CPM adalah suatu rangkaian item pekerjaan dalam suatu proyek yang menjadi bagian kritis atas terselesainya proyek secara keseluruhan. Hal ini bermakna bahwa tidak terselesaikannya tepat waktu suatu aktivitas yang masuk dalam jalur kritis akan menyebabkan proyek akan mengalami keterlambatan karena waktu finish proyek akan menjadi mundur atau delay.  Adapun contoh kasus sederhana untuk menentukan jalur kritis pada diagram jaringan seperti yang terlihat pada Gambar di bawah ini dengan menggunakan CPM.

Contoh Model Jaringan AON
  1. Perhitungan Maju

Ketentuan #1

Kecuali kegiatan awal, maka suatu kegiatan baru dapat dimulai bila kegiatan yang mendahuluinya (predecessor) telah selesai. Formula, E(1) = 0

Ketentuan #2

Waktu selesai paling awal suatu kegiatan sama dengan waktu mulai paling awal, ditambah dengan kurun waktu kegiatan yang mendahuluinya. Formula, EF(i-j)   = ES(i-j) + t (i-j), Maka :             

  • EF(1-2) = ES(1-2) + D = 0 + 3 = 3
  • EF(2-3) = ES(2-3) + D = 3 + 6 = 9
  • EF(2-4) = ES(2-4) + D = 3 + 4 = 7
  • EF(3-5) = ES(3-5) + D = 9 + 7 = 16
  • EF(4-5) = ES(4-5) + D = 7 + 5 = 12

Ketentuan #3

Bila suatu kegiatan memiliki dua atau lebih kegiatan-kegiatan terdahulu yang menggabung, maka waktu mulai paling awal (ES) kegiatan tersebut adalah sama dengan waktu selesai paling awal (EF) yang terbesar dari kegiatan terdahulu. Bentuk hubungan ketergantungan seperti pada Gambar di bawah ini

Hubungan Ketergantungan Aktivitas pada AON

Bila EF(c) > EF(b) > EF(a), maka ES(d) = EF(c). Sehingga EF(5-6) = EF(4-5) + D = 16 + 4 =  20. Hasil perhitungan maju ditampilkan pada Tabel di bawah ini

Hasil Perhitungan Maju untuk Mendapatkan EF

Dari perhitungan pada tabel di atas diperoleh waktu penyelesaian proyek adalah selama 20 hari.

  1. Perhitungan Mundur

Ketentuan #4

Waktu mulai paling akhir suatu kegiatan sama dengan waktu selesai paling akhir dikurangi kurun waktu berlangsungnya kegiatan yang bersangkutan. Formula, LS(i-j) = LF(i-j) – t, Maka

  • LS(5-6) = EF(5-6) – D = 20 – 4 = 16
  • LS(4-5) = EF(4-5) – D = 16 – 5 = 11
  • LS(3-5) = EF(3-5) – D = 16 – 7 = 9
  • LS(2-4) = EF(2-4) – D =   11 – 4 = 7
  • LS(2-3) = EF(2-3) – D =   9 – 6 = 3

Ketentuan #5

Apabila suatu kegiatan terpecah menjadi 2 kegiatan atau lebih, maka waktu paling akhir (LF) kegiatan tersebut sama dengan waktu mulai paling akhir (LS) kegiatan berikutnya yang terkecil. Bentuk hubungan ketergantungan seperti pada Gambar di bawah ini

Hubungan Ketergantungan Aktivitas pada AON

Jika LS(b) < LS(c) < LS(d) maka LF(a) = LS(b). Sehingga: LF(1-2) = LS(2-3) = 3 dan LS(1-2) = EF(1-2) – D =   3 – 3 = 0. Hasil perhitungan maju ditampilkan pada Tabel 8.47.

Hasil Perhitungan Mundur untuk mendapatkan LF
  1. Perhitungan Slack atau Float

Ketentuan #6

Slack Time atau Total Slack (TS) = LS – ES atau LF – EF. Hasil perhitungan float ditampilkan pada Tabel di bawah ini

Hasil Perhitungan Float atau Slack

Referensi : Buku Advanced and Effective Project Management

Untuk melihat daftar artikel ⇒ Table of Content, dan konsultasi Project Management ⇒ Konsultasi. Daftar karya ada pada ⇒ Innovation Gallery, dan daftar riset pada ⇒ Research Gallery

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code