{"id":509,"date":"2011-03-07T14:29:35","date_gmt":"2011-03-07T14:29:35","guid":{"rendered":"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=509"},"modified":"2020-11-10T23:47:20","modified_gmt":"2020-11-10T23:47:20","slug":"green-construction-menghemat-kayu-untuk-bekisting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=509","title":{"rendered":"Menghemat Kayu Untuk Bekisting"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2011\/03\/new-forest06.jpg\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignleft size-thumbnail wp-image-511\" title=\"new-forest06\" src=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2011\/03\/new-forest06-150x150.jpg\" alt=\"\" width=\"150\" height=\"150\" \/><\/a>Kayu adalah material yang telah lama digunakan sebagai bahan bekisting untuk pekerjaan struktur beton bertulang. Sebagian besar kayu yang digunakan selama ini telah berperan merusak hutan. Hutan semakin lama semakin berkurang dengan cepat. Kayu pun semakin langka. Mari berhemat kayu&#8230;<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kayu Untuk Bekisting<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada pekerjaan proyek konstruksi terutama pekerjaan struktur beton bertulang, kayu diperlukan sebagai bahan utama pembuatan bekisting untuk membentuk dimensi beton. Bekisting ini akan membentuk dimensi elemen struktur kolom, balok, plat, dinding, listplank, dan lain-lain sesuai dengan dimensi rencana. Sejauh ini\u00a0 di Indonesia, material yang digunakan sebagai bekisting terutama adalah kayu. Kayu pada bekisting \u00a0digunakan sebagai konstruksi penahan beban sementara dan sebagai pembentuk dimensi atau permukaan elemen struktur beton bertulang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2011\/03\/formwork_A1_web1.jpg\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter  wp-image-513\" title=\"formwork_A1_web\" src=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2011\/03\/formwork_A1_web1.jpg\" alt=\"\" width=\"577\" height=\"397\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2011\/03\/formwork_A1_web1.jpg 448w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2011\/03\/formwork_A1_web1-300x206.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 577px) 100vw, 577px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kayu bekisting semakin lama semakin sulit untuk didapat. Penyebab utamanya adalah bahwa sumber bahan baku kayu bekisting yakni hutan semakin terbatas dan berkurang disamping kebutuhan akan kayu itu sendiri semakin hari semakin meningkat. Maraknya penebangan liar dan perubahan fungsi lahan menyebabkan luas hutan berkurang dengan cepat. Dampak lebih serius akibat berkurang dengan cepatnya hutan adalah pada pemanasan global (Global Warming).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Isu pemanasan global telah menjadi isu utama yang menyebabkan penggunaan sumber daya hutan untuk industri semakin tertekan. Akibatnya penggunaan kayu hasil hutan menjadi sangat dibatasi. Isu ini semakin lama akan semakin luas yang berarti pula pemanfaatan hasil hutan termasuk kayu untuk bekisting akan semakin sulit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Menghemat Kayu<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai salah satu langkah untuk mengurangi penggunaan kayu adalah dengan menghemat kayu itu sendiri. Berdasarkan pengalaman, langkah penghematan dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>A.\u00a0\u00a0 Perencanaan Bekisting. <\/strong> Untuk membuat bekisting harusnya dibuat suatu perencanaan yang baik. Perencanaan yang baik ini akan menghasilkan suatu kebutuhan akan kayu yang paling efisien. Pada bagian kayu yang menopang beban yang tidak besar, dapat digunakan jenis kayu yang sesuai.\u00a0 Kayu juga jangan sampai\u00a0 memikul beban melebihi kapasitasnya karena akan membuat kayu lebih cepat rusak. Kayu sebagai penopang beban akan direncanakan cukup memadai . Potongan-potongan kayu atau panel kayu akan direncanakan seseragam mungkin agar mengurangi pemotongan yang tidak efisien.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>B.\u00a0\u00a0 Metode Bekisting. <\/strong> Termasuk dalam metode bekisting ini adalah teknik untuk fabrikasi, memasang, membongkar, dan memasang kembali. Fabrikasi harusnya juga direncanakan dengan baik. Potongan kayu atau panel kayu harus dipotong sedemikian sisa material yang tidak terpakai atau <em>waste<\/em> sesedikit mungkin. Pemasangan kayu juga harus direncanakan gampang dibongkar agar kayu tidak cepat rusak. Pembongkaran bekisting harus dilakukan hati-hati agar kayu tidak cepat rusak sehingga umur pemakaian kayu dapat lebih panjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>C.\u00a0\u00a0 Reuse. <\/strong> Maksudnya adalah potongan kayu harus semaksimal mungkin dapat digunakan kembali. Potongan kayu yang rusak harus dicek apakah dapat dipergunakan kembali untuk ukuran yang lebih kecil dengan memotong bagian kecil dari potongan kayu tersebut. Begitu juga dengan panel kayu plywood.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>D.\u00a0\u00a0 Menggunakan kayu mutu tinggi. <\/strong>Saat ini banyak tersedia kayu dengan mutu lebih tinggi dan lebih tahan lama. Kayu tersebut tentu tidak gampang rusak. Sehingga dapat digunakan berulang kali dengan umur pemakaian yang lebih lama. Hampir semua produsen sistem bekisting seperti PCH, PERI, MESA, Ulma, dll memproduksi kayu ini. Walaupun biaya lebih mahal, namun dengan efisiensi pemakaian yang tinggi, tentu berpeluang untuk menjadi lebih murah secara keseluruhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>E.\u00a0\u00a0 Menggunakan sistem precast. <\/strong> Sistem precast adalah sistem pengecoran beton yang dilakukan di tempat yang lain, dimana beton tersebut kemudian baru dipasang ke lokasi struktur yang direncanakan. Sistem precast akan membuat penggunaan bekisting sangat irit. Hal ini disebabkan karena tidak dilakukan pembongkaran bekisting atau sedikit sekali dilakukan pembongkaran bekisting. Akibatnya bekisting menjadi sangat awet terlebih dengan perawatan yang memadai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>F.\u00a0\u00a0 Menggunakan plywood yang dilapisi polyfilm. <\/strong>Berdasarkan ada tidaknya lapisan pelindung permukaan, plywood dibagi atas dua jenis yaitu yang dilapisi oleh polyfilm dan yang tidak dilapisi polyfilm. Plywood yang dilapisi polyfilm memiliki keawetan yang lebih tinggi sehingga dapat digunakan berulang kali dan lebih lama dibandingkan yang tidak dilapisi polyfilm.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>G.\u00a0\u00a0 Perawatan Material Kayu. <\/strong> Kayu yang ada baik dalam bentuk stok maupun yang telah terpakai akan memiliki umur yang lebih panjang apabila dirawat dengan baik. Kayu sebaiknya dilindungi dari cuaca karena perubahan cuaca akan membuat kayu cepat lapuk.Perlindungan kayu terhadap cuaca dapat dilakukan dengan menempatkan kayu pada daerah terlindung dari panas matahari dan hujan misalnya dalam gudang atau melindungi tumpukan kayu dengan menggunakan terpal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>H.\u00a0\u00a0 Pengawetan Material Kayu. <\/strong> Pada bagian tertentu kayu bekisting seperti balok pikul, pada dasarnya menjadi bagian yang paling sering digunakan dan tidak mengalami kerusakan akibat proses bongkar pasang bekisting (mekanis). Balok pikul mungkin menjadi rusak hanya karena faktor cuaca ataupun faktor non-mekanis. Untuk itu dapat dilakukan pengawetan kayu bagian tertentu dari bekisting agar kayu lebih tahan lama. Pengawetan dapat dilakukan dengan merendam kayu ke dalam cairan khusus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>I.\u00a0\u00a0 Melakukan Redesign. <\/strong> Salah satu redesign yang menghasilkan penghematan kayu yang cukup besar adalah dengan melakukan redesign terhadap sistem pelat lantai. Secara konvensional, sistem pelat lantai dan bekistingnya akan terdiri dari bekisting pelat dan tulangan bawah lantai. Sistem tersebut dapat diredesign dengan menggunakan material pengganti spandeck, smartdeck, bondeck, dan sejenisnya. Material tersebut telah secara cerdas mengganti kebutuhan bekisting pelat dan tulangan beton pelat lantai sekaligus. Redesign lain yang berpotensi sering dapat dilakukan adalah dengan mengganti elemen\u00a0 struktural listplank yang kemudian akan berfungsi sebagai penutup plafon, dengan sistem plafond. Hal ini berarti tidak diperlukan lagi listplank sebagai struktur. Sistem struktur listplank akan diredesign menjadi elemen non-struktural.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>J.\u00a0\u00a0 Menggunakan material lain. <\/strong> Saat ini sudah mulai banyak dijumpai sistem bekisting tertentu yang sudah tidak menggunakan material kayu. Di Indonesia umumnya digunakan baja dalam bentuk pelat atau bentuk lain. Sistem bekisting kolom MESA atau disebut <em>Adjustable steel faced column form<\/em> merupakan bekisting yang menggunakan material baja. Sama sekali tidak menggunakan kayu dan sangat tahan lama hingga 400 kali pakai. Dengan jumlah kali pakai sangat sangat tinggi, tentu secara ekonomis akan lebih hemat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2011\/03\/Kolom-mesa-r.jpg\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-515\" title=\"Kolom mesa r\" src=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2011\/03\/Kolom-mesa-r.jpg\" alt=\"\" width=\"270\" height=\"357\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2011\/03\/Kolom-mesa-r.jpg 270w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2011\/03\/Kolom-mesa-r-226x300.jpg 226w\" sizes=\"(max-width: 270px) 100vw, 270px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Berdasarkan pengalaman dan pengamatan, faktor terbesar yang mungkin sangat berpengaruh dalam menghemat kayu adalah Perencanaan, Proses Pembongkaran bekisting yang hati-hati, review design, dan penggunaan material jenis lain. <\/em><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><sub><em>Untuk melihat daftar artikel \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=44\">Table of Content<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan konsultasi Project Management \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=3054\">Konsultasi<\/a><\/strong>.<\/em> <em>Daftar karya ada pada \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4873\">Innovation Gallery<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan daftar riset pada \u21d2&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4904\"><strong>Research Gallery<\/strong><\/a><\/em><\/sub><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kayu adalah material yang telah lama digunakan sebagai bahan bekisting untuk pekerjaan struktur beton bertulang. Sebagian besar kayu yang digunakan selama ini telah berperan merusak hutan. Hutan semakin lama semakin berkurang dengan cepat. Kayu pun semakin langka. Mari berhemat kayu&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_s2mail":"yes","spay_email":""},"categories":[3,122,50,194,161],"tags":[1288,1287,109,1290,123,126,125,1275,1289,1276,1281,1277,129,1286,1278,1283,1284,128,1282,1285,1280,130,127,124],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/509"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=509"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/509\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6414,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/509\/revisions\/6414"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=509"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=509"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=509"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}