Proses penentuan anggaran biaya proyek direkomendasikan untuk diuraikan menjadi rangkaian kegiatan-kegiatan untuk memudahkan pemahaman dan implementasi proses ini. Penjelasan rinci tiap kegiatan dibahas secara khusus pada bagian lain pada subbab ini. Kegiatan-kegiatan tersebut adalah :

  1. Menjumlahkan seluruh biaya aktivitas.
  2. Menjumlahkan seluruh biaya SDM dan overhead.
  3. Menghitung real cost.
  4. Menghitung beban pajak secara keseluruhan proyek.
  5. Membuat acuan biaya.
  6. Menentukan cadangan manajemen.
  7. Menentukan kebutuhan pendanaan.

Proses ini direkomendasikan dirinci menjadi beberapa kegiatan seperti yang ditunjukkan pada Tabel di bawah ini :

Rekomendasi Kegiatan-kegiatan Proses Penentuan Anggaran Biaya

Adapun penjelasan kegiatan-kegiatan yang merupakan rincian proses penyusunan anggaran proyek yang terdapat pada Tabel di atas adalah sebagai berikut :

Menjumlahkan seluruh biaya aktivitas – Semua hasil estimasi biaya aktivitas dijumlahkan untuk mendapatkan total biaya pekerjaan berdasarkan acuan lingkup. Proses menjumlahkan dilakukan secara bertahap mulai pada tingkat paket pekerjaan, hasil utama, dan proyek secara keseluruhan. Kegiatan ini sebaiknya dilakukan dengan menggunakan software dengan template berbentuk softcopy untuk mempercepat proses dengan akurasi yang tinggi terutama pada proyek yang kompleks yang terdiri dari banyak aktivitas. Kegiatan ini akan menghasilkan total biaya aktivitas.

Menjumlahkan seluruh biaya SDM dan overhead proyek – Biaya overhead proyek direkomendasikan dihitung dalam kelompok tersendiri yang terpisah dengan biaya aktivitas. Biaya ini dapat termasuk beban operasional kantor pusat, biaya perijinan, dan biaya-biaya lain di luar biaya aktivitas atau yang terkait dengan banyak biaya aktivitas yang sulit untuk didistribusikan pada biaya aktivitas tertentu.

Menentukan real cost (RC) – Kegiatan ini dilakukan apabila telah ada total biaya aktivitas dan total biaya overhead. Hasilnya akan menjadi biaya proyek nominal atau real cost (RC) yang akan menjadi acuan dalam perhitungan biaya pajak dan penentuan cadangan manajemen.

Menghitung beban pajak – Kegiatan yang menghitung beban biaya atas segala ketentuan pajak dan retribusi yang berlaku. Pada dasarnya ada dua jenis pajak dilihat dari cara pembebanannya. Pertama pajak yang melekat pada aktivitas atau komponen aktivitas. Seperti pajak galian, retribusi kebersihan pekerjaan tertentu. Pajak jenis ini dimasukkan pada tiap aktivitas. Kedua adalah pajak yang dikenakan secara keseluruhan biaya seperti Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Pajak ini diperhitungkan setelah didapat real cost (RC).

Membuat acuan biaya – Kegiatan ini dilakukan dengan menjumlahkan biaya real cost dan beban pajak yang hasilnya akan menjadi acuan biaya untuk pelaksanaan proyek, dan pemantauan serta pengendalian biayanya.

Menentukan cadangan manajamen – Kegiatan yang menghitung dan menentukan besaran biaya cadangan yang tidak diketahui (unknown – unknown). Dapat ditentukan berdasarkan tingkat penyimpangan antara anggaran biaya awal dan realisasinya pada beberapa proyek sebelumnya. Contoh kejadian yang perlu diakomodir oleh cadangan manajemen antara lain dampak cuaca khusus, hambatan sosial tak terduga, ketidak-sempurnaan disain, perubahan kondisi makro dan pasar di luar prediksi, dan lainnya. Pada kondisi yang dianggap normal, biasanya ditentukan sebesar 10% seperti pada proyek pemerintah.

Menentukan kebutuhan pendanaan – Kegiatan yang merencanakan kebutuhan pendanaan proyek atas acuan biaya dan cadangan manajemen dengan memperhatikan jadwal sumber daya pada jadwal proyek.

Referensi : Buku Advanced and Effective Project Management

Untuk melihat daftar artikel ⇒ Table of Content, dan konsultasi Project Management ⇒ Konsultasi. Daftar karya ada pada ⇒ Innovation Gallery, dan daftar riset pada ⇒ Research Gallery

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code