Proses dekomposisi WBS merupakan proses merinci secara logis. Bentuk atau jenis dekomposisi ada empat yaitu berdasarkan fungsi, peran, metode, dan komponen hasil pekerjaan. Adapun langkah-langkah dalam melakukan teknik dekomposisi pada proses pembuatan WBS adalah sebagai berikut :

  1. Identifikasi dan analisa hasil kerja atau pekerjaan terkait proyek.
  2. Level ke-1 WBS umumnya adalah proyek itu sendiri.
  3. Level ke-2 dapat dilakukan dengan dua pendekatan. Pertama, dengan menempatkan hasil kerja utama (major deliverables) pada level ke-dua (lihar Gambar 7.7). Kedua, dengan menggunakan siklus hidup proyek dimana hasil produk dan hasil proyek akan menjadi level ke-2 (lihat Gambar 7.8).
  4. Uraikan komponen level ke-2 menjadi level lebih rendah secara bertahap atau hierarki dimana terurai menjadi komponen-komponen yang lebih detail.
  5. Lakukan cek pada level tiap level proses penguraian apakah komponen-komponen yang terbentuk telah memenuhi persyaratan sebagai work package dimana dianggap telah memadai untuk dikelola (direncanakan dan dikendalikan) atas aspek biaya dan waktu.
  6. Jika dianggap belum memuaskan untuk tujuan pengelolaan waktu dan biaya, maka proses penguraian dilanjutkan ke level selanjutnya. Sedemikian didapatkan pada level tertentu dimana komponen dirasa telah memadai dan memenuhi syarat sebagai work packages.
  7. Lakukan proses coding atas tiap komponen WBS. Kode suatu komponen adalah identik dan spesifik dan akan bermanfaat dalam proses manajemen proyek lainnya.

WBS dapat dibangun berdasarkan orientasi tugas atau proses seperti yang terlihat pada Gambar di bawah. Pada jenis WBS ini, elemen WBS dinyatakan dengan menggunakan bentuk obyek kata kerja dimana pekerjaan merupakan proses atau suatu tindakan. Hal ini karena produk akhir elemen WBS lebih pada proses ketimbang hasil pekerjaan dari proses tersebut. Kinerja proses akan menjadi fokus pekerjaan. Indikasi penyelesaian dan pemenuhan kriteria penerimaan umumnya dalam bentuk dokumen khusus yang disetujui oleh kedua belah pihak. Sebagai contoh jasa pengiriman barang akan diikuti oleh dokumen surat jalan dari pengirim yang disetujui oleh penerima.

WBS dengan Basis Hasil Kerja Utama (PMBOK 5th Edition)
WBS dengan Basis Fase Siklus Hidup Proyek (PMBOK 5th Edition)

Dalam beberapa kasus, WBS yang berorientasi pada hasil pekerjaan akan lebih direkomendasikan untuk digunakan. Hal ini karena karakternya yang lebih mudah untuk divalidasi untuk diterima. Namun apabila tidak bisa, maka WBS dapat dalam bentuk orientasi proses. Pada kenyataannya, suatu proyek cenderung berupa kombinasi atas hasil pekerjaan dan proses-proses. Hal ini kemudian akan menghasilkan suatu WBS yang berbentuk hibrida (hybrid) dimana sebagian elemen WBS dalam bentuk hasil pekerjaan dan sebagian elemen WBS berbentuk proses.

Terdapat kualitas inti (core quality) atas WBS yang perlu diketahui dan diperhatikan dalam membuat WBS. Menurut Norman (2008), beberapa kualitas inti dari WBS dengan orientasi produk adalah sebagai berikut :

  • Orientasi pada hasil pekerjaan.
  • Berjenjang dan dibangun sedemikian tiap level hasil dekomposisi telah memasukkan 100% pekerjaan atas elemen induknya dimana tiap elemen induk memiliki paling sedikit dua elemen anak.
  • Mendefinisikan seluruh lingkup proyek dan termasuk seluruh elemen proyek terkait baik internal, eksternal, dan hasil pekerjaan sementara.
  • Memasukkan hanya elemen-elemen yang akan dihasilkan oleh proyek. Elemen yang bukan merupakan lingkup tidak dimasukkan.
  • Menggunakan kata benda dan kata sifat untuk menjelaskan hasil pekerjaan. Dalam hal ini ditegaskan bukan kata kerja.
  • Menggunakan skema kode yang secara jelas menggambarkan proyek secara alamiah.
  • Berisi paling sedikit dua level dekomposisi.
  • Dibangun atas pekerjaan yang dilaksanakan dengan masukan secara teknis dari ahli terkait dan stakeholder lainnya.
  • Memasukkan manajemen proyek atau program pada level 2.
  • Memasukkan WBS Dictionary yang menjelaskan dan mendefinisikan batasan elemen WBS.
  • Berisi paket pekerjaan yang secara jelas mendukung identifikasi pekerjaan, aktivitas, dan milestone yang harus dilaksanakan dalam menghasilkan paket pekerjaan.
  • Mengkomunikasikan lingkup proyek pada semua stakeholder.
  • Diperbarui berdasarkan prosedur pengelolaan perubahan proyek.

Referensi : Buku Advanced and Effective Project Management

Untuk melihat daftar artikel ⇒ Table of Content, dan konsultasi Project Management ⇒ Konsultasi. Daftar karya ada pada ⇒ Innovation Gallery, dan daftar riset pada ⇒ Research Gallery

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code