{"id":3988,"date":"2016-12-12T09:59:46","date_gmt":"2016-12-12T09:59:46","guid":{"rendered":"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=3988"},"modified":"2020-11-15T02:43:48","modified_gmt":"2020-11-15T02:43:48","slug":"manajemen-proyek-secara-stratejik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=3988","title":{"rendered":"Manajemen Proyek Secara Stratejik"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Manajemen proyek secara stratejik yang diusulkan dalam pembahasan\u00a0ini adalah implementasi beberapa konsep manajemen stratejik pada aspek-aspek tertentu yang bersifat makro yang ada dalam manajemen proyek. Apa saja?<!--more--><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Beberapa konsep manajemen stratejik yang dapat diterapkan pada manajemen proyek diantaranya antara lain:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/p>\n<ul>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Visi dan misi proyek (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">project\u2019s vision and mission<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">)<\/span><\/strong><span style=\"color: #000000;\"> \u2013 Visi proyek merupakan tujuan akhir atau umum suatu proyek dalam waktu yang sesuai dengan masa hidup proyek. Sedangkan misi proyek adalah cara dan langkah yang harus dilakukan dalam rangka mencapai visi proyek.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Faktor lingkungan perusahaan (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">enterprise environmental factors<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">) <\/span><\/strong><span style=\"color: #000000;\">\u2013 Merupakan semua faktor-faktor yang dianggap mempengaruhi perencanaan dan pelaksanaan proyek. Faktor-faktor ini dapat berasal dari internal maupun eksternal proyek. Faktor ini dapat dikembangkan sebagai <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">critical success factors<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> (CSF\u2019s).<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Strategi-strategi manajemen proyek makro (macro <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">project management strategies<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">) \u2013 <\/span><\/strong><span style=\"color: #000000;\">Merupakan serangkaian strategi-strategi yang bersifat makro yang diperlukan dalam proses perencanaan proyek yang berdasarkan analisis situasi proyek.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">A.<\/span> <\/strong><strong><span style=\"color: #000000;\">VISI &#8211; MISI PROYEK<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Visi adalah cita-cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai dalam masa depan oleh seluruh anggota, yang diungkapkan dalam bentuk sederhana namun dapat membangkitkan inspirasi, bersifat umum dan filosofis, yang dibuat melalui suatu renungan yang dalam dan sebaiknya merupakan aspirasi organisasi. Sedangkan misi adalah alasan mendasar eksistensi suatu organisasi dan merupakan penegasan serta penjabaran visi yang merupakan pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan dan dapat menjadi garis besar jalan oleh organisasi dalam mencapai visi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Dengan memperhatikan bahwa tim proyek merupakan suatu organisasi kecil di bawah organisasi induk suatu perusahaan atau organisasi yang lebih besar, maka terdapat beberapa alasan terkait perlunya visi dan misi dalam pengelolaan proyek :<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Tujuan proyek yang sejalan dengan tujuan organisasi induk<\/span><\/strong><span style=\"color: #000000;\"> \u2013 Visi dan misi suatu organisasi atau perusahaan harus dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh elemen organisasi tersebut. Organisasi proyek yang merupakan bagian dari organisasi induk, juga harus memahami dan melaksanakan visi dan misi organisasi induk. Visi dan misi organisasi proyek merupakan turunan dari visi dan misi organisasi induk.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Kebutuhan petunjuk utama proyek<\/span><\/strong><span style=\"color: #000000;\"> &#8211; Proyek penuh dengan kompleksitas dan risiko serta masalah yang melibatkan berbagai disiplin ilmu dalam pelaksanaannya dalam rangka mencapai tujuannya dalam aspek biaya, mutu, dan waktu. Sudah tentu ini akan memunculkan variabel yang cukup kompleks dalam pengambilan keputusannya (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">decision making<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">). Pada proses pengambilan keputusan tersebut yang dapat terjadi pada berbagai lini di organisasi proyek, memerlukan pedoman (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">guidance<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">) yang harus diperhatikan. Hal ini menjadikan tiap proyek memerlukan visi-misi agar di semua lini apapun keputusan yang diambil mengarah pada satu tujuan atau cita-cita yang disepakati bersama sebelumnya.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Keunikan tujuan tiap proyek<\/span><\/strong><span style=\"color: #000000;\"> &#8211; Proyek bersifat unik dimana salah satu keunikan proyek adalah memiliki tujuan tertentu dalam kurun waktu tertentu. Unik berarti tidak akan pernah ada proyek yang serba sama. Berarti tiap proyek pasti berbeda. Perbedaan tiap proyek inilah yang dapat menyebabkan perlunya visi-misi karena tujuan akhir tiap proyek berpeluang besar untuk berbeda.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Perubahan tim proyek<\/span><\/strong><span style=\"color: #000000;\"> &#8211; Pada pelaksanaan proyek oleh perusahaan konstruksi yang profesional, terdapat fakta bahwa hampir tidak pernah ada suatu organisasi proyek yang bersifat tetap dalam mengerjakan proyek yang berbeda atau proyek yang lain. Sedangkan perubahan anggota tim dalam suatu organisasi akan berdampak pada perubahan psikologis tim yang berdampak pada perubahan nilai-nilai hingga tujuan akhir dari tim itu sendiri. Kenyataan ini memberi kesimpulan lain tentang perlunya visi-misi di tiap proyek terkait bahwa visi-misi sebaiknya adalah merupakan aspirasi anggota organisasi.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Visi-misi proyek adalah visi-misi perusahaan yang telah dimodifikasi sesuai tujuan, personil, dan kondisi eksisting proyek yang harus sejalan dengan visi-misi organisasi atau perusahaan induknya. Visi-misi proyek setelah dirumuskan oleh pimpinan proyek, harus disosialisasikan ke seluruh lini organisasi bahkan hingga ke level paling bawah. Sosialisasi tidak hanya penyampaian kalimat visi-misi, akan tetapi juga makna, cita-rasa, dan semangat atas visi-misi tersebut. Diperlukan kepercayaan yang tinggi dari anggota tim untuk memahami, menerima, meyakini, serta menjadikannya landasan atau arah organisasi proyek.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Visi-misi proyek harus dirumuskan di awal proyek. Penyampaian visi-misi juga sebaiknya dalam bentuk suatu cerita,<\/span> <span style=\"color: #000000;\">kronologis, gambaran sedekat mungkin visual atau 3D. Hal ini agar persepsi dan pemahaman tiap anggota menjadi sama mengenai visi-misi proyek. Visi dan misi juga harus selalu menjadi pengingat pada saat rapat-rapat proyek, dan bahkan saat diskusi keseharian anggota tim. Dengan demikian, visi-misi proyek benar-benar dapat menjadi cita-cita yang berpeluang dapat dicapai oleh tim proyek. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman, semakin kuat citra visi-misi pada suatu organisasi proyek, maka akan semakin tinggi pula peluang proyek itu mencapai mimpinya. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pada umumnya tujuan proyek ditinjau dari tiga konstrain adalah biaya tidak melebihi anggaran, mutu yang sesuai spesifikasi kontrak, serta waktu pelaksanaan sesuai dengan jadwal yang disyaratkan. Visi proyek seringkali melekatkan tujuan dari tiga konstrain proyek, walaupun visi proyek dapat saja berupa tujuan yang lebih luas dari tujuan proyek. Sebagai contoh mungkin dapat diberikan beberapa visi proyek sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">\u201d<\/span><span style=\"color: #000000;\">Melaksanakan proyek gedung bertingkat tinggi dengan mutu terbaik dengan biaya yang efisien dan tepat waktu\u201d<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">\u201d<\/span><span style=\"color: #000000;\">Menjadikan proyek dermaga yang memberikan nilai tambah lebih bagi <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">stakeholder<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> dengan dukungan inovasi yang kuat\u201d<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">\u201dMenjadi proyek EPC tercepat, efisien, dan mutu memuaskan\u201d<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">\u201c<\/span><span style=\"color: #000000;\">Pelaksanaan proyek dengan perencanaan dan monitoring yang baik untuk mencapai mutu yang bersaing di tingkat regional, namun dengan biaya yang efisien dan dalam waktu yang telah ditentukan.\u201d<\/span><\/div>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Perlu diperhatikan bahwa dalam satu tim proyek, terdapat berbagai bidang dan keahlian serta beragam tingkat kemampuan. Visi yang dirumuskan sebaiknya dikemukakan dalam bahasa yang gampang dipahami oleh seluruh anggota tim proyek. Di samping itu, perlu pula diperhatikan aspirasi seluruh anggota tim. Hal tersebut akan mempermudah terlaksana dan tercapainya visi dan misi proyek.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">B.<\/span> <\/strong><strong><span style=\"color: #000000;\">FAKTOR-FAKTOR PENGARUH UTAMA (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">KEY FACTORS \/ KEY DRIVERS<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">)<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Dalam mengelola proyek, terdapat begitu banyak faktor-faktor yang mempengaruhi proyek yang harus diperhatikan. Faktor-faktor tersebut dapat berasal dari internal maupun eksternal organisasi proyek. Faktor-faktor pengaruh akan berbeda-beda untuk tiap proyek, tiap fase proyek, tiap <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">knowledge<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> proyek, dan tiap proses proyek. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Mengelola keseluruhan faktor-faktor tersebut membuat pengelolaan proyek menjadi tidak efektif dan tidak efisien secara waktu. Sehingga harus dianalisis pada faktor mana saja yang memiliki dampak dan pengaruh yang signifikan bagi proyek. Pada pengalaman pelaksanaan proyek, diketahui bahwa suatu proyek memiliki hanya beberapa faktor kunci atau kritis (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">key factors<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">) baik faktor kritis keberhasilan (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">critical success factors<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">) maupun faktor kritis kegagalan (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">critical failure factors<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">). <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Faktor-faktor tersebut bersifat unik pada tiap proyek. <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">Key factors<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> dapat dikatakan sebagai faktor pareto yang mempengaruhi proyek yang harus dikelola dengan tingkat fokus yang tinggi. <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">Critical success factors<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> (CSF\u2019s) merupakan jenis <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">key factors<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> yang paling sering digunakan. CSF\u2019s juga merupakan salah satu alat yang penting dalam manajemen stratejik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Terkait dengan tujuan utama proyek yaitu <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">project success<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">, para praktisi dan akademisi manajemen proyek berusaha untuk mendapatkan faktor kunci (CSF\u2019s) atas <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">project success<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">. Berikut ini adalah resume dari suatu riset terkini terhadap faktor sukses (CSF\u2019s) atas <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">project success<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> (BMG research, 2014), yaitu :<\/span><\/p>\n<ol>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Tata kelola organisasi yang efektif (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">effective governance)<\/span><\/em><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Definisi dan komunikasi tujuan dan sasaran proyek yang efektif.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Tim proyek yang kompeten.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Perencanaan proyek dan <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">review<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">-nya.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Komitmen atas <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">project success.<\/span><\/em><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Tersedianya metode dan <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">tools<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> yang <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">proven.<\/span><\/em><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kemampuan <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">Project sponsor <\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">atau<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\"> owner<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kepastian pendanaan.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pengguna akhir (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">end users<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">) dan operator.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Rantai pasok yang sejalan (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">aligned supply chain<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">).<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Dukungan organisasi (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">supportive organization<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">).<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Standar yang sesuai (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">appropriate standards<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">).<\/span><\/div>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Perbedaan kelompok seperti jenis pemilik proyek dan jenis industri atau sektor akan memiliki tingkat kepentingan (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">importance level<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">) yang sedikit bervariasi atas seluruh poin di atas. Hal ini adalah wajar dan dapat dipahami. Sebagai contoh, untuk sektor konstruksi menempatkan pendanaan yang pasti sebagai yang paling penting. Sedangkan <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">owner<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> pemerintah menempatkan tata kelola organisasi yang efektif sebagai yang utama. Dengan demikian penting untuk memperhatikan perbadaan jenis <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">owner<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> dan jenis sektor dalam menentukan tingkat penting CSF\u2019s. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Perencanaan proyek yang mengacu pada CSF\u2019s di atas akan menghasilkan perencanaan proyek yang strategis terlebih jika ditambah dengan analisis untuk mendapatkan rencana skenario ke depan. Banyak praktisi yang melakukan perencanaan proyek dengan tidak mengacu pada CSF\u2019s sehingga perencanaan pengelolaan proyek menjadi tidak optimal bahkan sering terjadi kegagalan atas proyek yang dikelola. Terkait dengan implementasi manajemen proyek, terdapat beberapa faktor kritis (CSF\u2019s) yang harus menjadi perhatian, yaitu :<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Dukung <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">top management<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> yang kuat dan konsisten.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Adanya standar dan norma perusahaan yang memadai.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Adanya sistem penghargaan dan pengakuan atas personil manajemen proyek.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Tersedianya alat-alat <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">software<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> manajemen proyek yang mendukung atau memadai.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Edukasi staf atas manajemen proyek.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Adanya organisasi PMO yang berperan optimal dalam mengelola portofolio proyek dalam organisasi.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Terdapat tiga langkah proses untuk menentukan CSF\u2019s yang sangat berguna dalam proses manajemen proyek yang strategis, yaitu :<\/span><\/p>\n<ol>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Gunakan beberapa macam <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">framework<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> untuk memeriksa elemen kunci atas tujuan jangka panjang, yang dapat berupa p<\/span><span style=\"color: #000000;\">ernyataan OAS (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">Objective, Advantage, Scope<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">), <\/span><span style=\"color: #000000;\">Analisis SWOT (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">Strengthness, Weakness, Opportunity, Threats<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">), <\/span><span style=\"color: #000000;\">Rencana strategis organisasi termasuk agenda perubahan organisasi dan atau <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">scenario planning.<\/span><\/em><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Tentukan faktor mana yang merupakan kunci dalam mencapai rencana jangka panjang atau yang bersifat menyeluruh atau berdampak paling besar bagi organisasi atau manajemen proyek. Proses ini disarankan dilakukan dengan <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">brainstorming<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> atau <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">expert judgment.<\/span><\/em><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Validasi <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">critical success factors <\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">yang telah terdefinisi dengan cara <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">benchmarking<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> proyek yang dengan kasus atau kondisi yang serupa.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Dengan terdefinisinya CSF\u2019s untuk manajemen suatu proyek, maka akan sangat membantu <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">project manager<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> dalam merencanakan manajemen proyek, menentukan prioritas, mengambil keputusan atas strategi atau alternatif pilihan yang terbaik, menentukan dan mengarahkan tim proyek, berkomunikasi dan bernegosiasi dengan <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">key stakeholder<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">, dan mengendalikan proyek, serta menentukan perubahan-perubahan yang tepat. Pada akhirnya, dengan terdefinisinya CSF\u2019s suatu proyek, maka akan membantu <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">project manager<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> dalam menentukan strategi terbaik dalam mengelola proyek untuk mencapai kesuksesan proyek. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">CSF\u2019s yang telah terdefinisi harus dikelola pada proses perencanaan dan pelaksanaan. CSF\u2019s juga harus diperhatikan saat pemantauan dan pengendalian proyek. Sebagai contoh aktual, berikut ini diberikan hasil analisis atas <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">critical success factors<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> yang dilakukan pada pelaksanaan proyek EPC Pembangkit Listrik Tenaga Masin Gas<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\"> (PLTMG) <\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">pada<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\"> remote<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> area <\/span> <span style=\"color: #000000;\">:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Komunikasi yang efektif dengan semua <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">stakeholder.<\/span><\/em><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Estimasi biaya yang realistis termasuk kontijensi.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Struktur organisasi proyek yang sesuai dan memadai.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"color: #000000;\">Project manager<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> dan anggotan tim yang kompeten.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Integrasi dan menjaga keberlangsungan tiap proses utama EPC.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pengelolaan kompleksitas proyek.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Proses pengadaan yang cepat untuk material kategori <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">long-lead items.<\/span><\/em><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Subkontraktor yang berpengalaman dan ahli.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Rencana manajemen kualitas yang memadai.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Survey dan perencanaan transportasi yang memadai yang memperhatikan iklim.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Memahami tujuan dan sasaran <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">stakeholder<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> utama.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Penjadwalan yang realistis dan pengelolaan jadwal dengan fokus pada jalur kritis.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Dalam menganalisis situasi eksisting, dapat pula menggunakan alat dan teknik lain yang digunakan dalam <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">strategic planning<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> seperti SWOT, IFE, EFE, dan <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">Value Chain Analysis<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> (VCA). Penggunaannya dengan memperhatikan kesesuaian situasi dan kondisi proyek yang dikerjakan. <\/span><span style=\"color: #000000;\">Pemanfaatan konsep CSF\u2019s di proyek, dapat dispesifikkan untuk hal-hal tertentu seperti CSF\u2019s untuk kelancaran suatu proses manajemen proyek tertentu. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">C.<\/span> <\/strong><strong><span style=\"color: #000000;\">STRATEGI-STRATEGI MAKRO PADA MANAJEMEN PROYEK<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Dalam pelaksanaan proyek, diperlukan strategi-strategi khusus untuk memenuhi sasaran proyek yang telah ditentukan. Strategi-strategi tersebut dibangun dan diformulasi dengan memperhatikan hasil analisis kondisi eksisting proyek dengan suatu alat analisis khusus salah satunya yang sering digunakan adalah analisis SWOT. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Analisis SWOT merupakan metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi faktor-faktor internal berupa kekuatan (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">strengths<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">), dan kelemahan (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">weaknesses<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">), serta faktor-faktor eksternal berupa peluang (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">opportunities<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">), dan ancaman (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">threats<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">) dalam suatu proyek. Analisis SWOT akan menghasilkan berbagai strategi yang diperlukan dalam rangka mencapai sasaran proyek dengan memperhatikan sumberdaya yang tersedia dan hasil analisis kondisi eksisting terhadap lingkungan proyek. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Dalam aplikasi analisis untuk pengelolaan proyek, ke-empat elemen SWOT diidentifikasi dengan cara yang sama dengan manajemen stratejik namun dilihat dari sudut pandang proyek. Sebagai contoh, berikut ini disampaikan suatu hasil analisis SWOT pada pelaksanaan proyek EPC PLTMG yang berdasarkan faktor-faktor kritis hasil analisa yang telah disampaikan sebelumnya :<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"color: #000000;\">Project manager<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> berpengalaman dalam mengerjakan proyek sejenis dengan kompleksitas yang tinggi (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">Strengthness<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">).<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Struktur organisasi dinilai kurang memadai (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">Weakness<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">).<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Komposisi dan kompetensi tim proyek belum sesuai kebutuhan (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">Weakness<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">).<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Masyarakat sekitar akses dan <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">site<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> proyek yang tidak mendukung (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">Threat<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">).<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kurang harmonisnya partner konsorsium (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">Weakness<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">).<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kondisi <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">site<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> sangat <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">remote<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">Threat<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">).<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kondisi akses yang sangat sulit karena dipengaruhi oleh kondisi dua iklim sekaligus (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">Threat<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">).<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Minimnya subkontraktor <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">forwarder <\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">yang ahli untuk <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">heavy cargo<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> proyek (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">Weakness<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">).<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Jadwal yang tidak realistis (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">Weakness<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">).<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Biaya yang memadai (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">Strenghtness<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">).<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Dukungan <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">top management <\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">yang kuat (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">Strengthness<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">).<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Semangat tim proyek yang tinggi (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">Strengthness<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">).<\/span><\/div>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Terdapat empat jenis strategi hasil analisis SWOT, yaitu strategi SO (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">Strengthness \u2013 Opportunity<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">), strategi WO (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">Weakness \u2013 Opportunity<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">), strategi ST (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">Strengthness \u2013 Threats<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">), dan strategi WT (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">Weakness \u2013 Threats<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">). Faktor-faktor kritis keberhasilan atau <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">critical success factors<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> (CSF\u2019s) yang telah dihasilkan pada analisis faktor-faktor pengaruh, menjadi faktor-faktor dalam eksplorasi kondisi internal dan eksternal proyek. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kumpulan strategi yang dihasilkan kemudian diformulasi menjadi serangkaian strategi-strategi utama dalam perencanaan maupun pelaksanaan proyek. Selanjutnya dipilih strategi yang mendukung misi utama dan sasaran organisasi. Perumusan strategi berakhir dengan merinci sasaran atau tugas yang telah diberikan. Pemilihan dan formulasi strategi dapat menggunakan beberapa alat dan teknik yang sama pada manajemen stratejik yaitu <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">scenario planning<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> dan QSP <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">Matrix.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sebagai contoh, berikut ini diberikan beberapa strategi-strategi khusus pelaksanaan proyek EPC PLTMG pada <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">remote area<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> yang terkait dengan contoh yang telah diberikan sebelumnya, yaitu :<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Penggunaan vendor <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">forwarder<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> yang terbaik yang ada yang harus dikontrol proses perencanaan dan pelaksanaannya secara ketat.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Percepatan proses <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">team-building<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> dengan memasukkan beberapa personil yang dianggap lebih kompeten dan masih berada dalam kondisi <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">performed<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Fokus dalam mendapatkan solusi terbaik untuk menyelesaikan permasalahan akses yang dengan menggunakan konsultan khusus.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Membuat kajian mengenai kelayakan jalur transportasi untuk berbagai perencanaan proyek terutama perencanaan logistic.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Menyewa lahan khusus sebagai transit antara sungai dan darat untuk berbagai cargo untuk proyek.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Program khusus untuk menjaga dan meningkatkan semangat juang tim proyek dengan program motivasi khusus.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kerja sama dengan pihak keamanan secara khusus untuk mengatasi masalah social.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Menggunakan konsultan khusus untuk menyelesaikan permasalahan <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">custom clearance<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Komunikasi aktif untuk mendapat dukungan <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">top management<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> atas ketersediaan dana <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">cash<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> yang memadai untuk kelancaran pelaksanaan proyek.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Dalam pelaksanaan strategi, keahlian manajerial lebih diperlukan dari pada analisis. Komunikasi dalam implementasi strategi adalah sangat penting untuk mendapat dukungan dari semua <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">stakeholder<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">. Terdapat beberapa alat dan teknik dalam implementasi strategi yaitu kebijakan (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">policy<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">), motivasi (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">motivation<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">), pengelolaan perubahan (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">change management<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">), kepemimpinan (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">leadership<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">), analisis dampak <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">stakeholder<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">stakeholder impact analysis<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">), perubahan struktur organisasi (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">changing organizational structure<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">), dan pengelolaan kinerja (<\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">performance management<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sebagai contoh, pada pelaksanaan proyek EPC PLTMG pada <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">remote area<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> seperti yang telah disampaikan diatas, beberapa alat dan teknik yang digunakan dalam rangka mendukung implementasi strategi, yaitu :<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Perubahan struktur organisasi proyek yang lebih sesuai dengan tuntutan proyek.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kebijakan khusus terkait pendanaan pelaksanaan proyek.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Program motivasi khusus pada anggota tim proyek.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Keterlibatan langsung <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">project manager<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> dalam <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">problem solving<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> pada masalah-masalah yang kritis.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Analisis <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">stakeholder<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> secara khusus seperti masyarakat sekitar dan <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">partner<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> konsorsium.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan contoh aplikasi manajemen proyek yang stratejik di atas, dapat disimpulkan bahwa konsep manajemen stratejik dapat diaplikasikan dalam manajemen proyek. Beberapa alat dan teknik dalam manajemen stratejik dapat digunakan dan disesuaikan dengan kondisi yang ada. Aplikasi konsep manajemen stratejik pada manajemen proyek akan memberikan dampak yang signifikan pada kinerja proyek. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/p>\n\n\n<p>Referensi :&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4045\"><strong>Buku Advanced and Effective Project Management<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><sub><em>Untuk melihat daftar artikel \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=44\">Table of Content<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan konsultasi Project Management \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=3054\">Konsultasi<\/a><\/strong>.<\/em> <em>Daftar karya ada pada \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4873\">Innovation Gallery<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan daftar riset pada \u21d2&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4904\"><strong>Research Gallery<\/strong><\/a><\/em><\/sub><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manajemen proyek secara stratejik yang diusulkan dalam pembahasan\u00a0ini adalah implementasi beberapa konsep manajemen stratejik pada aspek-aspek tertentu yang bersifat makro yang ada dalam manajemen proyek. Apa saja?<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_s2mail":"yes","spay_email":""},"categories":[12],"tags":[57,3874,1437,1028,2703,3113,3655,73,3705,855,702],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3988"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3988"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3988\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6876,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3988\/revisions\/6876"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3988"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3988"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3988"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}