{"id":3999,"date":"2016-12-12T11:02:35","date_gmt":"2016-12-12T11:02:35","guid":{"rendered":"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=3999"},"modified":"2020-11-15T16:21:20","modified_gmt":"2020-11-15T16:21:20","slug":"potensi-implikasi-mea-dan-rekomendasinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=3999","title":{"rendered":"Potensi Implikasi MEA dan Rekomendasinya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Gong pemberlakuan MEA telah ditabuh hampir setahun yang lalu. Hal ini berarti intensitas perdagangan bebas kawasan ASEAN\u00a0akan semakin tinggi. Industri konstruksi yang belum memiliki maturitas yang memadai, akan terkena dampaknya. Bagaimana strategi menghadapinya?<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">A.<\/span> <\/strong><strong><span style=\"color: #000000;\">Sejarah dan Tujuan MEA <\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) atau ASEAN <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">Economic Community<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> (AEC) merupakan realisasi pasar bebas yang dilaksanakan oleh negara-negara Asia Tenggara diantaranya, Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Myanmar, Vietnam, Laos, Kamboja dan Indonesia. Pelaksanaan MEA telah dirintis cukup lama yaitu sejak tahun 1976 dimana telah dibuat <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">Industrial Project Plan<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> dan berlanjut hingga saat ini. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Secara umum, Masyarakat Ekonomi ASEAN diartikan sebagai sebuah masyarakat yang saling terintegrasi satu sama lain yaitu antara negara yang satu dengan negara yang lain dalam lingkup ASEAN. Perdagangan bebas diantara negara-negara anggota ASEAN yang telah disepakati bersama antara pemimpin-pemimpin negara-negara ASEAN bertujuan untuk mengubah ASEAN menjadi kawasan yang lebih stabil, makmur dan kompetitif dalam pembangunan ekonomi. MEA dilandaskan pada empat pilar, yaitu :<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Menjadikan ASEAN sebagai pasar tunggal dan pusat produksi. <\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Menjadi kawasan ekonomi yang kompetitif. <\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Menciptakan pertumbuhan ekonomi yang seimbang.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Integrasi ke ekonomi global.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Adapun dampak positif atau manfaat yang diharapkan dari Masyarakat Ekonomi ASEAN pada dasarnya adalah sebagai berikut :<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Arus investasi<\/span><\/strong><span style=\"color: #000000;\"> &#8211; Masyarakat Ekonomi ASEAN akan mendorong arus investasi dari luar masuk ke dalam negeri yang akan menciptakan <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">multiplier effect<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> dalam berbagai sektor khususnya dalam bidang pembangunan ekonomi.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Pasar tunggal<\/span><\/strong><span style=\"color: #000000;\"> &#8211; Kondisi pasar yang satu (pasar tunggal) membuat kemudahan dalam hal pembentukan <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">joint venture<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> (kerjasama) antara perusahaan-perusahaan diwilayah ASEAN sehingga akses terhadap bahan produksi semakin mudah.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Pasar yang besar<\/span><\/strong><span style=\"color: #000000;\"> &#8211; Pasar Asia Tenggara merupakan pasar besar yang begitu potensial dan juga menjanjikan dengan luas wilayah sekitar 4,5 juta kilometer persegi dan jumlah penduduk yang mencapai 600 juta jiwa.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Kecepatan <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">sharing<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> sumber daya<\/span><\/strong><span style=\"color: #000000;\"> &#8211; MEA memberikan peluang kepada negara-negara anggota ASEAN dalam hal meningkatkan kecepatan perpindahan sumber daya manusia dan modal yang merupakan dua faktor produksi yang sangat penting.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Transfer teknologi<\/span><\/strong><span style=\"color: #000000;\"> &#8211; Khusus untuk bidang teknologi, diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN ini menciptakan adanya transfer teknologi dari negara-negara maju ke negara-negara berkembang yang ada di wilayah Asia Tenggara.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">B.<\/span> <\/strong><strong><span style=\"color: #000000;\">Potensi Implikasi Pelaksanaan MEA Pada Industri Jasa Konstruksi dan Rekomendasinya<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Dengan dimulainya MEA maka setiap negara anggota ASEAN harus meleburkan batas teritori dalam sebuah pasar bebas. MEA akan menyatukan pasar setiap negara dalam kawasan menjadi pasar tunggal. Terdapat setidaknya tiga ketentuan dari MEA yang penting bagi industri konstruksi Indonesia untuk diketahui dalam rangka peningkatan daya saing perusahaan atau organisasi. Tabel berikut menjelaskan ketentuan, kondisi eksisting, dan potensi implikasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Tabel <\/span><\/strong><span style=\"color: #000000;\">Ketentuan MEA, Kondisi Sekarang, dan Potensi Implikasi<\/span><\/p>\n<table border=\"1\" width=\"787\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\">\n<tbody>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"270\"><strong>Ketentuan Utama<\/strong><\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"263\"><strong>Kondisi Sekarang<\/strong><\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"255\"><strong>Potensi Implikasi<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"270\"><span style=\"color: #000000; font-family: Wingdings;\">\u00a7<\/span> <span style=\"color: #000000;\">Badan Usaha Jasa Konstruksi Asing yang akan melakukan usaha jasa konstruksi di Indonesia harus bekerja sama dengan Badan Usaha Jasa Konstruksi Nasional yang berkualifikasi besar dalam bentuk <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">Joint Operation<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> (JO) atau <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">Joint Venture <\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">(JV) dengan penyertaan modal maksimal 70%<\/span><\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"263\"><span style=\"color: #000000; font-family: Wingdings;\">\u00a7<\/span> <span style=\"color: #000000;\">Pasar Konstruksi Indonesia adalah yang terbesar di ASEAN<\/span>\u00a0\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000; font-family: Wingdings;\">\u00a7<\/span> <span style=\"color: #000000;\">Tingkat kompetisi konstruksi Indonesia termasuk yang tertinggi di ASEAN<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000; font-family: Wingdings;\">\u00a7<\/span> <span style=\"color: #000000;\">Kemampuan pengelolaan (manajemen) pelaksanaan konstruksi Indonesia masih rendah<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"255\"><span style=\"color: #000000; font-family: Wingdings;\">\u00a7<\/span> <span style=\"color: #000000;\">Banyak BUJKA yang akan masuk ke pasar konstruksi Indonesia.<\/span>\u00a0\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000; font-family: Wingdings;\">\u00a7<\/span> <span style=\"color: #000000;\">Tingkat persaingan pasar konstruksi Indonesia semakin tinggi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000; font-family: Wingdings;\">\u00a7<\/span> <span style=\"color: #000000;\">Proyek-proyek berskala besar akan didapat oleh BUJKA. BUJKN diperkirakan hanya menguasai proyek berskala menengah ke bawah.<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"270\"><span style=\"color: #000000; font-family: Wingdings;\">\u00a7<\/span> <span style=\"color: #000000;\">Tenaga kerja jasa konstruksi asing dibatasi pada level direktur, manager dan <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">expert<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">. <\/span>\u00a0\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000; font-family: Wingdings;\">\u00a7<\/span> <span style=\"color: #000000;\">SDM jasa konstruksi harus memenuhi <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">mutual recognition arrangement<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> (MRA) atau pengaturan pengakuan kesetaraan.<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"263\"><span style=\"color: #000000; font-family: Wingdings;\">\u00a7<\/span> <span style=\"color: #000000;\">SDM jasa konstruksi Indonesia level manajer ke atas masih sedikit yang mampu memenuhi syarat dari MRA<\/span>\u00a0\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000; font-family: Wingdings;\">\u00a7<\/span> <span style=\"color: #000000;\">SDM Jasa Konstruksi ASEAN terutama Singapura dan Malaysia sudah banyak yang mampu memenuhi syarat MRA<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000; font-family: Wingdings;\">\u00a7<\/span> <span style=\"color: #000000;\">Indonesia memiliki jumlah tenaga kerja di bawah level manajer yang paling banyak terutama buruh<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"255\"><span style=\"color: #000000; font-family: Wingdings;\">\u00a7<\/span> <span style=\"color: #000000;\">SDM jasa konstruksi Indonesia level manajer ke atas akan sulit bersaing ke negara ASEAN bahkan akan menghadapi kompetisi yang sangat tinggi di Indonesia<\/span>\u00a0\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000; font-family: Wingdings;\">\u00a7<\/span> <span style=\"color: #000000;\">SDM jasa konstruksi Indonesia cenderung hanya mengisi posisi bawah hingga tenaga kerja kasar<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada Tabel di atas terlihat bahwa dengan kemampuan kapitalisasi dan <em><span style=\"font-family: Palatino Linotype;\">project management maturity level<\/span><\/em> serta SDM BUJKA yang lebih unggul, maka akan berdampak yang negatif bagi perusahaan jasa konstruksi di Indonesia terutama pada aspek daya saing. Kondisi ini pada dasarnya sudah mulai terasa beberapa tahun sebelum pelaksanaan MEA pada 2016 dan tentu akan semakin terasa setelah tahun 2016.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan melihat kondisi eksisting yang ada, pada dasarnya ketentuan MEA atas industri konstruksi akan membuat perusahaan konstruksi Indonesia dan SDM-nya akan menghadapi persaingan yang sangat berat. Maka dari itu industri jasa konstruksi Indonesia perlu melakukan langkah-langkah strategis terutama yang terkait dengan peningkatan kompetensi SDM agar memiliki daya saing yang tinggi dalam menghadapi MEA.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemampuan bersaing dan kinerja proyek akan bertumpu pada seberapa efektif sistem manajemen proyek pada perusahaan jasa konstruksi. Hal ini karena faktor sukses kritis kemampuan manajemen proyek merupakan faktor utama kemampuan bersaing , dimana terdapat delapan faktor kritis bagi perusahaan jasa konstruksi untuk dapat bersaing dengan baik pada era globalisasi, yaitu :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keseluruhan faktor kritis tersebut sangat penting untuk diperhatikan dan dijadikan pertimbangan dalam menentukan langkah-langkah strategis oleh perusahaan jasa konstruksi di Indonesia pada era MEA. Dengan mempertimbangkan kondisi <em><span style=\"font-family: Palatino Linotype;\">project management maturity<\/span><\/em> perusahaan jasa konstruksi di Indonesia yang masih rendah dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya, maka faktor utama ini tentu harus menjadi prioritas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan berbagai referensi, untuk siap dalam menghadapi persaingan yang tinggi pada masa pemberlakuan MEA, industri jasa konstruksi harus meningkatkan daya saing (<em><span style=\"font-family: Palatino Linotype;\">competitiveness<\/span><\/em>) yang dengan melaksanakan beberapa langkah yang strategis yang direkomendasikan &#8211; yang merujuk pada Tabel di atas, yaitu :<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Peningkatan kompetensi manajemen proyek konstruksi <\/strong>\u2013 Hal ini untuk diimplementasikan terutama pada <em><span style=\"font-family: Palatino Linotype;\">site management, cost management, quality management, time management, contract management, <\/span><\/em>dan<em><span style=\"font-family: Palatino Linotype;\"> risk management, <\/span><\/em>serta<em><span style=\"font-family: Palatino Linotype;\"> supply chain management<\/span><\/em>. Peningkatan kompetensi dapat dilakukan dengan cara peningkatan kualitas pelatihan manajemen proyek dan sertifikasi.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Peningkatan <em><span style=\"font-family: Palatino Linotype;\">project management maturity level<\/span><\/em><\/strong> \u2013 Peningkatan ini harus dilakukan di tingkat organisasi pada perusahaan jasa konstruksi secara konsisten<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Optimasi struktur organisasi<\/strong> &#8211; Memperbaiki struktur organisasi proyek dan perusahaan konstruksi yang lebih efektif namun ramping agar efisien dan sesuai dengan kebutuhan industrinya seperti penerapan organisasi spesialisasi untuk meningkatkan kompetensi dan efisiensi.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Meningkatkan kapasitas sumber daya<\/strong> \u2013 Hal ini terutama bagi perusahaan jasa konstruksi khususnya sumber daya manusia dengan berbagai mengikuti berbagai sertifikasi yang dibutuhkan dan peningkatan aktivitas dan kualitas pelatihan.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Meningkatkan kemampuan berinovasi<\/strong> \u2013 Kemampuan inovasi dapat meningkat dengan membuat sistem manajemen inovasi yang handal pada perusahaan jasa konstruksi secara kolaboratif dengan berbagai pihak seperti kampus dan vendor.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Meningkatkan kualitas <em><span style=\"font-family: Palatino Linotype;\">business process<\/span><\/em><\/strong> \u2013 Hal ini bertujuan agar proses bisnis dapat lebih efektif dan efisien seperti menggunakan aplikasi ERP (<em><span style=\"font-family: Palatino Linotype;\">Enterprise Resources Planning<\/span><\/em>) yang sesuai dan terbukti aplikatif untuk perusahaan jasa konstruksi.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Peningkatan kapasitas modal<\/strong> &#8211; Diperlukan peningkatan kemampuan sumber daya keuangan dengan berbagai cara seperti mendapatkan modal murah dengan <em><span style=\"font-family: Palatino Linotype;\">Initial Public Offering<\/span><\/em> (IPO), <em><span style=\"font-family: Palatino Linotype;\">right issue<\/span><\/em>, penerbitan obligasi, dan strategi keuangan lainnya.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Menjalankan strategi daya saing spesifik<\/strong> \u2013 Strategi ini harus tepat yang sesuai dengan situasi perusahaan dan kondisi industri konstruksi Indonesia.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Collaborative<\/em><\/strong> \u2013 Langkah ini dilakukan dengan meningkatkan hubungan yang kolaboratif dan saling menguntungkan dengan berbagai pihak seperti <em><span style=\"font-family: Palatino Linotype;\">pemilik<\/span><\/em>, subkontraktor, supplier, pemerintah, dan publik. Sebagai contoh adalah membuat kerja sama jangka panjang yang strategis (<em><span style=\"font-family: Palatino Linotype;\">long-term strategic partnership<\/span><\/em>) dengan vendor, pelatihan tenaga kerja untuk lebih trampil, dan strategi lainnya.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Meningkatkan strategi <em><span style=\"font-family: Palatino Linotype;\">bidding<\/span><\/em><\/strong> &#8211; seperti penerapan <em><span style=\"font-family: Palatino Linotype;\">front-end loading<\/span><\/em> pada kasus tertentu yang dinilai sesuai dan strategi lainnya.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Meningkatkan kemampuan <em><span style=\"font-family: Palatino Linotype;\">marketing<\/span><\/em><\/strong> \u2013 Langkah ini dilakukan dengan mendapatkan akses informasi yang lebih baik, riset <em><span style=\"font-family: Palatino Linotype;\">intelligent marketing<\/span><\/em> atau riset prediksi proyek potensial yang lebih intensif dan akurat, dan strategi lainnya.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Meningkatkan kemampuan teknologi<\/strong> \u2013 Teknologi memungkinkan konstruksi yang lebih baik dimana lebih efisien, lebih cepat, dan dengan mutu yang baik.<\/div>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/p>\n\n\n<p>Referensi :&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4045\"><strong>Buku Advanced and Effective Project Management<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><sub><em>Untuk melihat daftar artikel \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=44\">Table of Content<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan konsultasi Project Management \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=3054\">Konsultasi<\/a><\/strong>.<\/em> <em>Daftar karya ada pada \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4873\">Innovation Gallery<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan daftar riset pada \u21d2&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4904\"><strong>Research Gallery<\/strong><\/a><\/em><\/sub><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gong pemberlakuan MEA telah ditabuh hampir setahun yang lalu. Hal ini berarti intensitas perdagangan bebas kawasan ASEAN\u00a0akan semakin tinggi. Industri konstruksi yang belum memiliki maturitas yang memadai, akan terkena dampaknya. Bagaimana strategi menghadapinya?<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_s2mail":"yes","spay_email":""},"categories":[194,12],"tags":[4398,4399,649,4403,703,4416,4407,4400,4411,4405,4396,508,4394,4395,4404,4397],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3999"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3999"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3999\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6977,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3999\/revisions\/6977"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3999"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3999"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3999"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}