{"id":4810,"date":"2020-10-11T04:28:35","date_gmt":"2020-10-11T04:28:35","guid":{"rendered":"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=4810"},"modified":"2020-11-15T23:27:04","modified_gmt":"2020-11-15T23:27:04","slug":"rekomendasi-tools-analisis-internal-untuk-strategy-generation","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=4810","title":{"rendered":"Rekomendasi Analysis Tools Untuk Strategy Generation"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-justify\">Analisis ini merupakan analisis yang menilai situasi pasar terkini termasuk menilai lingkungan eksternal dan internal organisasi dan analisa kompetitor. Terdapat banyak alat dan teknik dalam menganalisis situasi yaitu analisis PEST, analisis SWOT, kompetensi utama (<em>core competencies<\/em>), <em>critical success factors<\/em> (CSF\u2019s), Matriks <em>Internal Factors Evaluation<\/em> (IFE) dan <em>External Factors Evaluation<\/em> (EFE), <em>benchmarking<\/em>, analisis rasio keuangan, analisis rantai nilai (<em>value chain analysis<\/em>), dan lain-lain. Agar penggunaan alat dan teknik dapat efektif, maka perlu memahami prinsip dan tujuan penggunaan alat dan teknik tersebut untuk disesuaikan dengan kondisi dan tujuan yang ada.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>TOOLS #1 :<\/strong> <strong>Analisis PEST<\/strong> &#8211; Cara atau alat yang bermanfaat untuk meringkas berbagai kondisi lingkungan eksternal dalam operasi bisnis yang kompleks. PEST mengelompokkan kondisi lingkungan eksternal ke dalam empat kategori yaitu politik (<em>Political<\/em>), ekonomi (<em>Economy<\/em>), sosial (<em>Social<\/em>), dan teknologi (<em>Technology<\/em>). Hasil analisis ini harus ditindaklanjuti dengan pertimbangan bagaimana bisnis harus menghadapi pengaruh dari ke-empat kondisi lingkungan tersebut. Analisis ini berkembang menjadi PESTEL dimana dengan penambahan elemen Enviromental.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>TOOLS #2 :<\/strong> <strong>Analisis SWOT<\/strong> &#8211; Metode perencanaan strategis yang paling sering digunakan untuk mengevaluasi faktor-faktor internal berupa kekuatan (<em>strengths<\/em>), dan kelemahan (<em>weaknesses<\/em>), serta faktor-faktor eksternal berupa peluang (<em>opportunities<\/em>), dan ancaman (<em>threats<\/em>) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Terdapat empat jenis strategi hasil analisis SWOT, yaitu strategi SO (<em>Strengthness \u2013 Opportunity<\/em>), strategi WO (<em>Weakness \u2013 Opportunity<\/em>), strategi ST (<em>Strengthness \u2013 Threats<\/em>), dan strategi WT (<em>Weakness \u2013 Threats<\/em>). Hasil analisis ini berupa serangkaian strategi SO, WO, ST, dan WT. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Tidak semua strategi akan digunakan atau dilaksanakan bersamaan. Perlu dilakukan analisis lanjutan untuk memilih alternatif strategi yang terbaik atau yang perlu diprioritaskan berdasarkan keterbatasan-keterbatasan internal \u2013 eksternal dan dampak yang diharapkan. Model analisis SWOT diperlihatkan pada Tabel berikut<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"582\" height=\"458\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/SWOT-1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4811\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/SWOT-1.jpg 582w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/SWOT-1-300x236.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 582px) 100vw, 582px\" \/><figcaption>SWOT Analysis <\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>TOOLS #3 : <em>Critical Success Factors<\/em> (CSF\u2019s)<\/strong> &#8211; Merupakan sebuah strategi analisa yang membantu untuk mencapai tujuan dari perusahaan atau organisasi, termasuk faktor-faktor yang akan mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan pencapaian tujuan tersebut. CSF\u2019s dapat ditentukan jika objektif atau arah dan tujuan organisasi telah diidentifikasi. CSF\u2019s pada dasarnya adalah turunan dari visi organisasi. Visi organisasi diterjemahkan menjadi berbagai strategi. Lalu strategi diturunkan menjadi obyektif organisasi. CSF\u2019s diidentifikasi mengacu pada obyektif. Selanjutnya untuk mendukung CSF\u2019s, dibuat KPI\u2019s. Terakhir, untuk mencapai KPI\u2019s dihasilkan tindakan-tindakan yang perlu untuk dilakukan oleh organisasi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Memahami faktor kritis kesuksesan atau <em>critical success factors<\/em> (CSF\u2019s) adalah sangat penting dalam mencapai tujuan organisasi termasuk dalam konteks ini adalah manajemen proyek. Agar efektif, suatu <em>critical success factors<\/em> harus memenuhi beberapa syarat, yaitu :<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Bersifat vital bagi kesuksesan organisasi.<\/li><li>Memberi manfaat pada organisasi secara keseluruhan.<\/li><li>Satu arti dengan tujuan utama.<\/li><li>Terkait secara langsung dengan strategi organisasi.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"> Tabel berikut menjelaskan teknik identifikasi CSF\u2019s.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"776\" height=\"617\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Teknik-Identifikasi-CSFs.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4812\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Teknik-Identifikasi-CSFs.jpg 776w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Teknik-Identifikasi-CSFs-300x239.jpg 300w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Teknik-Identifikasi-CSFs-768x611.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 776px) 100vw, 776px\" \/><figcaption> Teknik Identifikasi CSF&#8217;s<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>TOOLS #4 : Matriks <em>Internal Factors Evaluation<\/em> (IFE) dan <em>External Factors Evaluation<\/em> (EFE)<\/strong> &#8211; Merupakan matrik portofolio produk yang memetakan posisi bisnis dalam diagram skematik dalam sembilan sel. Matrik ini disusun berdasarkan dua dimensi, yaitu total terbobot dari matrik IFE (<em>Internal Factor Evaluation<\/em>) pada sumbu horisontal dan nilai terbobot dari matrik EFE (<em>External Factor Evaluation<\/em>) pada sumbu vertikal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Matrik IFE digunakan untuk mengevaluasi faktor-faktor internal untuk melihat kekuatan dan kelemahan utama perusahaan terhadap fungsi-fungsi bisnisnya. Sedangkan matrik EFE memungkinkan perencana strategi untuk mengevaluasi faktor-faktor eksternal seperti : ekonomi, politik, sosial, teknologi dan kondisi persaingan. Analisa ini mempunyai skala 100 hingga 400 atau 0,0 hingga 4,0 pada setiap sumbu. Adapun contoh perhitungan IFE dapat dilihat pada Tabel berikut<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"587\" height=\"335\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/IFE-example.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-4813\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/IFE-example.png 587w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/IFE-example-300x171.png 300w\" sizes=\"(max-width: 587px) 100vw, 587px\" \/><figcaption>Contoh Perhitungan IFE<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Hasil analisis IFE akan dilanjutkan dengan suatu rekomendasi, seperti yang terlihat pada contoh di bawah ini<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"623\" height=\"418\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/IFE-rekomendasi.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-4814\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/IFE-rekomendasi.png 623w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/IFE-rekomendasi-300x201.png 300w\" sizes=\"(max-width: 623px) 100vw, 623px\" \/><figcaption>Contoh Rekomendasi Hasil Analisis IFE<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Pada tiap sel, telah direkomendasikan strategi bagi perusahaan atau organisasi dimana terdapat tiga rekomendasi strategi penting, yaitu :<\/p>\n\n\n\n<ul><li><strong>Tumbuh dan Membangun (<em>Grow and Built<\/em>) <\/strong>&#8211; Strategi yang dilakukan adalah penetrasi pasar, pengembangan pasar, pengembangan produk, integrasi kebelakang, integrasi ke depan, dan integrasi horisontal.<\/li><li><strong>Bertahan dan Menjaga (<em>Hold and Maintain<\/em>)<\/strong> &#8211; Strategi yang dilakukan adalah penetrasi pasar dan pengembangan produk. <\/li><li><strong>Melepas atau Divestasi (<em>Harvest or Divest<\/em>)<\/strong> &#8211; Strategi yang dilakukan adalah likuidasi atau divestasi.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>TOOLS #5 : <em>Value chain analysis<\/em>&nbsp; \u2013 <\/strong>Suatu analisa untuk mengidentifikasi rantai proses apa yang paling memberikan nilai dalam seluruh proses organisasi. Model <em>value chain analysis<\/em> ditunjukkan pada Gambar berikut :<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"736\" height=\"485\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Value-Chain-Analysis.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4815\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Value-Chain-Analysis.jpg 736w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Value-Chain-Analysis-300x198.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 736px) 100vw, 736px\" \/><figcaption>Model Value Chain Analysis<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Metode analisis ini merupakan salah satu kunci keberhasilan perusahaan kelas dunia seperti Google, Microsoft, Apple dan juga Unilever. Mereka mengidentifikasi <em>key people<\/em> mereka berdasarkan hasil analisis tersebut (programmer untuk Google dan Micorosoft; desainer produk untuk Apple; dan <em>marketing<\/em> serta distribution people untuk Unilever).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Keseluruhan tools yang dijelaskan diatas akan menjadi kurang efektif apabila dalam proses review oleh senior management dalam suatu perusahaan dianggap tidak relevan. Sehingga perlu kembali melakukan review atas proses analisis dengan menggunakan analysis tools tersebut. Hal ini karena apapun analysis tools, perlu data yang lengkap dan apa adanya yang dilakukan dengan analisis basis pemikiran rasional yang kuat (bukan persepsi \/ opini semata).<\/p>\n\n\n\n<p>Referensi :&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4045\">Buku Advanced and Effective Project Management<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><em>Untuk konsultasi Project Management, klik\u00a0<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=3054\">Konsultasi<\/a><\/strong>. Untuk melihat lengkap seluruh judul artikel, klik\u00a0<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=44\">Table of Content<\/a><\/strong><\/em><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hal ini karena apapun analysis tools, perlu data yang lengkap dan apa adanya yang dilakukan dengan analisis basis pemikiran rasional yang kuat (bukan persepsi \/ opini semata).<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4816,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_s2mail":"yes","spay_email":""},"categories":[724,570],"tags":[4630,4629,4631,4634,732,731,727,4632,730,4635,4628,277,4636,733],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Internal-Analysis.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4810"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4810"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4810\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7006,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4810\/revisions\/7006"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4816"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4810"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4810"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4810"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}