{"id":2664,"date":"2013-12-22T10:34:29","date_gmt":"2013-12-22T10:34:29","guid":{"rendered":"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=2664"},"modified":"2020-11-15T00:52:45","modified_gmt":"2020-11-15T00:52:45","slug":"rekomendasi-strategi-penanganan-risiko-bagi-kontraktor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=2664","title":{"rendered":"Rekomendasi Strategi Penanganan Risiko Bagi Kontraktor"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Dalam konteks manajemen risiko, pihak kontraktor adalah pihak yang menghadapi risiko yang paling besar dalam pelaksanaan proyek. Sehingga tidak ada alasan bagi kontraktor untuk tidak menjalankan manajemen risiko terlebih pada proyek yang memiliki risiko yang besar. Dalam posting ini dishare suatu rekomendasi strategi penanganan risiko bagi kontraktor dalam mengerjakan proyek.<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada posting sebelumnya telah dibahas prinsip dasar strategi yang efektif dan optimal dalam penanganan risiko (<a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=2627\">klik disini<\/a>). Fokus pada tulisan kali ini adalah terhadap kontraktor yang menghadapi risiko paling besar dimana hanya memiliki ruang gerak yang lebih terbatas seperti yang tampak pada gambar berikut:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/risiko-para-pihak-konstruksi1.png\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2669\" title=\"risiko-para-pihak-konstruksi1\" src=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/risiko-para-pihak-konstruksi1.png\" alt=\"\" width=\"502\" height=\"458\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/risiko-para-pihak-konstruksi1.png 502w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/risiko-para-pihak-konstruksi1-300x273.png 300w\" sizes=\"(max-width: 502px) 100vw, 502px\" \/><\/a><em>Grafik pihak proyek vs risiko dan tingkat kreatifitas<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Telah disebutkan bahwa terdapat tujuh strategi penanganan risiko yang mempertimbangkan tiga aspek yaitu dampak risiko, biaya penanganan risiko, dan kemampuan perusahaan dalam menangani risiko.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Risiko memiliki dua variabel penting yang menjadi faktor pengaliannya yaitu tingkat dampak dan tingkat kemungkinannya. Kesemua tindakan atas ketujuh strategi penanganan risiko berupaya untuk mengurangi dampak, kemungkinan, dan atau keduanya. Berikut diberikan beberapa rekomendasi tindakan dalam penanganan risiko secara umum berdasarkan hasil evaluasi selama melaksanakan proyek konstruksi:<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Tabel rekomendasi tindakan penanganan risiko<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/Tabel-Tindakan-Penanganan-Risiko1.png\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2671\" title=\"Tabel Tindakan Penanganan Risiko\" src=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/Tabel-Tindakan-Penanganan-Risiko1.png\" alt=\"\" width=\"763\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/Tabel-Tindakan-Penanganan-Risiko1.png 763w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/Tabel-Tindakan-Penanganan-Risiko1-300x209.png 300w\" sizes=\"(max-width: 763px) 100vw, 763px\" \/><\/a>Note : Warna jingga adalah tindakan yang direkomendasikan bagi kontraktor<br \/><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terliha bahwa pada rekomendasi tindakan penanganan risiko cenderung untuk mengurangi frekuensi karena berdasarkan grafik di atas kontraktor secara prinsip memang memiliki risiko yang tinggi. Sedangkan strategi yang dominan pada pengurangan dan penerimaan risiko. Ini semakin menguatkan grafik diatas dimana kontraktor memiliki kreatifitas yang terbatas atau bahkan kecil. Dimana sedikit tindakan yang mengarah pada upaya penghindaran, pengalihan, atau pembagian risiko. Jelas bahwa kontraktor wajib melakukan manajemen risiko yang baik.<\/p>\n<address style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/address>\n\n\n<p>Referensi :&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4045\"><strong>Buku Advanced and Effective Project Management<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><sub><em>Untuk melihat daftar artikel \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=44\">Table of Content<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan konsultasi Project Management \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=3054\">Konsultasi<\/a><\/strong>.<\/em> <em>Daftar karya ada pada \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4873\">Innovation Gallery<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan daftar riset pada \u21d2&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4904\"><strong>Research Gallery<\/strong><\/a><\/em><\/sub><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam konteks manajemen risiko, pihak kontraktor adalah pihak yang menghadapi risiko yang paling besar dalam pelaksanaan proyek. Sehingga tidak ada alasan bagi kontraktor untuk tidak menjalankan manajemen risiko terlebih pada proyek yang memiliki risiko yang besar. Dalam posting ini dishare suatu rekomendasi strategi penanganan risiko bagi kontraktor dalam mengerjakan proyek.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_s2mail":"yes","spay_email":""},"categories":[184],"tags":[3841,52,2668,2828,3839,3840,561,3838,508,3842,78,3837,560],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2664"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2664"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2664\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6864,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2664\/revisions\/6864"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2664"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2664"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2664"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}