{"id":4893,"date":"2020-10-11T11:53:13","date_gmt":"2020-10-11T11:53:13","guid":{"rendered":"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=4893"},"modified":"2020-11-15T03:03:54","modified_gmt":"2020-11-15T03:03:54","slug":"rekomendasi-monitoring-tools-strategi-organisasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=4893","title":{"rendered":"Rekomendasi Monitoring Tools Strategi Organisasi"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-justify\">Implementasi harus dimonitoring agar sukses. Berdasarkan perubahan yang konstan atas kondisi internal dan eksternal, manajer harus melakukan <em>review<\/em> kedua lingkungan seperti kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang baru yang mungkin muncul. Jika ini mempengaruhi organisasi, maka manajer harus melakukan tindakan korektif sesegera mungkin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Umumnya taktik diubah untuk memenuhi kondisi yang baru, kecuali jika perusahaan menghadapi perubahan lingkungan yang berbahaya. Mengukur kinerja adalah aktifitas pemantauan yang penting. Kinerja harus dapat diukur dan dapat dibandingkan. Jika tidak tercapai, maka manajer harus mengubah sistem <em>reward<\/em> dan memperkenalkan atau revisi kebijakan eksisting. Elemen kunci dalam pemantauan strategi adalah untuk mendapatkan informasi yang relevan pada waktu yang sesuai pada lingkungan yang berubah dan kinerja perusahaan dan jika diperlukan untuk mengambil tindakan perbaikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Terdapat banyak alat dan teknik dalam implementasi strategi yaitu <em>strategy evaluation framework<\/em>, <em>balanced scorecard<\/em>, Malcolm Baldrich, dan <em>benchmarking<\/em>. Penjelasan singkat atas beberapa alat dan teknik proses implementasi strategi adalah sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong><em>Strategy evaluation framework<\/em><\/strong><strong> \u2013 <\/strong>Konsekuensi implementasi proses <em>strategic-management<\/em> adalah keputusan signifikan dengan konsekuensinya jangka panjang. Kesalahan dalam pengambilan keputusan dapat menyebabkan dampak&nbsp; yang fatal yang seringkali sulit diperbaiki. Hal ini mendasari pentingnya melakukan evaluasi strategi secara periodik sebagai bagian dari sistem <em>early warning system<\/em> sebelum dampak menjadi lebih parah. Evaluasi strategi terdiri atas tiga aktivitas utama, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Memeriksa latar belakang yang menghasilkan strategi perusahaan,<\/li><li>Membandingkan hasil yang diharapkan dengan hasil yang aktual<\/li><li>Mengambil tindakan perbaikan untuk memastikan kinerja yang sesuai dengan rencana.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><em>Timely feedback<\/em> menjadi fondasi utama di dalam melakukan evaluasi yang efektif.&nbsp; &nbsp;<em>Strategy evaluation<\/em> merupakan tahapan yang kompleks dan sensitif. Terlalu sering melakukan evaluasi dapat menjadi <em>counterproductive<\/em>. Sehingga, periode evaluasi harus diatur sedemikian menjadi optimal. Gambar 1.13 adalah contoh dari kerangka evaluasi strategi (Fernando dan Silalahi).<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"744\" height=\"522\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Strategy-Monitoring.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4894\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Strategy-Monitoring.jpg 744w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Strategy-Monitoring-300x210.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 744px) 100vw, 744px\" \/><figcaption>Strategy Evaluation Framework<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong><em>Balanced scorecard<\/em> \u2013 <\/strong>Merupakan suatu metode dalam melakukan mengevaluasi strategi dengan memperhatikan empat faktor yaitu kinerja finansial, pengetahuan konsumen, proses bisnis internal, dan inovasi (<em>learning and growth<\/em>). Dengan metode evaluasi ini, semua faktor tersebut akan saling terkait sehingga dapat disinergikan. Gambar 1.14 berikut adalah model dari <em>Balanced Scorecard<\/em> (BSC).<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"742\" height=\"474\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Balanced-Scorecard.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4895\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Balanced-Scorecard.jpg 742w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Balanced-Scorecard-300x192.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 742px) 100vw, 742px\" \/><figcaption>Model Evaluasi Kinerja Balanced Scorecards<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Referensi :&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4045\"><strong>Buku Advanced and Effective Project Management<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><sub><em>Untuk melihat daftar artikel \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=44\">Table of Content<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan konsultasi Project Management \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=3054\">Konsultasi<\/a><\/strong>.<\/em> <em>Daftar karya ada pada \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4873\">Innovation Gallery<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan daftar riset pada \u21d2&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4904\"><strong>Research Gallery<\/strong><\/a><\/em><\/sub><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengukur kinerja adalah aktifitas pemantauan yang penting. Kinerja harus dapat diukur dan dapat dibandingkan. <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4896,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_s2mail":"yes","spay_email":""},"categories":[724,570],"tags":[3924,742,727,734,3925,3926,3928,711,741,740],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Strategy-Monitoring-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4893"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4893"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4893\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6886,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4893\/revisions\/6886"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4896"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4893"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4893"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4893"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}