{"id":5505,"date":"2020-11-01T10:59:19","date_gmt":"2020-11-01T10:59:19","guid":{"rendered":"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=5505"},"modified":"2020-11-16T07:29:18","modified_gmt":"2020-11-16T07:29:18","slug":"gas-engine-power-plant-epc-project-strategy","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=5505","title":{"rendered":"Gas Engine Power Plant EPC Project Strategy"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-justify\">Artikel berikut ini adalah salah satu implementasi atas strategic project management dalam konteks sebagai kontraktor EPC berdasarkan pengalaman pribadi. Jika pada artikel sebelumnya telah dibahas mengenai perlunya strategic project management dan critical success factors, maka dengan tambahan penggunaan strategic tools seperti analisa SWOT, dapat di-generate strategi-strategi khusus proyek. Tulisan ini di-share karena tingkat keberhasilan yang tinggi pada proyek PLTMG Bangkanai I bahkan saat diimplementasikan pada proyek paket berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Bangkanai-1-1-1024x576.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5507\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Bangkanai-1-1-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Bangkanai-1-1-300x169.jpg 300w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Bangkanai-1-1-768x432.jpg 768w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Bangkanai-1-1.jpg 1176w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>Proyek PLTMG Bangkanai 155 MW Kalimantan Tengah<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Analisis SWOT merupakan metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi faktor-faktor internal berupa kekuatan (<em>strengths<\/em>), dan kelemahan (<em>weaknesses<\/em>), serta faktor-faktor eksternal berupa peluang (<em>opportunities<\/em>), dan ancaman (<em>threats<\/em>) dalam suatu proyek. Analisis SWOT akan menghasilkan berbagai strategi yang diperlukan dalam rangka mencapai sasaran proyek dengan memperhatikan sumberdaya yang tersedia dan hasil analisis kondisi eksisting terhadap lingkungan proyek.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"967\" height=\"471\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Lokasi-Bangkanai.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5508\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Lokasi-Bangkanai.jpg 967w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Lokasi-Bangkanai-300x146.jpg 300w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Lokasi-Bangkanai-768x374.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 967px) 100vw, 967px\" \/><figcaption>Lokasi Proyek PLTMG Bangkanai I yang Sangat Remote<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Dalam aplikasi analisis untuk pengelolaan proyek, ke-empat elemen SWOT diidentifikasi dengan cara yang sama dengan manajemen stratejik namun dilihat dari sudut pandang proyek. Sebagai contoh, berikut ini disampaikan suatu hasil analisis SWOT pada pelaksanaan proyek EPC PLTMG yang berdasarkan faktor-faktor kritis hasil analisa yang telah disampaikan sebelumnya :<\/p>\n\n\n\n<ul><li><em>Project manager<\/em> berpengalaman dalam mengerjakan proyek sejenis dengan kompleksitas yang tinggi (<em>Strengthness<\/em>)<\/li><li>Struktur organisasi dinilai kurang memadai (<em>Weakness<\/em>)<\/li><li>Komposisi dan kompetensi tim proyek belum sesuai kebutuhan (<em>Weakness<\/em>)<\/li><li>Masyarakat sekitar akses dan <em>site<\/em> proyek yang tidak mendukung (<em>Threat<\/em>)<\/li><li>Kurang harmonisnya partner konsorsium (<em>Weakness<\/em>)<\/li><li>Kondisi <em>site<\/em> sangat <em>remote<\/em><\/li><li>Kondisi akses yang sangat sulit karena dipengaruhi oleh kondisi dua iklim sekaligus (<em>Threat<\/em>)<\/li><li>Minimnya subkontraktor <em>forwarder <\/em>yang ahli untuk <em>heavy cargo<\/em> proyek (<em>Weakness<\/em>)<\/li><li>Jadwal yang tidak realistis (<em>Weakness<\/em>)<\/li><li>Biaya yang memadai (<em>Strenghtness<\/em>)<\/li><li>Dukungan <em>top management <\/em>yang kuat (<em>Strengthness<\/em>)<\/li><li>Semangat tim proyek yang tinggi (<em>Strengthness<\/em>)<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Terdapat empat jenis strategi hasil analisis SWOT, yaitu strategi SO (<em>Strengthness \u2013 Opportunity<\/em>), strategi WO (<em>Weakness \u2013 Opportunity<\/em>), strategi ST (<em>Strengthness \u2013 Threats<\/em>), dan strategi WT (<em>Weakness \u2013 Threats<\/em>). Faktor-faktor kritis keberhasilan atau <em>critical success factors<\/em> (CSF\u2019s) yang telah dihasilkan pada analisis faktor-faktor pengaruh, menjadi faktor-faktor dalam eksplorasi kondisi internal dan eksternal proyek.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Kumpulan strategi yang dihasilkan kemudian diformulasi menjadi serangkaian strategi-strategi utama dalam perencanaan maupun pelaksanaan proyek. Selanjutnya dipilih strategi yang mendukung misi utama dan sasaran organisasi. Perumusan strategi berakhir dengan merinci sasaran atau tugas yang telah diberikan. Pemilihan dan formulasi strategi dapat menggunakan beberapa alat dan teknik yang sama pada manajemen stratejik yaitu <em>scenario planning<\/em> dan QSP <em>Matrix<\/em> dimana penjelasan mengenai keduanya dapat dilihat pada artikel abc<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Sebagai contoh, berikut ini diberikan beberapa strategi-strategi khusus pelaksanaan proyek EPC PLTMG pada <em>remote area<\/em> yang terkait dengan contoh yang telah diberikan sebelumnya, yaitu :<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Penggunaan vendor <em>forwarder<\/em> yang terbaik yang ada yang harus dikontrol proses perencanaan dan pelaksanaannya secara ketat.<\/li><li>Percepatan proses <em>team-building<\/em> dengan memasukkan beberapa personil yang dianggap lebih kompeten dan masih berada dalam kondisi <em>performed<\/em>.<\/li><li>Fokus dalam mendapatkan solusi terbaik untuk menyelesaikan permasalahan akses yang dengan menggunakan konsultan khusus.<\/li><li>Membuat kajian mengenai kelayakan jalur transportasi untuk berbagai perencanaan proyek terutama perencanaan logistik.<\/li><li>Menyewa lahan khusus sebagai transit antara sungai dan darat untuk berbagai cargo untuk proyek.<\/li><li>Program khusus untuk menjaga dan meningkatkan semangat juang tim proyek dengan program motivasi khusus.<\/li><li>Kerja sama dengan pihak keamanan secara khusus untuk mengatasi masalah sosial.<\/li><li>Menggunakan konsultan khusus untuk menyelesaikan permasalahan <em>custom clearance<\/em>.<\/li><li>Komunikasi aktif untuk mendapat dukungan <em>top management<\/em> atas ketersediaan dana <em>cash<\/em> yang memadai untuk kelancaran pelaksanaan proyek.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Dalam pelaksanaan strategi, keahlian manajerial lebih diperlukan dari pada analisis. Komunikasi dalam implementasi strategi adalah sangat penting untuk mendapat dukungan dari semua <em>stakeholder<\/em>. Terdapat beberapa alat dan teknik dalam implementasi strategi yaitu kebijakan (<em>policy<\/em>), motivasi (<em>motivation<\/em>), pengelolaan perubahan (<em>change management<\/em>), kepemimpinan (<em>leadership<\/em>), analisis dampak <em>stakeholder<\/em> (<em>stakeholder impact analysis<\/em>), perubahan struktur organisasi (<em>changing organizational structure<\/em>), dan pengelolaan kinerja (<em>performance management<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Sebagai contoh, pada pelaksanaan proyek EPC PLTMG pada <em>remote area<\/em> seperti yang telah disampaikan diatas, beberapa alat dan teknik yang digunakan dalam rangka mendukung implementasi strategi, yaitu :<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Perubahan struktur organisasi proyek yang lebih sesuai dengan tuntutan proyek<\/li><li>Kebijakan khusus terkait pendanaan pelaksanaan proyek<\/li><li>Program motivasi khusus pada anggota tim proyek<\/li><li>Keterlibatan langsung <em>project manager<\/em> dalam <em>problem solving<\/em> pada masalah-masalah yang kritis.<\/li><li>Analisis <em>stakeholder<\/em> secara khusus seperti masyarakat sekitar dan <em>partner<\/em> konsorsium<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Berdasarkan contoh aplikasi manajemen proyek yang stratejik di atas, dapat disimpulkan bahwa konsep manajemen stratejik dapat diaplikasikan dalam manajemen proyek. Beberapa alat dan teknik dalam manajemen stratejik dapat digunakan dan disesuaikan dengan kondisi yang ada. Aplikasi konsep manajemen stratejik pada manajemen proyek akan memberikan dampak yang signifikan pada kinerja proyek. Oleh karena itu, manajemen proyek yang stratejik sangat direkomendasikan untuk diaplikasikan di proyek.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Referensi :&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4045\"><strong>Buku Advanced and Effective Project Management<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><sub><em>Untuk melihat daftar artikel \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=44\">Table of Content<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan konsultasi Project Management \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=3054\">Konsultasi<\/a><\/strong>.<\/em> <em>Daftar karya ada pada \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4873\">Innovation Gallery<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan daftar riset pada \u21d2&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4904\"><strong>Research Gallery<\/strong><\/a><\/em><\/sub><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aplikasi konsep manajemen stratejik pada manajemen proyek akan memberikan dampak yang signifikan pada kinerja proyek. Oleh karena itu, manajemen proyek yang stratejik sangat direkomendasikan untuk diaplikasikan di proyek.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5512,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_s2mail":"yes","spay_email":""},"categories":[571,194,12,724,570,15],"tags":[4930,4929,4932,4928,732,4927,858,690,4926,4931,4925,3705,855],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Bangkanai-2.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5505"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5505"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5505\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5516,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5505\/revisions\/5516"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5512"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5505"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5505"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5505"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}