusan-Panama-768x793.png 768w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption>Peta dan Profil Terusan Panama (Thoroe, 2012)<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<ul><li>Sebelum tahun 1950-an, umumnya proyek dikelola dengan menggunakan <em>Gantt Chart <\/em>yang telah dikembangkan pada 1917, sebagai alat dan teknik informal. Pada saat itu, dua model penjadwalan proyek dengan model matematis sedang dikembangkan yaitu <em>Critical Path Method<\/em> yang dikembangkan oleh DuPont Corporation dan Remington Rand Corporation serta <em>Program Evaluation and Review Technique<\/em> (PERT) dikembangkan oleh Booz Allen Hamilton.<\/li><li>Perhitungan ini kemudian cepat menyebar ke perusahaan-perusahaan swasta untuk diterapkan. Dalam waktu yang sama, juga dikembangkan model penjadwalan-proyek, teknik menghitung biaya proyek, manajemen biaya, dan ekonomi teknik, oleh berbagai ahli dan praktisi saat itu.<\/li><li>Pelaksanaan Hoover <em>Dam<\/em> <em>Project<\/em> pada tahun 1931 yang banyak mempengaruhi pengembangan manajemen proyek modern saat ini dengan berbagai inovasi manajemen proyek yang dicetuskan pada proyek ini. Proyek ini merupakan pengguna aplikasi atas teknik <em>Gantt Chart <\/em>yang pertama kali<em>.<\/em><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Era Pada Tahun 1950 &#8211; 1980<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Era ini merupakan era dimana manajemen proyek modern dimulai dan berkembang cukup pesat. Alat dan teknik manajemen proyek dikembangkan secara intensif dan mulai diaplikasikan. Beberapa alat dan teknik tersebut adalah Gantt Chart, <em>Critical Path Method<\/em> (CPM), <em>Program Evaluation and Review Technique<\/em> (PERT). Beberapa perkembangan pada era ini adalah sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Pada tahun 1956, <em>American Association of Cost Engineers<\/em> (AACE), dibentuk oleh praktisi manajemen proyek dan spesialisasi terkait dengan perencanaan dan penjadwalan, perkiraan biaya, dan pengendalian jadwal proyek (Pengendali Proyek).<\/li><li>Pada tahun 1957, metode CPM telah ditemukan oleh Dupond <em>Corporation.<\/em> Metode CPM seperti yang terlihat pada Gambar 4.8 terbukti telah banyak berperan dalam manajemen proyek pada pelaksanaan proyek berskala besar.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"683\" height=\"240\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Critical-Path.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5540\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Critical-Path.jpg 683w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Critical-Path-300x105.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 683px) 100vw, 683px\" \/><figcaption>Critical Path dari Teknik CPM Berupa Garis Merah<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<ul><li>Pada tahun 1958, PERT telah selesai dikembangkan oleh Boaz Allen Hamilton untuk the U.S. <em>Navy\u2019s Polaris Project<\/em>.<\/li><li>Pada tahun 1962, pendekatan penggunaan WBS diwajibkan oleh US <em>Department of Defense<\/em>.<\/li><li>Pada tahun 1967, <em>International Project Management Association<\/em> (IPMA) didirikan di Eropa, sebagai sebuah federasi dari beberapa asosiasi manajemen proyek nasional.<\/li><li>Sejarah PMBOK telah dimulai pada 1969 dengan dibentuknya <em>Project Management Institute. <\/em>Pada tahun ini, PMI mempromosikan profesi manajemen proyek.<\/li><li>PMI mengusulkan <em>the triple constraints<\/em> pada tahun 1970.<\/li><li>Pada tahun 1975, PROMPTII dibuat oleh <em>Simpact System Limited<\/em> untuk proyek IT. Pada tahun yang sama Fred Brooks menerbitkan buku \u201c<em>The Mythical Man-Month<\/em> : <em>Essays on Software Engineering<\/em>\u201d yang mengatakan bahwa menambah <em>manpower <\/em>pada proyek <em>software<\/em> yang terlambat hanya akan membuat proyek tersebut semakin terlambat karena tambahan proses komunikasi antar manusia.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Era Tahun 1980 \u2013 2000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Era ini merupakan era dimana manajemen proyek modern dimulai dan berkembang cukup pesat. Alat dan teknik manajemen proyek dikembangkan secara intensif dan mulai diaplikasikan. Beberapa alat dan teknik tersebut adalah Gantt Chart, <em>Critical Path Method<\/em> (CPM), <em>Program Evaluation and Review Technique<\/em> (PERT). Beberapa perkembangan pada era ini adalah sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Pada tahun 1984, diperkenalkan <em>Critical Chain Project Management<\/em> yang berdasarkan \u201c<em>Theory of Constraint\u201d (TOC)<\/em> oleh Dr. Eliyahu M. Goldratt pada novel \u201c<em>The Goal<\/em>\u201d.<\/li><li>Pada tahun 1986, SCRUM yang merupakan model pengembangan <em>software<\/em> cerdas berdasarkan pada beberapa tim kecil yang bekerja dalam suatu cara yang saling tergantung dan intensif dinamai <em>Project Management Style<\/em>. SCRUM dipublikasikan dalam artikel \u201c<em>New Product Development Game<\/em>\u201d oleh Takeuchi dan Nonaka.<\/li><li>Pada tahun 1987 PMBOK edisi pertama dipublikasikan oleh PMI.<\/li><li>Teknik <em>Earned Value Management <\/em>(EVM) mengemuka pada akhir 1980-an dan awal 1990-an. Teknik ini menjadi teknik standar PMBOK mulai tahun 1987 (lihat Gambar 4.9)<a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/www.google.co.id\/url?sa=i&amp;rct=j&amp;q=&amp;esrc=s&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=0ahUKEwiDhJ7I6dvNAhVGOI8KHVmjBpQQjRwIBw&amp;url=http:\/\/www.chambers.com.au\/glossary\/earned_value_management.php&amp;psig=AFQjCNEM-NI0a0ojEu-lsHp5T20yeNV5RA&amp;ust=1467790961387155\" target=\"_blank\"><\/a><\/li><\/ul>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"463\" height=\"420\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Konsep-EVM.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5541\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Konsep-EVM.jpg 463w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Konsep-EVM-300x272.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 463px) 100vw, 463px\" \/><figcaption>Konsep Earned Value Management (PMI)<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<ul><li>CHAOS diterbitkan pertama kali pada 1994 yang merupakan suatu publikasi 2 tahunan atas kegagalan proyek IT dalam rangka sebagai <em>lesson learned<\/em>.<\/li><li>Tak lama berselang, PROMPTII dikembangkan menjadi PRINCE (<em>Project IN Controlled Enviroments<\/em>) dan menjadi standar untuk semua proyek sistem informasi pemerintah Inggris. Namun dianggap terlalu kaku dan sulit untuk digunakan dan hanya dapat diaplikasikan pada proyek besar sehingga direvisi pada 1996.<\/li><li>Pada tahun 1997, ditemukan <em>Critical chain Project Management<\/em> oleh Eliyahu M. Goldratt yang didasarkan atas gambaran&nbsp; metode dan algoritma Teori Konstrain (<em>Theory of Constraints<\/em> \/ TOC).<\/li><li>Pada tahun 1998, PMBOK menjadi suatu standart oleh ANSI \/ <em>American National Standards Institute<\/em> yang diikuti oleh IEEE \/ <em>Institute of Electrical and Electronics Engineers<\/em>.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Era Tahun 2000 \u2013 Sekarang<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Era ini merupakan era dimana manajemen proyek modern dimulai dan berkembang cukup pesat. Alat dan teknik manajemen proyek dikembangkan secara intensif dan mulai diaplikasikan. Beberapa alat dan teknik tersebut adalah Gantt Chart, <em>Critical Path Method<\/em> (CPM), <em>Program Evaluation and Review Technique<\/em> (PERT). Beberapa perkembangan pada era ini adalah sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Pada 2001, AgileAllience dibentuk untuk mempromosikan \u201clightweight\u201d <em>software development projects<\/em>.<\/li><li>Pada 4 November 2004, dikenal sebagai hari manajemen proyek yang pertama.<\/li><li>Pada tahun 2006, <em>Total Cost Management Framework<\/em> yang merupakan suatu proses untuk aplikasi keahlian dan pengetahuan atas <em>cost engineering<\/em> yang dirilis oleh AACE.<\/li><li>Pada tahun 2008, dirilis PMBOK edisi ke-4.<\/li><li>Pada tahun 2009, PRINCE2 mengalami revisi besar oleh <em>Office of Government Commerce<\/em> (OCG) dimana versi yang telah diperbaharui memiliki tujuh prinsip dasar yang mengkontribusi kesuksesan proyek.<\/li><li>Pada 2010, dicetuskan konsep KANBAN.<\/li><li>Pada tahun 2012, ISO 21500:2012 dirilis dimana standart ini didisain untuk digunakan oleh berbagai organisasi, termasuk publik, organisasi komunitas atau swasta, dan untuk semua proyek.<\/li><li>Pada tahun 2013 pula dirilis PMBOK edisi ke-5 dimana perubahan besar terjadi dengan penambahan <em>project stakeholder management.<\/em> <\/li><li>Pada tahun 2020, PMI merencanakan penerbitan PMBOK edisi ke-7 yang merupakan edisi terkini yang merupakan perkembangan standart manajemen proyek paling mutakhir.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"843\" height=\"403\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/PMBOK.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5542\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/PMBOK.jpg 843w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/PMBOK-300x143.jpg 300w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/PMBOK-768x367.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 843px) 100vw, 843px\" \/><figcaption>Perkembangan Edisi Penerbitan Buku PMBOK<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Terlihat bahwa pada dasarnya manajemen proyek di dunia tidak mengalami perkembangan yang begitu pesat hingga era 1900. Perkembangan manajemen proyek terasa cukup signifikan pada era 1950-an dan seterusnya dimana terlihat banyak penemuan penting yang berharga dalam pengelolaan proyek termasuk adanya standar dalam manajemen proyek dan perkembangannya hingga saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Referensi :&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4045\"><strong>Buku Advanced and Effective Project Management<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><sub><em>Untuk melihat daftar artikel \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=44\">Table of Content<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan konsultasi Project Management \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=3054\">Konsultasi<\/a><\/strong>.<\/em> <em>Daftar karya ada pada \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4873\">Innovation Gallery<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan daftar riset pada \u21d2&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4904\"><strong>Research Gallery<\/strong><\/a><\/em><\/sub><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perkembangan manajemen proyek terasa cukup signifikan pada era 1950-an dan seterusnya dimana terlihat banyak penemuan penting yang berharga dalam pengelolaan proyek termasuk adanya standar dalam manajemen proyek dan perkembangannya hingga saat ini.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5548,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_s2mail":"yes","spay_email":""},"categories":[113,12],"tags":[817,2355,867,866,865,4945,4943,863,864,1027,4933,4942,4946,67,690,860,4944,4935,4947],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/PMBOK-7TH-EDITION.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5538"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5538"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5538\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7038,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5538\/revisions\/7038"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5548"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5538"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5538"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5538"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}