{"id":2426,"date":"2013-12-07T07:27:32","date_gmt":"2013-12-07T07:27:32","guid":{"rendered":"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=2426"},"modified":"2020-11-14T17:09:34","modified_gmt":"2020-11-14T17:09:34","slug":"faktor-penting-biaya-tidak-langsung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=2426","title":{"rendered":"Faktor Penting Biaya Tidak Langsung"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Perencanaan dan pengendalian biaya tidak langsung ternyata masih lemah dilakukan oleh pelaku konstruksi Indonesia. Sedemikian aspek biaya ini memiliki ruang lebar untuk pengembangannya. <!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lemahnya sistem perencanaan dan pengendalian biaya tidak langsung menunjukkan betapa kita harus lebih banyak menggali dan mengembangkan sistem tersebut. Penulis akan mencoba untuk melakukannya dalam blog ini yang dimulai dari penentuan faktor penting dalam biaya tidak langsung berikut ini:<\/p>\n<p><strong>A.\u00a0 Umum<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Jenis dan karakteristik proyek<\/li>\n<li>Kelengkapan item biaya dan tingkat detailnya<\/li>\n<li>Kemampuan akurasi perhitungan<\/li>\n<li>Ketelitian proses perhitungan<\/li>\n<li>Sistem updating harga satuan<\/li>\n<li>Keterkaitan dengan karakteristik unik proyek<\/li>\n<li>Tingkat kompleksitas dan kesulitan pekerjaan<\/li>\n<li>Tingkat kompetisi mendapatkan proyek<\/li>\n<li>Metode pelaksanaan<\/li>\n<li>Porsi outsourcing pada item pekerjaan biaya tidak langsung<\/li>\n<li>Sistem dan prosedur pengendalian<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>B.\u00a0 Overhead<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Attitude personil proyek<\/li>\n<li>Tingkat kemampuan personil proyek<\/li>\n<li>Efektifitas organisasi proyek<\/li>\n<li>Kebijakan perusahaan terkait gaji dan komponen penghasilan karyawan lainnya<\/li>\n<li>Tingkat kemudahan proses pelaporan atau keadministrasian<\/li>\n<li>Durasi masa pemeliharaan<\/li>\n<li>Tingkat efisiensi operasional kantor pusat hingga kantor cabang<\/li>\n<li>Durasi pelaksanaan proyek<\/li>\n<li>Tingkat kecepatan pelaksanaan proyek<\/li>\n<li>Tingkat overtime dalam melaksanakan proyek<\/li>\n<li>Kualitas infrastruktur di lokasi proyek<\/li>\n<li>Manajemen komunikasi proyek termasuk aplikasi teknologi komunikasi<\/li>\n<li>Potensi dan kejadian keterlambatan proyek<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>C.\u00a0 Persiapan dan Bangunan Sementara Proyek Termasuk Fasilitas dan Operasionalnya.<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Standart perusahaan atas bangunan temporary proyek<\/li>\n<li>Syarat kontrak atas bangunan temporary proyek termasuk fasilitasnya<\/li>\n<li>Tingkat penghematan energi listrik dalam operasional kantor<\/li>\n<li>Efektifitas dan efisiensi fasilitas kantor<\/li>\n<li>Lokasi mess karyawan dengan kantor proyek<\/li>\n<li>Lokasi barak pekerja terhadap lokasi proyek<\/li>\n<li>Ketersediaan air dan sumber listrik<\/li>\n<li>Luas area proyek<\/li>\n<li>Lokasi proyek<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>D.\u00a0 Risiko Proyek<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Tingkat detail identifikasi risiko proyek<\/li>\n<li>Kemampuan mitigasi risiko proyek<\/li>\n<li>Kejelasan dokumen lelang terkait kemudahan dalam perhitungan biaya untuk penawaran.<\/li>\n<li>Tingkat akurasi perhitungan volume pekerjaan.<\/li>\n<li>Kestabilan ekonomi, sosial, politik dan keamanan.<\/li>\n<li>Lingkup asuransi pekerjaan dan rate asuransinya.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>E.\u00a0 K3, QC, dan Kebersihan<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Tingkat bahaya atau kondisi K3 di proyek<\/li>\n<li>Standart dan pedoman K3 perusahaan<\/li>\n<li>Syarat K3 berdasarkan kontrak<\/li>\n<li>Tingkat pemenuhan aspek K3<\/li>\n<li>Jumlah pekerjaan yang menghasilkan sampah<\/li>\n<li>Efektifitas prosedur dan metode penanganan kebersihan proyek<\/li>\n<li>Syarat kontraktual terhadap pengendalian kualitas proyek<\/li>\n<li>Standart dan code yang digunakan<\/li>\n<li>Lokasi tempat pengujian.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>F.\u00a0 Aspek Lainnya<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Regulasi pemerintah terkait pajak<\/li>\n<li>Aturan main di proyek terkait penggunaan biaya tidak langsung<\/li>\n<li>Kondisi masyarakat sekitar<\/li>\n<li>Tingkat keamanan sekitar proyek<\/li>\n<li>Rate provisi bank<\/li>\n<li>Kelancaran pembayaran dari pemilik proyek<\/li>\n<li>Tingkat birokrasi prosedur oleh pemilik proyek<\/li>\n<\/ol>\n<address style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/address>\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><sub><em>Untuk melihat daftar artikel \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=44\">Table of Content<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan konsultasi Project Management \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=3054\">Konsultasi<\/a><\/strong>.<\/em> <em>Daftar karya ada pada \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4873\">Innovation Gallery<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan daftar riset pada \u21d2&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4904\"><strong>Research Gallery<\/strong><\/a><\/em><\/sub><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perencanaan dan pengendalian biaya tidak langsung ternyata masih lemah dilakukan oleh pelaku konstruksi Indonesia. Sedemikian aspek biaya ini memiliki ruang lebar untuk pengembangannya.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_s2mail":"yes","spay_email":""},"categories":[143],"tags":[3616,513,318,3615,3608,2973,1662,3614,2534,3610,3617],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2426"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2426"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2426\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6811,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2426\/revisions\/6811"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2426"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2426"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2426"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}