Proses estimasi sumber daya aktivitas dimulai dari penentuan jenis sumber daya aktivitas yang umumnya berupa tenaga kerja, material, dan alat. Selanjutnya menentukan kebutuhan jumlah sumber daya aktivitas. Sumber daya aktivitas dapat dibagi menjadi dua. Pertama adalah sumber daya aktivitas utama yang cenderung bersifat hasil atau produk permanen. Kedua adalah sumber daya aktivitas pendukung yang berupa aktivitas yang diperlukan sebagai metode pelaksanaan atau produksi suatu produk yang cenderung bersifat temporer. Proses ini direkomendasikan dirinci menjadi beberapa kegiatan seperti yang ditunjukkan pada Tabel di bawah ini :

Rekomendasi Kegiatan-kegiatan Proses Estimasi Sumber Daya Aktivitas

Adapun penjelasan kegiatan-kegiatan yang merupakan rincian proses pengurutan aktivitas yang terdapat pada Tabel di atas adalah sebagai berikut :

Penentuan jenis dan jumlah kebutuhan sumber daya utama aktivitas – Kegiatan ini didasarkan pada daftar aktivitas dan atributnya sebagai sumber informasi penentuan  jenis sumber daya utama aktivitas. Sumber daya utama adalah sumber daya yang melekat pada produk proyek secara permanen. Estimasi biaya aktivitas akan menentukan dalam pemilihan sumber daya utama. Perhitungan volume sumber daya dapat dengan menggunakan standar tertentu dengan teknik estimasi bottom-up.

Penentuan jenis dan jumlah kebutuhan sumber daya pendukung aktivitas – Kegiatan ini didasarkan pada metode pelaksanaan yang direncanakan untuk membuat produk proyek. Sumber daya pendukung adalah sumber daya yang tidak melekat pada produk proyek atau bersifat sementara (temporary). Kebutuhan jumlah sumber daya utama dan pendukung aktivitas dapat ditentukan berdasarkan dua metode, yaitu :

  • Metode 1 – Kebutuhan sumber daya ditentukan berdasarkan ketersediaannya. Metode ini cocok digunakan jika ketersediaan sumber daya cukup terbatas dan sulit didapatkan sehingga ketersediaan sumber daya sangat menentukan durasi aktivitas.
  • Metode 2 – Kebutuhan sumber daya ditentukan berdasarkan asumsi target durasi aktivitas. Metode ini cocok digunakan apabila ketersediaan sumber daya dianggap sangat memadai dan mudah didapatkan. Metode ini juga cocok apabila aktivitas proyek telah cukup sering dilaksanakan sehingga dapat diperkirakan durasi aktivitas normal yang dapat dengan teknik estimasi analog dan parametrik.

Metode ke-2 lebih sering digunakan di proyek dimana kekurangan sumber daya pada beberapa aktivitas tertentu yang tidak tersedia akan menjadi faktor penyesuaian dalam perhitungan durasi aktivitas. Contoh hasil penentuan sumber daya diberikan pada Tabel-tabel di bawah ini.

Contoh Hasil Penentuan Sumber Daya Pada Pekerjaan Pondasi Pile Cap – Metode 1
Contoh Penentuan Sumber Daya Pada Pekerjaan Pondasi Pile Cap – Metode 2

Agregasi kebutuhan tiap sumber daya pendukung aktivitas – Kegiatan ini merupakan kegiatan yang me-resume seluruh jenis sumber daya proyek yang dibutuhkan dan mentabulasikan total jumlah kebutuhannya berdasarkan jenis sumber daya pada seluruh aktivitas-aktivitas pelaksanaan proyek. Informasi ini akan sangat berguna dalam membuat struktur rincian sumber daya dan perencanaan sumber daya serta perencanaan pengadaan proyek.

Pembuatan struktur rincian sumber daya – Kegiatan ini merupakan kegiatan yang menstrukturkan jenis sumber daya yang akan digunakan pada proyek berdasarkan analisanya pada tiap aktivitas. Gambar berikut adalah contoh struktur breakdown sumber daya.

Contoh Struktur Breakdown Sumber Daya

Referensi : Buku Advanced and Effective Project Management

Untuk melihat daftar artikel ⇒ Table of Content, dan konsultasi Project Management ⇒ Konsultasi. Daftar karya ada pada ⇒ Innovation Gallery, dan daftar riset pada ⇒ Research Gallery

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code