{"id":5376,"date":"2020-10-31T10:40:40","date_gmt":"2020-10-31T10:40:40","guid":{"rendered":"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=5376"},"modified":"2020-11-16T00:35:42","modified_gmt":"2020-11-16T00:35:42","slug":"apa-sebenarnya-project-success","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=5376","title":{"rendered":"Apa Sebenarnya Project Success ?"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-justify\">Pada dasarnya, <em>project success<\/em> adalah penyelesaian suatu proyek yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan di awal proyek. Tiap proyek memiliki kriteria kesuksesannya masing-masing. Namun yang paling mendasar adalah tercapainya sasaran bisnis atau tujuan organisasi yang menjadi sebab munculnya atau dikerjakannya proyek itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Kriteria <em>project success<\/em> juga menjadi <em>Key Performance Indicators<\/em> (KPI\u2019s) bagi proyek dan organisasi yang terlibat. Kriteria <em>project success<\/em> yang utama adalah :<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Tercapainya sasaran bisnis (<em>business objectives<\/em>).<\/li><li>Terpenuhinya ekspektasi atau kebutuhan <em>stakeholder<\/em> utama yaitu <em>owner<\/em> atau <em>project sponsor<\/em> (<em>stakeholder\u2019s expectations <\/em>atau<em> Owner\u2019s needs<\/em>).<\/li><li>Diterimanya hasil oleh pelanggan (<em>user <\/em>atau<em> customer adoption<\/em>).<\/li><li>Sesuai periode waktu yang telah ditentukan.<\/li><li>Sesuai biaya yang telah ditentukan.<\/li><li>Hasil kerja berupa produk dan jasa yang sesuai target kualitas.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Dari uraian di atas terlihat bahwa elemen dalam <em>project constraints<\/em> merupakan bagian dari kriteria <em>project success<\/em>. Sebagian praktisi, lalu mengelompokkan <em>project success<\/em> ke dalam beberapa tingkatan seperti yang ditunjukkan pada Gambar berikut ini :<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"734\" height=\"421\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Tingkatan-Project-Success.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5377\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Tingkatan-Project-Success.jpg 734w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Tingkatan-Project-Success-300x172.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 734px) 100vw, 734px\" \/><figcaption>Tingkatan Project Success (Calleam Consulting Ltd)<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Secara prinsip, sasaran bisnis atau organisasi pada dasarnya adalah tujuan utama penyebab lahirnya atau dikerjakannya proyek tersebut, yang dapat berupa :<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Laba perusahaan atau peningkatan aset perusahaan oleh badan usaha atau bisnis.<\/li><li>Solusi terbaik, rencana strategis, program efisiensi yang <em>applicable<\/em>, jika berupa proyek R&amp;D.<\/li><li>Berbagai manfaat bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi, jika proyek merupakan proyek pemerintah.<\/li><li>Laba, penyerapan atau perluasan atau penguasaan pasar, mempelajari dan penguasaan bisnis baru sebagai bagian dari rencana strategis pengembangan portofolio, dan lainnya oleh perusahaan jasa konstruksi.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Pencapaian sasaran bisnis sangat lekat dengan pemenuhan kebutuhan dan ekspektasi para <em>stakeholder<\/em> utama yaitu <em>project sponsor <\/em>atau<em> owner, client<\/em>, dan <em>customer<\/em>. Hal yang terpenting bagi organisasi adalah bahwa kriteria <em>project success<\/em> harus terdefinisi dengan jelas, mudah dipahami dan terdokumentasi dengan baik sebelum proyek dimulai serta diterima oleh semua <em>stakeholder<\/em> utama proyek.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Definisi dan dokumentasi yang jelas dan baik atas kriteria <em>project success<\/em> akan membuat proyek menjadi lebih jelas dan terarah, fokus, dan sejalan dengan sasaran bisnis serta mengurangi potensi konflik dengan dan antar <em>stakeholder<\/em> utama seperti <em>project sponsor, top management, user<\/em>, dan <em>customer<\/em> yang mungkin memiliki perbedaan kriteria atas <em>project success.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Untuk membantu dalam definisi kriteria <em>project<\/em> success, dapat menggunakan alat manajemen yaitu SMART yang merupakan kependekan dari <em>Spesific, Measurable, Achievable, Relevant<\/em>, dan <em>Time-Bound<\/em>. SMART dicetuskan oleh George T. Doran pada 1981 sebagai bagian dari <em>management by objectives<\/em>. Penjelasan masing-masing elemen SMART adalah sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"795\" height=\"381\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/NEW_SMART-graphic.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-5378\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/NEW_SMART-graphic.png 795w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/NEW_SMART-graphic-300x144.png 300w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/NEW_SMART-graphic-768x368.png 768w\" sizes=\"(max-width: 795px) 100vw, 795px\" \/><figcaption>SMART Goal<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<ul><li><strong><em>Spesific<\/em><\/strong> \u2013 Target pada area yang spesifik untuk <em>improvement<\/em> yang disebutkan dengan jelas dan rinci serta mudah untuk dimengerti.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong><em>Measurable<\/em><\/strong><strong> <\/strong>\u2013 Kuantifikasi suatu indikator atas progress pencapaian tujuan yang dapat dilakukan dengan mudah.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong><em>Achievable<\/em><\/strong><strong> <\/strong>\u2013 Dapat dicapai dengan sumber daya, waktu, dan teknologi yang ada berdasarkan kualitas yang disyaratkan.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong><em>Realistic<\/em><\/strong><strong> <\/strong>\u2013 Bijaksana, pragmatis, sesuai dengan tujuan organisasi, dan sesuai kondisi atau realistis berdasarkan sumber daya yang ada.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong><em>Time-Bound<\/em><\/strong><strong> <\/strong>\u2013 Harus memiliki batasan waktu yang jelas.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Referensi :&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4045\"><strong>Buku Advanced and Effective Project Management<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><em>Untuk melihat daftar artikel \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=44\">Table of Content<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan konsultasi Project Management \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=3054\">Konsultasi<\/a><\/strong>.<\/em> <em>Daftar karya ada pada \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4873\">Innovation Gallery<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan daftar riset pada \u21d2&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4904\"><strong>Research Gallery<\/strong><\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hal yang terpenting bagi organisasi adalah bahwa kriteria project success harus terdefinisi dengan jelas, mudah dipahami dan terdokumentasi dengan baik sebelum proyek dimulai serta diterima oleh semua stakeholder utama proyek.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5380,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_s2mail":"yes","spay_email":""},"categories":[143,186,189,12,570,185],"tags":[4762,4765,4763,895,690,832,4767,429,4764],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/projectsuccess.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5376"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5376"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5376\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5381,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5376\/revisions\/5381"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5380"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5376"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5376"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5376"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}