{"id":4800,"date":"2020-10-11T00:04:56","date_gmt":"2020-10-11T00:04:56","guid":{"rendered":"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=4800"},"modified":"2020-11-15T23:22:13","modified_gmt":"2020-11-15T23:22:13","slug":"langkah-langkah-manajemen-stratejik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=4800","title":{"rendered":"Langkah-Langkah Manajemen Stratejik"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-justify\">Berdasarkan model manajemen stratejik yang telah diberikan pada artikel sebelumnya, berikut ini adalah penjelasan singkat tiap langkah manajemen stratejik. Penjelasan akan disertai dengan informasi mengenai alat dan teknik yang sering digunakan pada tiap langkah.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"595\" height=\"390\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/MODEL-MANAJEMEN-STRATEJIK-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-4801\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/MODEL-MANAJEMEN-STRATEJIK-1.png 595w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/MODEL-MANAJEMEN-STRATEJIK-1-300x197.png 300w\" sizes=\"(max-width: 595px) 100vw, 595px\" \/><figcaption>Model dan Langkah-Langkah Manajemen Stratejik (David &#8211; 2009)<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p><strong>LANGKAH #1<\/strong> : <strong>Menentukan dan mengembangkan visi dan misi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Visi adalah tujuan akhir organisasi yang memberikan arah bagi para anggota organisasi. Sedangkan misi organisasi mengidentifikasi alasan utama atau tujuan organisasi. Misi menjelaskan bisnis perusahaan yang menginformasikan kepada <em>stakeholder<\/em> mengenai produk, pelanggan, pasar, <em>value<\/em>, pertimbangan pada opini publik dan karyawan. Misi membuat setiap orang dalam organisasi akan fokus. Misi yang lebih spesifik akan memberikan hasil lebih baik karena lebih fokus. Pernyataan misi jarang berubah, namun dapat diubah jika ada pergeseran atau perubahan bisnis. Adapun beberapa contoh visi pada beberapa perusahaan kelas dunia yaitu : \u201cInspire the world, Create the Future\u201d \u2013 Samsung, \u201cWe believe in what people make possible\u201d \u2013 Microsoft, \u201cWe are committed to delivering extraordinary results\u201d \u2013 Bechtel.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>LANGKAH #2 : Analisis Situasi (<em>Situation Analysis<\/em>)<\/strong> \u2013 Analisis ini merupakan analisis yang menilai situasi pasar terkini termasuk menilai lingkungan eksternal dan internal organisasi dan analisa kompetitor. Terdapat banyak alat dan teknik dalam menganalisis situasi yaitu analisis PEST, analisis SWOT, kompetensi utama (<em>core competencies<\/em>), <em>critical success factors<\/em> (CSF\u2019s), Matriks <em>Internal Factors Evaluation<\/em> (IFE) dan <em>External Factors Evaluation<\/em> (EFE), <em>benchmarking<\/em>, analisis rasio keuangan, analisis rantai nilai (<em>value chain analysis<\/em>), dan lain-lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>LANGKAH #3 :<\/strong> <strong>Menentukan tujuan dan sasaran jangka panjang<\/strong> \u2013 Sasaran menterjemahkan misi organisasi ke dalam istilah-istilah yang spesifik, konkret, dan dapat diukur. Sasaran organisasi menetapkan target berupa arah, tujuan, dan waktu untuk semua level organisasi. Sasaran dapat mencakup pasar, produk, inovasi, produktifitas, kualitas, finansial, profitabilitas, karyawan, dan konsumen. Sasaran sebaiknya memiliki kerangka waktu, dapat diukur, dan realistis atau memenuhi kriteria SMART (<em>Spesific, Measurable, Achievable, Relevant, Time Bound<\/em>) seperti yang terlihat pada Gambar 1.6.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>LANGKAH #4 : Menganalisis dan merumuskan strategi (<em>Strategy Formulation<\/em>)<\/strong> \u2013 Merupakan formulasi obyektif jangka panjang yang mengindikasi tujuan yang dapat meningkatkan posisi daya saing perusahaan dalam waktu yang lama. Ini seperti arah untuk pemilihan strategi yang spesifik. Rumusan strategi mencakup menentukan dan mengevaluasi berbagai alternatif yang mendukung sasaran organisasi dan memilih alternatif terbaik. Analisis ini disebut analisis SWOT yang menghasilkan berbagai strategi dalam alternatif portofolio yang akan dibandingkan dengan portofolio saat ini dan sumber daya yang tersedia. Selanjutnya dipilih strategi yang mendukung misi utama dan sasaran organisasi. Perumusan strategi berakhir dengan merinci sasaran atau tugas yang telah diberikan pada berbagai divisi, departemen, atau individu dalam organisasi. Terdapat tiga level strategi, yaitu : <strong>Strategi level bisnis<\/strong> &#8211; Tipe strategi ini digunakan saat SBU (<em>Strategic Business Unit<\/em>), divisi atau perusahaan menengah atau kecil memilih strategi untuk hanya satu produk yang dijual pada satu pasar. <strong><em>Strategi level korporasi &#8211;<\/em> <\/strong>Pada level ini, <em>top management<\/em> pada perusahaan induk memilih produk mana yang akan dijual, pasar mana yang dimasuki, akuisisi atau <em>merger<\/em>. Mereka memilih diantara strategi integrasi, intensif, diversifikasi, dan defensif. <strong><em>Strategi internasional atau global &#8211;<\/em><\/strong> Pada level ini, strategi adalah membentuk atau menciptakan pasar, bagaimana masuk, dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>LANGKAH #5 :<\/strong> <strong>Implementasi strategi (<em>Strategy Implementation<\/em>) melalui berbagai proyek<\/strong> \u2013 Implementasi menjawab pertanyaan bagaimana strategi akan direalisasi dengan ketersediaan sumberdaya yang ada. Implementasi mengharuskan tindakan dan penyelesaian berbagai tugas. Penyelesaian tugas kerap kali erat kaitannya dengan proyek dengan misi kritis. Rencana strategis harus dilaksanakan untuk menghasilkan keuntungan daya saing bagi perusahaan. Pada tahap ini, keahlian manajerial lebih diperlukan dari pada analisis. Komunikasi dalam implementasi strategi adalah sangat penting untuk mendapat dukungan dari semua organisasi untuk implementasi yang efektif. Implementasi strategi harus memperhatikan beberapa hal penting, yaitu : Alokasi sumberdaya (seperti dana, orang, talenta manajemen, keterampilan teknis dan manajerial, dan peralatan), implementasi mengharuskan organisasi secara formal dan informal menyediakan dan mendukung strategi dan proyek, harus ada perencanaan dan sistem kendali untuk berbagai aktifitas proyek tertentu yang diperlukan untuk memastikan bahwa strategi dilakukan secara efektif, memotivasi pendukung proyek, dan prioritas proyek.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>LANGKAH 6 : Monitoring strategi (<em>Strategy Monitoring<\/em>)&nbsp; &#8211; <\/strong>Implementasi harus dimonitoring agar sukses. Berdasarkan perubahan yang konstan atas kondisi internal dan eksternal, manajer harus melakukan <em>review<\/em> kedua lingkungan seperti kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang baru yang mungkin muncul. Jika ini mempengaruhi organisasi, maka manajer harus melakukan tindakan korektif sesegera mungkin. Umumnya taktik diubah untuk memenuhi kondisi yang baru, kecuali jika perusahaan menghadapi perubahan lingkungan yang berbahaya. Mengukur kinerja adalah aktifitas pemantauan yang penting. Kinerja harus dapat diukur dan dapat dibandingkan. Jika tidak tercapai, maka manajer harus mengubah sistem <em>reward<\/em> dan memperkenalkan atau revisi kebijakan eksisting. Elemen kunci dalam pemantauan strategi adalah untuk mendapatkan informasi yang relevan pada waktu yang sesuai pada lingkungan yang berubah dan kinerja perusahaan dan jika diperlukan untuk mengambil tindakan perbaikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Referensi :&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4045\">Buku Advanced and Effective Project Management<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><em>Untuk konsultasi Project Management, klik\u00a0<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=3054\">Konsultasi<\/a><\/strong>. Untuk melihat lengkap seluruh judul artikel, klik\u00a0<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=44\">Table of Content<\/a><\/strong><\/em><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berdasarkan model manajemen stratejik yang telah diberikan pada artikel sebelumnya, berikut ini adalah penjelasan singkat tiap langkah manajemen stratejik. Penjelasan akan disertai dengan informasi mengenai alat dan teknik yang sering digunakan pada tiap langkah. LANGKAH #1 : Menentukan dan mengembangkan visi dan misi Visi adalah tujuan akhir organisasi yang memberikan arah bagi para anggota organisasi. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4804,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_s2mail":"yes","spay_email":""},"categories":[724,570],"tags":[4620,4625,4618,727,4619,4627,4615,4617,4626,4622,2596,4621,4624,738,740],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/strategic-management-process-steps.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4800"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4800"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4800\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7005,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4800\/revisions\/7005"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4804"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4800"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4800"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4800"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}