{"id":3984,"date":"2016-12-12T05:15:52","date_gmt":"2016-12-12T05:15:52","guid":{"rendered":"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=3984"},"modified":"2020-11-15T16:12:40","modified_gmt":"2020-11-15T16:12:40","slug":"strategi-percepatan-proyek-konstruksi-terbaik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=3984","title":{"rendered":"Strategi Percepatan Terbaik Pada Proyek Konstruksi Pada Aspek Manajerial"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Manajemen waktu pada dasarnya adalah suatu proses yang berhubungan dengan pencapaian suatu tujuan tertentu maupun sasaran yang sebelumnya telah ditentukan untuk bisa dicapai dalam suatu periode tertentu dengan penggunaan sumber daya secara efektif dan efisien. Manajemen waktu proyek yang baik akan berdampak besar bagi kesuksesan proyek atas obyektif lainnya seperti biaya, kualitas, dan kepuasan pelanggan. <!--more--><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam pengelolaan waktu, sering terjadi berbagai permasalahan yang membuat jadwal proyek mengalami keterlambatan (<em><span style=\"font-family: Palatino Linotype;\">delay<\/span><\/em>). Beberapa permasalahan terkait dengan pengelolaan jadwal yang sering terjadi dan berdampak cukup signifikan di proyek adalah sebagai berikut :<\/p>\n<ul>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\">Jadwal proyek yang tidak realistis untuk dicapai.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\">Jadwal proyek yang terlalu <em><span style=\"font-family: Palatino Linotype;\">general<\/span><\/em> atau kurang detil untuk digunakan sebagai acuan pelaksanaan proyek.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\">Jadwal proyek tidak sesuai dengan perencanaan manajemen proyek lainnya.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\">Program jadwal yang tidak sesuai dengan kondisi dan situasi proyek secara aktual sehingga jadwal tidak efektif menjadi referensi pelaksanaan.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sumber daya yang terlalu <em><span style=\"font-family: Palatino Linotype;\">multitasking<\/span><\/em> pada periode tertentu.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\">Penggunaan sumber daya yang dengan fluktuasi yang tinggi sepanjang pelaksanaan proyek.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pengendalian jadwal yang hanya berdasarkan pada S-curve.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\">Jalur kritis yang tidak logis sehingga tidak efektif untuk digunakan sebagai acuan dalam mengelola jadwal proyek.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><em>False signal<\/em> akibat jadwal proyek yang tidak akurat.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\">Keterlambatan yang sudah menyimpang terlalu jauh.<\/div>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terdapat tiga kelompok atas strategi percepatan proyek yang efektif pada proyek konstruksi, yaitu kelompok manajerial, kelompok disain, dan kelompok konstruksi. Setiap strategi memiliki kelebihan dan kekurangan serta mensyaratkan kondisi-kondisi tertentu untuk dapat berjalan efektif dan memberikan hasil yang optimal dimana dengan tingkat percepatan yang tinggi dengan biaya yang efisien. Oleh karena itu, pada rekomendasi strategi yang telah diberikan dan dijelaskan di atas, penggunaannya harus dengan memperhatikan kondisi dan situasi proyek yang unik. Rekomendasi strategi percepatan tersebut juga dapat dilakukan beberapa penyesuaian sesuai kebutuhan untuk dapat diaplikasikan dengan hasil yang sesuai tuntutan dan optimal bagi proyek konstruksi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Percepatan proyek konstruksi pada aspek manajerial merupakan aspek non-teknis yang paling berperan terhadap keseluruhan rencana percepatan proyek. Berdasarkan pengalaman mengerjakan proyek konstruksi, berikut ini adalah rekomendasi dan penjelasan atas strategi-strategi percepatan pada aspek manajerial.<\/p>\n<ol>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Prioritas pada jalur kritis<\/strong> \u2013 Aplikasi jalur kritis untuk percepatan proyek konstruksi telah terbukti, seperti pada proyek Hoover Dam. Prioritas dilakukan pada perencanaan, urutan pelaksanaan aktivitas, ketersediaan sumber daya, dan penyelesaian masalah.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong><em><span style=\"color: #000000;\">Zoning<\/span><\/em><\/strong><strong><span style=\"color: #000000;\"> pekerjaan jalur kritis sekecil mungkin<\/span><\/strong><span style=\"color: #000000;\"> \u2013 Berdasarkan pengalaman mengerjakan proyek konstruksi sebelumnya, aktivitas jalur kritis telah diketahui untuk pelaksanaan proyek berikutnya. Pekerjaan akan lebih cepat apabila area <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">zoning<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> pada jalur kritis dibuat sekecil mungkin. <\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Prioritas pekerjaan yang multi-fungsi <\/span><\/strong><span style=\"color: #000000;\">\u2013 Dengan banyaknya aktivitas dan masalah di proyek, maka memprioritaskan pekerjaan yang multi-fungsi akan membantu kecepatan pelaksanaan proyek. Adapun contohnya adalah m<\/span><span style=\"color: #000000;\">empercepat pelaksanaan pekerjaan kulit luar (fa\u00e7ade gedung), agar pekerjaan <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">finishing<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> dalam dapat segera dimulai, m<\/span><span style=\"color: #000000;\">empercepat pelaksanaan atap pada bagian tertentu suatu bangunan agar dapat cepat melindungi bagian bangunan atas cuaca (hujan),\u00a0dan m<\/span><span style=\"color: #000000;\">empercepat pekerjaan jalan akses permanen agar dapat segera berfungsi sebagai jalan akses sementara untuk kebutuhan pelaksanaan.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Penggunaan material dan alat dari dalam negri<\/span><\/strong><span style=\"color: #000000;\"> \u2013 Penggunaan material atau alat impor akan membutuhkan waktu yang lebih lama secara signifikan akibat dari proses administrasi importasi dan lamanya proses transportasi. Penggunaan material dari dalam negri apabila tersedia dan memenuhi persyaratan, akan sangat membantu mempercepat durasi pelaksanaan.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Menggantikan sumber daya manusia dengan alat<\/span><\/strong><span style=\"color: #000000;\"> \u2013 Pelaksanaan dengan menggunakan sumber daya manusia memiliki produktifitas yang lebih rendah dibandingkan dengan menggunakan alat. Hal ini karena mengelola manusia lebih kompleks dibanding mengelola alat. Proyek konstruksi melibatkan manusia dalam jumlah yang banyak yang mengkontribusi pada peningkatan tingkat kompleksitas proyek. Mengganti manusia dengan alat akan meningkatkan produktifitas dan juga mengurangi kompleksitas proyek. Sehingga proyek akan dapat dikerjakan dengan jauh lebih cepat. Adapun c<\/span>ontohnya adalah menggunakan alat exacavator pada pekerjaan galian sloof, menggunakan alat bar cutter dan bar bender pada pekerjaan fabrikasi besi, menggunakan alat konstruksi modern khusus seperti Brick Road Laying Machine, Automatic Plastering Machine, dan lainnya.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Menggunakan alat dengan produktifitas terbaik <\/span><\/strong><span style=\"color: #000000;\">\u2013 Peralatan proyek konstruksi terutama peralatan berat adalah tulang punggung kecepatan pelaksanaan proyek. Peralatan proyek juga bekerja secara kolaboratif atau saling terkait satu dengan lainnya. Produktifitas alat menjadi salah satu kunci kecepatan proyek. Oleh karena itu, proyek harus memprioritaskan alat dengan tingkat produktifitas yang terbaik. Pada strategi ini, setiap opsi alat dilakukan perhitungan dan simulasi untuk mengetahui tingkat produktifitasnya.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Mempercepat pelaksanaan sejak awal proyek<\/span><\/strong><span style=\"color: #000000;\"> \u2013 Mempercepat pelaksanaan di awal pada dasarnya adalah untuk mengurangi tingkat <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">multi-tasking<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> yang terjadi pada pertengahan masa pelaksanaan proyek konstruksi. Sehingga kebutuhan sumber daya dapat dikurangi dan akan lebih fokus dalam melaksanakan dan mengendalikan pekerjaan selanjutnya. Contoh yang termasuk kategori ini pada proyek gedung tinggi adalah melaksanakan pekerjaan fa\u00e7ade saat pelaksanaan struktur mencapai lantai 5 hingga lantai 10.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Pemanfaatan sumber daya lokal sebanyak mungkin <\/span><\/strong><span style=\"color: #000000;\">\u2013 Proyek konstruksi tidak selalu berada pada pusat sumber daya. Seringkali proyek konstruksi berada di daerah <\/span><em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">remote<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">. Mendatangkan sumber daya pada daerah itu akan membutuhkan waktu dan biaya ekstra. Untuk memangkas waktu transportasi, maka dapat memanfaatkan sumber daya lokal terdekat dengan berbagai strategi selama masih memungkinkan. <\/span>Adapun contohnya adalah pada pekerjaan beton. Penggunaan split lokal akan membuat durasi pengiriman material akan lebih singkat dibandingkan jika mendatangkan split dari luar pulau. Dalam hal ini, harus dicek kualitas split lokal yang akan digunakan. Jika kualitas di bawah split dari luar pulau, maka dapat dilakukan modifikasi pada <em><span style=\"color: #000000; font-family: Palatino Linotype;\">mix design<\/span><\/em> beton.<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Pemanfaatan BIM<\/span><\/strong><span style=\"color: #000000;\"> \u2013 Proses disain dan perencanaan konstruksi dengan BIM akan menghasilkan suatu disain yang tanpa masalah koordinasi antar elemen disain dan metode pelaksanaan yang paling cepat. Disain dengan potensi kesalahan yang kecil akan sangat mempengaruhi kecepatan proses pelaksanaan. Di samping itu, disain yang menggunakan BIM akan sangat membantu proses pembuatan shop drawing dengan akurasi yang tinggi.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan pengalaman, strategi percepatan pada kelompok manajerial memberikan dampak percepatan yang paling tinggi yang diikuti oleh strategi percepatan pada kelompok disain. Percepatan pada kelompok konstruksi memberikan dampak yang paling kecil diantara ketiga kelompok tersebut. Percepatan pada aspek lain dapat dilihat pada tautan ini (<a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=4014\">percepatan aspek disain<\/a>, <a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=4016\">percepatan aspek konstruksi<\/a>)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/p>\n\n\n<p>Referensi :&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4045\"><strong>Buku Advanced and Effective Project Management<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><sub><em>Untuk melihat daftar artikel \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=44\">Table of Content<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan konsultasi Project Management \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=3054\">Konsultasi<\/a><\/strong>.<\/em> <em>Daftar karya ada pada \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4873\">Innovation Gallery<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan daftar riset pada \u21d2&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4904\"><strong>Research Gallery<\/strong><\/a><\/em><\/sub><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manajemen waktu pada dasarnya adalah suatu proses yang berhubungan dengan pencapaian suatu tujuan tertentu maupun sasaran yang sebelumnya telah ditentukan untuk bisa dicapai dalam suatu periode tertentu dengan penggunaan sumber daya secara efektif dan efisien. Manajemen waktu proyek yang baik akan berdampak besar bagi kesuksesan proyek atas obyektif lainnya seperti biaya, kualitas, dan kepuasan pelanggan.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_s2mail":"yes","spay_email":""},"categories":[185],"tags":[715,1437,4385,4376,4393,4378,4386,4387,476,4380,73,376,4379,1244,1109,701,4390],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3984"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3984"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3984\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6971,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3984\/revisions\/6971"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3984"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3984"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3984"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}