{"id":20,"date":"2011-02-06T14:31:00","date_gmt":"2011-02-06T14:31:00","guid":{"rendered":"http:\/\/manproindo.wordpress.com\/2011\/02\/06\/sumber-risiko-proyek"},"modified":"2020-11-10T05:21:52","modified_gmt":"2020-11-10T05:21:52","slug":"sumber-risiko-proyek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=20","title":{"rendered":"Sumber Risiko Proyek"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Tahap awal untuk mengelola risiko adalah dengan mengenali sejak dini potensi risiko yang mungkin muncul. Semakin banyak sumber risiko yang didapat akan semakin baik karena akan memperkecil dampak atas risiko yang tak terduga.<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Perlunya Deteksi Dini<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Identifikasi terhadap bagian-bagian yang kritis dari risiko adalah langkah pertama untuk melaksanakan penilaian risiko agar tercapai sasaran proyek. Sumber-sumber risiko diidentifikasi berdasarkan pertanyaan mengapa dan bagaimana kemungkinan-kemungkinan risiko yang ada sehingga dapat menyebabkan kerugian (Y.Y. Haimes,1998). Peluang terbesar terjadinya sebuah peristiwa risiko (misal kesalahan estimasi waktu, estimasi biaya, atau teknologi desain) adalah dalam hal konsep, perencanaan, dan tahap mulai (<em>start-up<\/em>) dari proyek. Dampak biaya suatu peristiwa risiko di dalam proyek lebih kecil jika peristiwa terjadi lebih awal, bukan kemudian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahap-tahap awal dari proyek menunjukkan periode ketika ada kesempatan untuk memperkecil dampak atau pekerjaan di sekitar risiko potensial. Dan sebaliknya, ketika proyek berlangsung separuh jalan, biaya peristiwa risiko yang terjadi meningkat dengan cepat. Mengenali peristiwa risiko proyek dan memutuskan respons sebelum proyek mulai adalah sebuah pendekatan yang lebih bijaksana daripada tidak mencoba mengelola risiko. Gambar berikut menjelaskan grafik peristiwa risiko:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2011\/02\/grafik-peristiwa-proyek.png\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter  wp-image-301\" title=\"Grafik peristiwa proyek\" src=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2011\/02\/grafik-peristiwa-proyek.png\" alt=\"\" width=\"573\" height=\"339\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2011\/02\/grafik-peristiwa-proyek.png 446w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2011\/02\/grafik-peristiwa-proyek-300x177.png 300w\" sizes=\"(max-width: 573px) 100vw, 573px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber Risiko Proyek<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber-sumber utama timbulnya risiko yang umum menurut Perry &amp; Hayes (1985), Curtis &amp; Napier (1992), dilihat dari beberapa jenis risiko, di antaranya:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Fisik<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Lingkungan<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Perancangan<\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Logistik<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Keuangan<\/span><\/li>\n<li>Aspek hukum<\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Perundang-undangan<\/span><\/li>\n<li>Keamanan<\/li>\n<li>Politik<\/li>\n<li>Konstruksi<\/li>\n<li>Operasional<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber risiko menurut John A. Rutgers pada bagian <em>Procurement<\/em> &amp; <em>Construction<\/em> adalah:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Waktu<\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Biaya<\/span><\/li>\n<li>Kinerja<\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Perubahan Design<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Kenaikan suku bunga<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Akibat kerusakan<\/span><\/li>\n<li><em style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Force majeure<\/em><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Perubahan nilai mata uang<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber risiko dapat diartikan sebagai faktor yang dapat menimbulkan kejadian yang bersifat negatif atau positif. Sebagai contoh, di bawah ini adalah sumber risiko dari suatu proyek:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>A.\u00a0 \u00a0Risiko yang berkaitan dengan bidang manajemen<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Kurang tepatnya perencanaan lingkup, biaya, jadwal dan mutu<\/li>\n<li>Ketepatan penentuan struktur organisasi<\/li>\n<li>Ketelitian pemilihan personil<\/li>\n<li>Kekaburan kebijakan dan prosedur<\/li>\n<li>Koordinasi pelaksanaan<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>B.\u00a0 \u00a0Risiko yang berkaitan dengan bidang teknis dan implementasi<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Ketepatan pekerjaan dan produk desain-<em>engineering<\/em><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Ketepatan pengadaan material dan peralatan (volume, jadwal, harga, dan kualitas<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Ketepatan pekerjaan konstruksi (jadwal dan kualitas)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Tersedianya tenaga ahli dan penyelia<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Tersedianya tenaga kerja lapangan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Variasi dalam produktifitas kerja<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Kondisi lokasi dan <\/span><em style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">site<\/em><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Ditemukannya teknologi baru dalam proses konstruksi<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">C.\u00a0 \u00a0Risiko yang berkaitan dengan bidang kontrak dan hukum<\/span><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Pasal \u2013 pasal kurang lengkap, kurang jelas, dan interpretasi yang berbeda<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Pengaturan pembayaran, <\/span><em style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">change order<\/em><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\"> dan klaim<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Masalah jaminan, <\/span><em style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">guaranty<\/em><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">, dan <\/span><em style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">warranty<\/em><\/li>\n<li>Lisensi dan hak paten<\/li>\n<li><em style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Force majeure<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>D<\/em>.\u00a0 Risiko yang berkaitan dengan situasi ekonomi, sosial dan politik<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Peraturan perpajakan dan pungutan<\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Perijinan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Pelestarian lingkungan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Situasi pasar<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Ketidakstabilan moneter<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Realisasi pinjaman<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Aliran kas<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut pendapat John Murdoch dan Will Hughes risiko-risiko di bawah ini yang sering muncul dalam kontrak konstruksi adalah sebagai berikut:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>A.\u00a0\u00a0\u00a0 Kondisi fisik lapangan<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Kondisi buatan yang disebabkan oleh halangan \/ rintangan<\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Material cacat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Ketidakahlian (<\/span><em style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">defective workmanship<\/em><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">) sehingga menimbulkan kerusakan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Biaya test dan benda uji<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Cuaca<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Persiapan lapangan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Ketidakcukupan pegawai, buruh, peralatan, material, waktu dan biaya<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>B.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Keterlambatan dan perselisihan<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Keberadaan di lapangan sehubungan dengan memulai pekerjaan<\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Keterlambatan dalam pengadaan informasi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Pelaksanaan pekerjaan yang tidak efisien<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Keterlambatan yang disebabkan pihak lain<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Penempatan peralatan atau material yang dapat menimbulkan keterlambatan atau perselisihan (<\/span><em style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">lay out dispute<\/em><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>C.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pengarahan dan pengawasan<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Keinginan untuk menguntungkan diri sendiri \/ ketamakan<\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Kurang ahli dalam melakukan pengarahan dan pengawasan (tidak kompeten)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Pengarahan dan pengawasan yang tidak efisien<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Bersifat memihak<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Kesenjangan komunikasi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Kesalahan dalam dokumentasi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Kesalahan perencanaan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Pemenuhan penjaminan yang disyaratkan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Ketidakjelasan spesifikasi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Ketidaktepatan dalam pemilihan konsultan atau kontraktor<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Perubahan-perubahan persyaratan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Kerusakan pada pemilikan dan kecelakaan pada orang<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Pelanggaran jaminan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Tidak terasuransinya hal-hal di luar kontrol pihak-pihak yang terkait<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Kecelakaan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Risiko yang tidak terasuransikan seperti perang, kerusuhan, dll.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Kerugian-kerugian yang disebabkan oleh risiko yang tidak terasuransi di atas<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Rentang dan batas waktu asuransi<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>D.\u00a0\u00a0\u00a0 Faktor-faktor eksternal<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Kebijakan dan peraturan pemerintah tentang pajak, tenaga kerja, keamanan dan keselamatan kerja, dan lain-lain.<\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Keterlambatan atau penolakan persetujuan perencanaan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Keterbatasan finansial<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Penahanan pembayaran<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Biaya perang atau kerusuhan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Kerusakan yang diakibatkan oleh kejahatan, intimidasi, dan lain-lain.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Pemogokan tenaga kerja<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Pemberhentian pekerjaan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>E.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pembayaran<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Devaluasi<\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Keterlambatan dalam pengajuan pembayaran<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Keterlambatan dalam sertifikasi pembayaran<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Keterbatasan hukum \/ peraturan dalam pengembalian bunga<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Ketidaksanggupan kontraktor, subkontraktor, atau pemilik dalam membayar hutang<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Keterbatasan\u00a0 pendanaan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Kekurangan atau kesalahan dalam proses pengukuran atau perhitungan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Fluktuasi nilai tukar mata uang<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Inflasi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Biaya penggantian peralatan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">F.\u00a0 \u00a0Hukum \/ peraturan dan arbitrase<\/span><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Keterlambatan dalam pemecahan masalah<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Ketidakadilan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Ketidakpastian akibat kontrak atau dokumentasi lain yang bermakna ganda sehingga menimbulkan kesalahpahaman dan perbedaan interpretasi<\/span><\/li>\n<li>Perubahan Undang-undang<\/li>\n<li><span style=\"font-size: inherit; text-align: justify;\">Pemahaman-pemahaman baru dalam hukum \/ peraturan umum<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/p>\n<address style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/address>\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><sub><em>Untuk melihat daftar artikel \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=44\">Table of Content<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan konsultasi Project Management \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=3054\">Konsultasi<\/a><\/strong>.<\/em> <em>Daftar karya ada pada \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4873\">Innovation Gallery<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan daftar riset pada \u21d2&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4904\"><strong>Research Gallery<\/strong><\/a><\/em><\/sub><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahap awal untuk mengelola risiko adalah dengan mengenali sejak dini potensi risiko yang mungkin muncul. Semakin banyak sumber risiko yang didapat akan semakin baik karena akan memperkecil dampak atas risiko yang tak terduga.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_s2mail":"yes","spay_email":""},"categories":[193,194,12,184,570],"tags":[1010,772,73,78,1128],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6355,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20\/revisions\/6355"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}