Proses perencanaan manajemen biaya proyek dilakukan berdasarkan metodologi rencana manajemen proyek dan menggunakan acuan proses yang ada pada organisasi berupa kebijakan, prosedur, template dan petunjuk pelaksanaan terkait pengelolaan biaya dan dokumen project charter. Data dan informasi yang akan digunakan berasal dari beberapa faktor lingkungan usaha yang berpengaruh pada proses ini.

Dalam melakukan proses ini terdapat beberapa alat dan teknik yang dapat digunakan yang merupakan standar PMBOK 5th Edition. Rincian alternatif beserta definisi dan tujuan serta rekomendasi aplikasinya diberikan pada Tabel di bawah ini :

Alat dan Teknik Proses Perencanaan Manajemen Biaya

Pada proyek yang kompleks umumnya digunakan ahli yaitu konsultan. Hal ini untuk tujuan mendapatkan tingkat akurasi perencanaan yang baik pada kondisi proyek dengan tuntutan perencanaan dan pengendalian biaya dengan tingkat kesulitan tinggi. Pada proyek konstruksi dikenal istilah quantity surveyor (QS) sebagai ahli bidang cost engineering yang sering disebut juga sebagai Construction Economist, Cost Engineer, atau Estimator.

QS berperan pada seluruh siklus proyek. Pada tahap studi kelayakan, QS memberi saran kepada Pemilik agar dapat menyeimbangkan antara tujuan proyek dan biayanya. Pada tahap disain, QS menyiapkan RAB, dan menetapkan anggaran. Pada tahap pengadaan, QS menyiapkan dokumen dan menyelenggarakan prakualifikasi atau tender. Pada tahap konstruksi, QS berperan untuk menilai progres kemajuan pekerjaan untuk pembayaran dan menghitung pengukuran final, menghitung nilai pekerjaan tambah/kurang dan nilai eskalasi proyek, klaim asuransi, dan penyelesaian sengketa konstruksi.

Hasil proses adalah rencana manajemen biaya yang menjelaskan bagaimana biaya direncanakan, distrukturkan, dipantau, dan dikendalikan. Proses-proses manajemen biaya termasuk alat dan teknik yang akan digunakan didokumentasikan dalam hasil proses ini. Hasil proses ini berupa suatu metodologi penting yaitu rencana manajemen biaya. Metodologi ini berhubungan secara tidak langsung dengan proses manajemen biaya selanjutnya. Penjelasan kegunaan hasil-hasil proses ini adalah sebagai berikut :

  1. Metodologi ini akan digunakan pada proses perencanaan biaya selanjutnya yaitu estimasi biaya dan penentuan anggaran. Dimana metodologi telah merencanakan bagaimana kedua proses tersebut dilakukan.
  2. Metodologi ini digunakan untuk identifikasi risiko yang dapat terjadi pada proses-proses manajemen biaya. Hasilnya adalah daftar risiko atas proses manajemen biaya.
  3. Metodologi ini juga memberikan pedoman atas penetapan dan pengelolaan cadangan risiko yang diperlukan dalam penilaian analisis risiko kuantitatif.

Terdapat dua kelompok rencana manajemen biaya, yaitu yang bersifat umum yang berlaku untuk semua proyek dan yang bersifat khusus dimana mengakomodir karakter unik suatu proyek. Elemen yang bersifat umum dapat ditetapkan menjadi standar template, sedangkan elemen yang bersifat khusus akan tergantung pada kondisi proyek. PMBOK 5th Edition, memberikan rincian isi dari rencana manajemen biaya yang disampaikan pada Tabel di bawah ini :

Isi dan Penjelasan Rencana Manajemen Biaya Proyek

Referensi : Buku Advanced and Effective Project Management

Untuk melihat daftar artikel ⇒ Table of Content, dan konsultasi Project Management ⇒ Konsultasi. Daftar karya ada pada ⇒ Innovation Gallery, dan daftar riset pada ⇒ Research Gallery

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code