{"id":2536,"date":"2013-12-14T13:04:32","date_gmt":"2013-12-14T13:04:32","guid":{"rendered":"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=2536"},"modified":"2020-11-27T00:28:17","modified_gmt":"2020-11-27T00:28:17","slug":"pelajaran-menyesakkan-dari-runtuhnya-jembatan-kutai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=2536","title":{"rendered":"Pelajaran Menyesakkan dari Runtuhnya Jembatan Kutai"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/Kukar-21.jpg\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignleft size-thumbnail wp-image-2539\" title=\"Kukar 2\" src=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/Kukar-21-150x150.jpg\" alt=\"\" width=\"150\" height=\"150\" \/><\/a>Apabila penyebab keruntuhan suatu jembatan adalah faktor selain perencanaan atau pelaksanaan, mungkin kita tidak akan terkejut. Tapi apabila keruntuhan suatu jembatan yang merupakan hasil karya banyak insinyur Indonesia disebabkan oleh faktor krusial yaitu pengetahuan dan kemampuan yang mendasar, tentu sangat menyesakkan.<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Keruntuhan Jembatan Kukar<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Runtuhnya jembatan Kukar (Kutai Kertanegara) pada 26 November 2011 telah menghebohkan bangsa Indonesia apalagi dunia konstruksi kita. Jembatan bentang panjang (710 m) berumur 10 tahun yang cantik itu ambruk dalam hitungan detik dan memakakn korban cukup banyak yaitu 24 orang tewas dan 12 orang dinyatakan hilang.Jembatan ini direncanakan oleh PT. Perencana Jaya dan pembangunan atau konstruksi oleh PT. Hutama Karya serta Dinas PU Kukar sebagai Pemilik Proyek.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/Kukar-4.png\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2537\" title=\"Kukar 4\" src=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/Kukar-4.png\" alt=\"\" width=\"620\" height=\"479\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/Kukar-4.png 620w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/Kukar-4-300x231.png 300w\" sizes=\"(max-width: 620px) 100vw, 620px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Gambar Jembatan Kutai Kertanegara<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada tulisan terdahulu yang berjudul &#8220;<a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=1362\">Jembatan Kukar Runtuh, Apa Penyebabnya<\/a>?&#8221; disebutkan suatu hipotesis mengenai runtuhnya jembatan tersebut berdasarkan data dan fakta serta beberapa pendapat yang ada saat itu, yaitu:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>&#8220;pada dasarnya jembatan telah mengalami masalah yang berpotensi pada keruntuhan sehingga perlu\u00a0 perbaikan dan perawatan. Namun proses perbaikan dan perawatan tersebut tidak tepat sehingga memicu keruntuhan yang lebih cepat.&#8221;<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keruntuhan jembatan yang bersifat progressive collaps sangat tiba-tiba tersebut tentu bertentangan dengan konsep perencanaan yang seharusnya bahwa apabila bangunan sipil mengalami keruntuhan akibat faktor yang tidak diperkirakan, maka design harus semaksimal mungkin menyelamatkan banyak orang dengan masa keruntuhan yang cukup lama dan tanda-tanda khusus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/Kutai-1.jpg\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2540\" title=\"Kutai 1\" src=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/Kutai-1.jpg\" alt=\"\" width=\"480\" height=\"319\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/Kutai-1.jpg 480w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/Kutai-1-300x199.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 480px) 100vw, 480px\" \/><\/a><em>Gambar Jembatan Kukar yang runtuh<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hasil Investigasi Keruntuhan Jembatan Kukar<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Departemen PU-setelah bekerja beberapa bulan, telah mengumumkan hasil investigasi terkait penyebab keruntuhan jembatan tersebut pada 11 Januari 2012. Investigasi tersebut dilakukan oleh Tim Independen yang ditunjuk PU yang beranggotakan 11 orang pakar di bidangnya dari Universitas UGM, ITS, UI, dan ITB serta dari BPPT dan Asosiasi Kontraktor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adapun hasil investigasi tim independen dari berbagai media dapat disimpulkan sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify;\">Keruntuhan jembatan dimulai dari putusnya hanger yang sedang diangkat (jacking) saat proses pemeliharaan jembatan.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Putusnya hanger akibat kelebihan tegangan pada sistem hangernya yang dalam hal ini adalah elemen sambungan (clamp) antara hanger dan kabel utama yang merupakan elemen kritis dari struktur jembatan tersebut. Tambahan tegangan akibat tambahan gaya beban yang mencapai dua kali dari yang seharusnya terjadi.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Tambahan tegangan menyebabkan kabel hanger mengalami regangan tambahan sepanjang 15 cm. Putusnya kabel karena tambahan tegangan sudah melebihi kapasitas aktual sistem hanger.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Material sambungan telah mengalami perlemahan atau penurunan kapasitas akibat kelelahan bahan (fatique), korosi, dan perubahan bentuk geometri akibat bergesernya titik-titik dari posisi sebelumnya.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Bahan atau material sambungan tidak sesuai spesifikasi dimana hasil test material menunjukkan digunakan material besi tuang \/ cor yang seharusnya terbuat dari baja dengan maksud agar material tersebut tidak getas dan dapat memberikan peringatan jika terjadi kegagalan. Pemilihan material yang salah, menyebabkan kegagalan bersifat getas atau secara tiba-tiba.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Ditemukan juga bahwa kegagalan sambungan batang hanger dan kabel utama akibat akumulasi masalah sejak jembatan direncanakan. Pekerjaan pemeliharaan yang tidak terjadwal dengan baik menjadi pemicu kegagalan tersebut.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Telah adanya deformasi cukup signifikan sebelum keruntuhan jembatan.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Adanya aplikasi yang bersifat over simplified yang menyangkut pengetahuan umur struktur jembatan.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Disimpulkan bahwa keruntuhan jembatan adalah akumulasi berbagai masalah sejak proses perencanaan, pembangunan, pengoperasian, hingga pemeliharaan berupa lack of knowledge berupa pengetahuan mengenai umur struktur jembatan, sifat material, keseimbangan, sistem sambungan, erosi bahan, dan pengujian bahan. Disebutkan pula bahwa ada kelemahan pada pengetahuan mengenai jembatan gantung karena hanya ada tiga jembatan gantung di Indonesia.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/Hanger.jpg\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2541\" title=\"Hanger\" src=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/Hanger.jpg\" alt=\"\" width=\"588\" height=\"491\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/Hanger.jpg 588w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/Hanger-300x250.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 588px) 100vw, 588px\" \/><\/a><em>Gambar Clamp yang patah sebagai pemicu keruntuhan jembatan<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\u00a0<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Keruntuhan Knowledge Insinyur Jembatan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keruntuhan jembatan ini, sebenarnya adalah indikasi kuat bahwa knowledge para Insinyur Jembatan yang terlihat tidak menguasai prinsip dasar knowledge terkait jembatan terutama yang bertipe jembatan gantung (suspended bridge). Bahkan tentang knowledge material pun terlihat fatal sehingga mengabaikan konsep utama dalam teknik sipil terkait keselamatan pengguna bangunan publik. Belum lagi kesalahan melakukan pekerjaan pemeliharaan dengan open traffic dan metode pemeliharaan yang tidak sesuai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ini harus ditanyakan kenapa terjadi lack of knowledge yang sebenarnya adalah pengetahuan dasar teknik jembatan. Para insinyur seperti melupakan begitu saja tentang knowledge dasar yang sangat penting. Inilah keruntuhan yang sesungguhnya. Maksudnya, dengan meninggalkan atau melupakan pemahaman konsep penting \/ filosofi atas knowledge dasar keteknikan, akan menyebabkan output Insinyur akan turun bahkan ke titik yang rendah yang justru membahayakan. Tidakkah ini begitu menyesakkan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelajaran penting ini tidak hanya terkait tentang jembatan gantung, tapi terutama adalah mengenai bagaimana lulusan saat ini menjaga dan terus update atas knowledge penting agar tidak kehilangan <em>the most important sense of a professional engineer : SENSE of ENGINEERING.<\/em><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/h5>\n\n\n<p>Referensi :&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4045\"><strong>Buku Advanced and Effective Project Management<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><sub><em>Untuk melihat daftar artikel \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=44\">Table of Content<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan konsultasi Project Management \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=3054\">Konsultasi<\/a><\/strong>.<\/em> <em>Daftar karya ada pada \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4873\">Innovation Gallery<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan daftar riset pada \u21d2&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4904\"><strong>Research Gallery<\/strong><\/a><\/em><\/sub><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apabila penyebab keruntuhan suatu jembatan adalah faktor selain perencanaan atau pelaksanaan, mungkin kita tidak akan terkejut. Tapi apabila keruntuhan suatu jembatan yang merupakan hasil karya banyak insinyur Indonesia disebabkan oleh faktor krusial yaitu pengetahuan dan kemampuan yang mendasar, tentu sangat menyesakkan.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_s2mail":"yes","spay_email":""},"categories":[15,410],"tags":[3711,536,517,2871,3710,2868,538,2866,539,537,2870,3708,2869,2867,3712,3709],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2536"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2536"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2536\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7117,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2536\/revisions\/7117"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2536"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2536"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2536"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}