{"id":2157,"date":"2013-11-24T16:35:03","date_gmt":"2013-11-24T16:35:03","guid":{"rendered":"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=2157"},"modified":"2020-11-11T07:38:31","modified_gmt":"2020-11-11T07:38:31","slug":"sejarah-dan-perkembangan-manajemen-proyek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=2157","title":{"rendered":"Sejarah dan Perkembangan Manajemen Proyek"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Telah lama dan banyak dibahas mengenai seluk-beluk manajemen proyek. Tapi bagaimanakah sebenarnya sejarah manajemen proyek bermula dan berkembang hingga seperti sekarang ini? Posting ini akan mengisahkan untuk anda.<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sayang tak banyak bukti tertulis mengenai kapan manajemen ini berkembang. Manajemen proyek adalah suatu disiplin ilmu yang berperan dibalik pelaksanaan proyek yang kompleks. Lalu kita coba memundurkan waktu sejauh mungkin dengan mengajukan pertanyaan &#8220;Apakah mungkin piramida Khufu&#8217; (Mesir) yang memiliki banyak kesempurnaan pelaksanaan tanpa aplikasi ilmu manajemen proyek?&#8221; Pertanyaan yang sama juga terhadap bangunan great wall of China, Candi Borobudur, dan bangunan purbakala yang luar biasa lainnya? Jawabannya adalah <strong>tidak mungkin<\/strong>. Inilah beberapa penjelasannya:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Bangunan-bangunan spektakuler tersebut membutuhkan material dalam jumlah luar biasa banyaknya. Tanpa manajemen pengadaan (Procurement management) yang baik, bangunan-bangunan tersebut tidak akan pernah selesai.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Bangunan piramida Khufu&#8217; memiliki kesempurnaan design dan pelaksanaan. Candi Borobudur juga memiliki nilai seni yang tinggi. Tanpa manajemen kualitas (Quality Management) bangunan-bangunan tersebut tidak akan memiliki kualitas tinggi seperti yang ada sekarang.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Semua bangunan canggih purbakala dihasilkan oleh SDM pilihan yang luar biasa. Tanpa manajemen sumber daya manusia yang baik (Human Resource Management), tentu tidak akan dihasilkan bangunan yang spektakuler.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/Giza-project-constructing-up4.jpg\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2160\" title=\"Giza project constructing up4\" src=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/Giza-project-constructing-up4.jpg\" alt=\"\" width=\"448\" height=\"241\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/Giza-project-constructing-up4.jpg 448w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/Giza-project-constructing-up4-300x161.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 448px) 100vw, 448px\" \/><\/a><em>Piramida Giza yang memiliki kualitas yang sulit dikerjakan oleh konstruksi modern<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Manajemen Proyek telah diterapkan dari awal perabadan manusia. Kemudian baru pada tahun 1900 an Manajemen Proyek dengan proses sistematiknya diterapkan pada proyek rekayasa yang kompleks. Tahun 1950 menandai awal era Manajemen Proyek modern datang bersama-sama dengan bidang Rekayasa Teknis (Enjinering) sebagai satu kesatuan. Manajemen proyek menjadi dikenal sebagai suatu disiplin ilmu yang berbeda yang timbul dari disiplin ilmu manajemen dengan model rekayasa di Amerika Serikat<sup id=\"cite_ref-ClGa06_9-0\" class=\"reference\"><\/sup>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/History-of-Project-Management.jpg\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2159\" title=\"History of Project Management\" src=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/History-of-Project-Management.jpg\" alt=\"\" width=\"425\" height=\"316\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/History-of-Project-Management.jpg 425w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/History-of-Project-Management-300x223.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 425px) 100vw, 425px\" \/><\/a><em>Timeline perkembangan manajemen proyek modern mulai era 1950-an<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada beberapa literatur yang menunjukkan awal perkembangan manajemen proyek modern, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Henry Fayol&#8217;s (1916) yang menyebutkan lima fungsi manajer yaitu merencanakan, mengorganisasikan, mengkoordinasikan, mengendalikan, dan mengarahkan.<\/li>\n<li>Kerzner (1998) yang mengamati bahwa manajemen proyek adalah &#8220;outgrowth of system management&#8221;.<\/li>\n<li>Ada empat kelompok besar periode perkembangan manajemen proyek seperti yang disebutkan Young Hoon Kwak dalam brief history of Project Management seperti yang terlihat pada tabel dibawah ini:<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/Four-Period-of-Management-Project.png\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2166\" title=\"Four Period of Management Project\" src=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/Four-Period-of-Management-Project.png\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"108\" \/><\/a><em>Tabel periode perkembangan manajemen proyek<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum tahun 1950-an secara garis besar, proyek dikelola dengan menggunakan Grafik Gantt, sebagai suatu alat dan teknik informal. Pada saat itu, dua model penjadwalan proyek dengan model matematis sedang dikembangkan. Yang pertama adalah Metode Jalur Kritis (CPM &#8211; Critical Path Method) yang dikembangkan pada suatu proyek sebagai usaha patungan antara DuPont Corporation dan Remington Rand Corporation untuk mengelola proyek-proyek pemeliharaan tanaman. Kedua adalah &#8220;Evaluasi Program dan Tinjauan Teknik&#8221; (atau PERT &#8211; Program Evaluation and Review Technique), dikembangkan oleh Booz Allen Hamilton sebagai bagian dari Angkatan Laut Amerika Serikat (dalam hubungannya dengan Lockheed Corporation) dalam pengembangan Program rudal kapal selam Polaris; Perhitungan teknik matematis ini kemudian cepat menyebar ke perusahaan-perusahaan swasta untuk diterapkan. Dalam waktu yang sama, model penjadwalan-proyek juga sedang dikembangkan, teknik menghitung biaya proyek, manajemen biaya, dan ekonomi teknik terus berkembang, dengan kepeloporannya oleh Hans Lang dan lain-lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/pert_chart.jpg\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2161\" title=\"pert_chart\" src=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/pert_chart.jpg\" alt=\"\" width=\"309\" height=\"226\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/pert_chart.jpg 309w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/pert_chart-300x219.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 309px) 100vw, 309px\" \/><\/a><em>Teknik PERT yang dikembangkan oleh Booz Allen Hamilton<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\u00a0<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/CPM-PERT.gif\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2162\" title=\"CPM &amp; PERT\" src=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/CPM-PERT.gif\" alt=\"\" width=\"977\" height=\"351\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/CPM-PERT.gif 977w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/CPM-PERT-300x107.gif 300w\" sizes=\"(max-width: 977px) 100vw, 977px\" \/><\/a><em>Critical Path dari teknik CPM berupa garis merah yang menjadi informasi penting<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada tahun 1956, American Association of Cost Engineers (AACE), yang sekarang disebut AACE Internasional; Asosiasi Internasional untuk ahli Teknik Biaya yang pada awalnya dibentuk oleh praktisi manajemen proyek dan spesialisasi terkait dengan perencanaan dan penjadwalan, perkiraan biaya , dan pengenadalian jadwal proyek (Pengendalian Proyek &#8211; Project Control).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada tahun 1967, International Project Management Association (IPMA) didirikan di Eropa, sebagai sebuah federasi dari beberapa asosiasi manajemen proyek nasional. IPMA memelihara struktur federal hari ini dan sekarang termasuk asosiasi anggota pada setiap benua kecuali Antartika.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada tahun 1969, Project Management Institute (<span class=\"mw-redirect\">PMI<\/span>) dibentuk di Amerika Serikat.PMI menerbitkan buku Panduan yang sering disebut dengan PMBOK Guide (<span class=\"mw-redirect\">Project Management Body of Knowledge<\/span> Guide), yang menggambarkan praktek manajemen proyek yang umum untuk &#8220;hampir semua proyek dan hampir semua waktu&#8221;. Saat ini PMI telah menyempurnakan PMBOK dengan keterbitkannya edisi ke-5 dengan tambahan stakeholder management.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/PMBOK-9-areas-of-knowledge-agile.png\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2163\" title=\"PMBOK-9-areas-of-knowledge-agile\" src=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/PMBOK-9-areas-of-knowledge-agile.png\" alt=\"\" width=\"320\" height=\"311\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/PMBOK-9-areas-of-knowledge-agile.png 320w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/PMBOK-9-areas-of-knowledge-agile-300x291.png 300w\" sizes=\"(max-width: 320px) 100vw, 320px\" \/><\/a><em>9 knowledge areas of PMBOK<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di Indonesia, Manajemen Proyek berkembang pada era tahun 1970-1990 an diawali dengan semakin banyaknya berkembang proyek-proyek infrastruktur yang banyak memerlukan profesional di bidang Manajemen Proyek. Salah satunya yang berdiri pertama kali adalah Project Management Institut Chapter Jakarta (yang sekarang disebut PMI &#8211; Indonesia). PMI Indonesia didirikan pada tahun 1996 dan merupakan organisasi yang didedikasikan untuk meningkatkan, konsolidasi dan penyaluran manajemen proyek Indonesia dan bekerja untuk pengembangan pengetahuan dan keahlian untuk kepentingan semua <span class=\"mw-redirect\">stakeholder<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/p>\n<p><em>Referensi : <\/em><\/p>\n<ul>\n<li><em>Wikipedia<\/em><\/li>\n<li><em>Brief history of Project Management- Young Hoon Kwak<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<address style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/address>\n\n\n<p>Referensi :&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4045\"><strong>Buku Advanced and Effective Project Management<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><sub><em>Untuk melihat daftar artikel \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=44\">Table of Content<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan konsultasi Project Management \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=3054\">Konsultasi<\/a><\/strong>.<\/em> <em>Daftar karya ada pada \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4873\">Innovation Gallery<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan daftar riset pada \u21d2&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4904\"><strong>Research Gallery<\/strong><\/a><\/em><\/sub><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Telah lama dan banyak dibahas mengenai seluk-beluk manajemen proyek. Tapi bagaimanakah sebenarnya sejarah manajemen proyek bermula dan berkembang hingga seperti sekarang ini? Posting ini akan mengisahkan untuk anda.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_s2mail":"yes","spay_email":""},"categories":[12],"tags":[1441,153,817,866,1439,57,895,1436,1437,1028,1393,1438,464,1027,1029,67,1363,690,1026,1440],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2157"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2157"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2157\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6433,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2157\/revisions\/6433"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2157"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2157"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2157"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}