{"id":5209,"date":"2020-10-30T04:22:14","date_gmt":"2020-10-30T04:22:14","guid":{"rendered":"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=5209"},"modified":"2020-11-16T04:43:55","modified_gmt":"2020-11-16T04:43:55","slug":"dasar-dasar-kelayakan-teknis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=5209","title":{"rendered":"Dasar-dasar Kelayakan Teknis"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-justify\">Tujuan dari analisis kelayakan teknis adalah untuk memastikan apakah proyek memenuhi prinsip teknis dan mengetahui parameter-parameter penting teknis yang menjadi batasan alternatif dalam pengambilan keputusan investasi proyek. Kelayakan teknis memberi pengaruh pada analisis kelayakan lainnya terutama pada kelayakan pasar, kelayakan finansial, dan kelayakan konstruksi. Berikut ini adalah beberapa contoh pengaruh kelayakan teknik terhadap aspek kelayakan lainnya :<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<ul><li><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\">Pengaruh kelayakan teknis pada pasar (kelayakan pasar)<\/span><\/strong> &#8211; Salah satu contoh pengaruh kelayakan teknis pada pasar adalah alternatif pemilihan jalur kereta api cepat dan titik perhentian yang <em>feasible<\/em> hasil analisis teknis, memiliki tingkat penyerapan pasar yang berbeda. Hal ini karena tiap jalur dan titik perhentian memiliki pasar yang berbeda-beda. Kondisi ini seperti yang terjadi pada proyek <em>High Speed Train<\/em> Jakarta \u2013 Bandung.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"935\" height=\"503\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/KCIC-1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5211\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/KCIC-1.jpg 935w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/KCIC-1-300x161.jpg 300w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/KCIC-1-768x413.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 935px) 100vw, 935px\" \/><figcaption>High Speed Rail Jakarta &#8211; Bandung (PT. KCIC)<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<ul><li><strong><span class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\">Pengaruh kelayakan teknis pada biaya investasi (kelayakan finansial) <\/span>&#8211; <\/strong>Salah satu contoh pengaruh kelayakan teknis pada biaya investasi adalah seperti pada proyek dermaga <em>New Priok<\/em> Kalibaru seperti yang terlihat pada Gambar 2.9. Pemilihan jenis struktur akan sangat signifikan dampaknya pada kelayakan finansial dan <em>project finance<\/em>. Diperlukan optimasi <em>design<\/em> untuk menghasilkan biaya investasi yang terkecil atas beberapa alternatif design yang <em>feasible<\/em> secara teknis maupun konstruksi. Alternatif pemilihan jenis konstruksi yang mungkin pada proyek dermaga seperti penentuan jenis tiang pancang (baja, beton, komposit) dan <em>upperstructure<\/em> (<em>slab on pile, girder, prestresses structure<\/em>) akan mempengaruhi biaya investasi. Tiap sistem struktur tertentu dibatasi oleh persyaratan teknik tertentu dan menghasilkan biaya investasi tertentu pula. Contoh lain pada proyek <em>High Speed Train<\/em> (HST) yang melebarkan <em>track<\/em> yang semula 4,60 m menjadi 5,00 m untuk mencapai kecepatan lebih tinggi yaitu 300 km\/jam, maka akan menaikkan biaya investasi.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"1024\" height=\"422\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Dermaga-Kalibaru-1024x422.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5212\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Dermaga-Kalibaru-1024x422.jpg 1024w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Dermaga-Kalibaru-300x124.jpg 300w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Dermaga-Kalibaru-768x317.jpg 768w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Dermaga-Kalibaru.jpg 1220w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>Dermaga Kalibaru <\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<ul><li><span class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\"><strong>Pengaruh kelayakan teknis pada tingkat kesulitan atau risiko konstruksi<\/strong> <strong>(kelayakan konstruksi) &#8211;<\/strong><\/span><strong> <\/strong>Salah satu contoh pengaruh kelayakan teknis pada tingkat kesulitan atau risiko konstruksi adalah seperti pemilihan jenis infrastruktur jembatan Selat Sunda berupa terowongan bawah laut atau jembatan bentang sangat panjang akan mempengaruhi tingkat kesulitan dan risiko konstruksi. Hal ini karena konstruksi terowongan akan memiliki risiko gempa yang tinggi disamping tingkat kesulitan akibat adanya palung laut. Sedangkan untuk jembatan bentang sangat panjang hingga 3.0 km memiliki tingkat kesulitan sangat tinggi dan masih sangat langka di dunia untuk dijadikan <em>benchmarking<\/em> konstruksi pelaksanaan.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"1024\" height=\"478\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Rencana-jembatan-Selat-Sunda.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5213\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Rencana-jembatan-Selat-Sunda.jpg 1024w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Rencana-jembatan-Selat-Sunda-300x140.jpg 300w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Rencana-jembatan-Selat-Sunda-768x359.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>Jembatan Selat Sunda (Wiratman)<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Terdapat beberapa elemen yang perlu dipertimbangkan dalam kelayakan teknis, yaitu :<\/p>\n\n\n\n<ul><li><span class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\"><strong>Letak geografis proyek<\/strong> &#8211;<\/span> Letak geografis proyek memiliki peran strategis dan merupakan salah satu faktor kritis keberhasilan dalam investasi proyek<\/li><li><span class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\"><strong>Proses produksi, instalasi, dan bangunan penunjang<\/strong> &#8211;<\/span> Proses produksi, instalasi, dan bangunan penunjang sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang berdampak pada tersedianya berbagai alternatif pilihan teknologi proses dengan segala kelebihan dan kekurangan atau risikonya. <\/li><li><span class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\"><strong>Kapasitas instalasi &#8211;<\/strong><\/span> Kapasitas produksi berarti batas kemampuan instalasi produksi untuk menghasilkan produk atau barang atau manfaat. Perlu dipahami bahwa semakin besar kapasitas produksi akan semakin kecil biaya produksi, demikian sebaliknya. <\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Referensi :&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4045\"><strong>Buku Advanced and Effective Project Management<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><em>Untuk melihat daftar artikel \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=44\">Table of Content<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan konsultasi Project Management \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=3054\">Konsultasi<\/a><\/strong>.<\/em> <em>Daftar karya ada pada \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4873\">Innovation Gallery<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan daftar riset pada \u21d2&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4904\"><strong>Research Gallery<\/strong><\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kelayakan teknis memberi pengaruh pada analisis kelayakan lainnya terutama pada kelayakan pasar, kelayakan finansial, dan kelayakan konstruksi.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5214,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_s2mail":"yes","spay_email":""},"categories":[12,724,767,15],"tags":[4790,4801,4800,4802,4798,4799,785,4795,4792,4796,4793,4803,784,4791],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Technical-Feasibility-Studies.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5209"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5209"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5209\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7023,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5209\/revisions\/7023"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5214"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5209"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5209"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5209"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}