Menurut PMBOK 5th Edition, proses pengendalian jadwal adalah proses yang memantau status progres pekerjaan aktivitas proyek dan mengelola penyimpangan yang terjadi agar proyek dapat diselesaikan sesuai dengan target waktu.

Proses pengendalian jadwal pada dasarnya proses yang menjaga jadwal proyek sesuai target yang dilakukan secara berjenjang. Proses ini dimulai dari proses pemantauan faktor-faktor kritis yang mempengaruhi jadwal proyek yang dilakukan secara sangat intenstif. Selanjutnya adalah memantau indikator-indikator jadwal yang membandingkan pencapaian aktual dengan rencana. Terdapat beberapa masukan dalam melakukan proses ini berdasarkan standar PMBOK 5th Edition. Komponen beserta definisi atau rincian atau penjelasan singkat serta fungsi utama terkait diberikan pada Tabel di bawah ini :

Masukan Proses Pengendalian Jadwal

Rincian dan penjelasan atas beberapa aset-aset proses organisasi yang dapat mempengaruhi proses pengurutan aktivitas adalah sebagai berikut :

  • Kebijakan, prosedur, dan petunjuk terkait pengendalian jadwal – Dapat formal dan informal yang ada pada organisasi.
  • Alatalat pengendalian jadwal – Merupakan alat-alat terkait pengendalian schedule yang digunakan oleh organisasi
  • Metode pemantauan dan pelaporan yang akan digunakan – Metode yang digunakan organisasi dalam melakukan pemantauan dan pelaporan terkait jadwal. Misalnya proyek harus menyampaikan laporan atas jadwal pelaksanaan proyek yang berupa progress fisik secara mingguan, dan laporan bulanan yang ditambah aktual progres tiap aktivitas termasuk perubahan atas CPM, dan lain-lain.
Alat dan Teknik Proses Pengendalian Jadwal

Beberapa teknik dalam review kinerja adalah sebagai berikut :

Analisis kecenderungan (Trend analysis) – Mengkaji kinerja proyek dari waktu ke waktu untuk menentukan apakah kinerja membaik atau memburuk. Sering menggunakan bentuk grafis yang mampu menunjukkan kecenderungan dengan cepat.

Metode jalur kritis (Critical path method) – Variasi atas durasi atau tanggal aktual terhadap rencana pada aktivitas yang berada di jalur kritis akan berdampak langsung pada tanggal penyelesaian proyek. Sangat efektif dalam menentukan status schedule proyek.

Metode rantai kritis (Critical chain method) – Dengan membandingkan jumlah buffer yang tersisa dengan jumlah buffer yang diperlukan. Metode ini untuk menjaga target tanggal selesai, membantu menentukan status jadwal dan menentukan tindakan korektif yang sesuai.

Earned Value Management – Pengukuran kinerja waktu seperti schedule variance (SV) dan index performance schedule (SPI), digunakan untuk menilai besarnya variasi terhadap acuan schedule.

Proses pembuatan jadwal berdasarkan standar PMBOK 5th Edition akan menghasilkan beberapa dokumen penting jadwal. Penjelasannya diberikan pada Tabel 8.42 berikut ini :

Hasil Proses Pengendalian Jadwal

Referensi : Buku Advanced and Effective Project Management

Untuk melihat daftar artikel ⇒ Table of Content, dan konsultasi Project Management ⇒ Konsultasi. Daftar karya ada pada ⇒ Innovation Gallery, dan daftar riset pada ⇒ Research Gallery

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code