{"id":5252,"date":"2020-10-30T07:43:40","date_gmt":"2020-10-30T07:43:40","guid":{"rendered":"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=5252"},"modified":"2020-11-16T04:56:17","modified_gmt":"2020-11-16T04:56:17","slug":"rekomendasi-langkah-analisis-kelayakan-finansial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=5252","title":{"rendered":"Rekomendasi Langkah Analisis Kelayakan Finansial"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-justify\">Analisis kelayakan finansial melingkupi beberapa tahap yang dimulai dari penentuan parameter dasar untuk perkiraan biaya investasi hingga analisis risiko. Dimana tiap langkah memiliki <em>output<\/em> yang saling berhubungan untuk menghasilkan <em>output<\/em> perhitungan keseluruhan yang menentukan dalam keputusan investasi. Tabel berikut merupakan <em>resume<\/em> rekomendasi tahap analisis kelayakan finansial berikut penjelasan dan <em>output<\/em> utamanya.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"714\" height=\"735\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Rekomendasi-Langkah-Analisis-Finansial.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5254\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Rekomendasi-Langkah-Analisis-Finansial.jpg 714w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Rekomendasi-Langkah-Analisis-Finansial-291x300.jpg 291w\" sizes=\"(max-width: 714px) 100vw, 714px\" \/><figcaption>Rekomendasi Langkah Analisis Finansial<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Pada Tabel di atas terlihat bahwa semua tahap saling berhubungan dan pada akhirnya bermuara pada perhitungan profitabilitas investasi yang utamanya berupa NPV dan IRR dari arus kas yang terbentuk atas perhitungan yang cukup kompleks. Adapun bentuk umum grafik arus kas pada suatu rencana investasi proyek ditunjukkan pada Gambar berikut.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"483\" height=\"444\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Model-Grafik-Arus-Kas-Investasi-Proyek.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5255\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Model-Grafik-Arus-Kas-Investasi-Proyek.jpg 483w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Model-Grafik-Arus-Kas-Investasi-Proyek-300x276.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 483px) 100vw, 483px\" \/><figcaption>Model Arus Kas Investasi Proyek<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Penjelasan grafik :<\/p>\n\n\n\n<p><strong>A \u2013 B<\/strong>&nbsp;&nbsp; :&nbsp;&nbsp; Investasi yang dibutuhkan untuk merencanakan proyek.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>B \u2013 C<\/strong>&nbsp;&nbsp; :&nbsp;&nbsp; Biaya besar investasi atas biaya pembangunan proyek.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>C \u2013 D<\/strong>&nbsp;&nbsp; :&nbsp;&nbsp; Masa mulai ada pemasukan atas pendapatan hingga mencapai titik impas .<\/p>\n\n\n\n<p><strong>D \u2013 E<\/strong>&nbsp;&nbsp; :&nbsp;&nbsp; Masa <em>cashflow<\/em> mengalami surplus. Periode proyek mendapatkan keuntungan atas investasi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>E \u2013 F<\/strong> &nbsp;&nbsp;:&nbsp;&nbsp; Masa surplus menurun secara tahunan akibat peningkatan biaya produksi dan penurunan volume.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Pada gambar tersebut, proyek akan mengalami kondisi defisit <em>cash flow<\/em> di masa awal terutama karena pengeluaran biaya investasi. Saat proyek mulai beroperasi, maka mulai ada pemasukan. Saat akumulasi pemasukan sama dengan akumulasi pengeluaran disebut <em>payback period<\/em>. Selanjutnya proyek akan mengalami kondisi <em>surplus cash flow<\/em> dimana pemasukan lebih besar dari pada biaya-biaya rutin seperti <em>overhead <\/em>dan bunga bank, operasi, serta perawatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Pada tiap jenis investasi, umumnya model grafik arus kas relatif sama. Perbedaan terjadi pada jenis investasi proyek lain. Hal ini terjadi karena perbedaan besaran biaya dan pendapatan serta <em>time frame<\/em> keduanya. Cukup rumitnya proses analisis kelayakan finansial memberikan ruang lebar untuk melakukan kekeliruan yang berpotensi menjadi kesalahan keputusan yang akhirnya berdampak pada kegagalan proyek. Untuk mengatasi masalah ini, sangat baik untuk menerapkan uji kualitas arus kas berdasarkan suatu <em>checklist<\/em> hasil pengembangan berdasarkan referensi dan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Referensi :&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4045\"><strong>Buku Advanced and Effective Project Management<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><em>Untuk melihat daftar artikel \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=44\">Table of Content<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan konsultasi Project Management \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=3054\">Konsultasi<\/a><\/strong>.<\/em> <em>Daftar karya ada pada \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4873\">Innovation Gallery<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan daftar riset pada \u21d2&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4904\"><strong>Research Gallery<\/strong><\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cukup rumitnya proses analisis kelayakan finansial memberikan ruang lebar untuk melakukan kekeliruan yang berpotensi menjadi kesalahan keputusan yang akhirnya berdampak pada kegagalan proyek. <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5256,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_s2mail":"yes","spay_email":""},"categories":[143,12,184,724,570,767,437],"tags":[4816,769,789,4805,4806,4815,4817,4814,4807,4694,4809,4810,4811,4812,783,4808],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/financial-analysisfeasibility-study.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5252"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5252"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5252\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7024,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5252\/revisions\/7024"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5256"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5252"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5252"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5252"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}