Menurut PMBOK 5th Edition, proses ini adalah proses yang membagi hasil pekerjaan dan proyek menjadi bagian yang lebih kecil sehingga menjadi komponen yang lebih dapat dikelola terutama atas biaya dan waktu. Manfaat utama proses ini adalah memberikan tujuan yang terstruktur atas apa yang harus dihasilkan.

Adapun rincian dan alur proses membuat WBS yang berdasarkan pada PMBOK 5th Edition, dapat dilihat pada Tabel di bawah ini :

Proses Membuat WBS

Proses ini dilakukan berdasarkan pada hasil proses sebelumnya yaitu perencanaan manajemen lingkup, pengumpulan persyaratan, pendefinisian lingkup, dan kondisi perusahaan / organisasi berupa rencana manajemen lingkup, pernyataan lingkup proyek, dan aset-aset proses organisasi serta faktor lingkungan usaha.

Terdapat dua alat dan teknik yang utama yang dapat digunakan yaitu pendapat ahli dan dekomposisi. Kedua alat dan teknik tersebut disarankan untuk dipergunakan semuanya untuk mendapatkan suatu WBS yang baik dan lengkap serta sesuai dengan definisi lingkup yang telah dihasilkan dari proses pengumpulan persyaratan.

Menurut Norman (2008), WBS akan semakin detil dan luas sejalan dengan progres proses pendefinisian lingkup yang dimulai dari project charter hingga penentuan kriteria penerimaan (acceptance criteria). Penjelasan mengenai hal ini dapat dilihat pada Gambar di bawah ini :

Proses Pendetailan dan Melengkapi WBS (Norman, 2008)

Proses membuat WBS direkomendasikan untuk diuraikan menjadi rangkaian kegiatan-kegiatan untuk memudahkan pemahaman dan implementasi proses. Kegiatan-kegiatan tersebut adalah :

  1. Mengumpulkan dan analisa data dan informasi.
  2. Mengidentifikasi key deliverables dan key processes.
  3. Merinci key processes dan atau key deliverables.
  4. Melakukan review dan optimasi WBS.
  5. Membuat WBS Dictionary.

Proses ini akan menghasilkan suatu dokumen yang penting bagi perencanaan manajemen proyek lainnya yaitu acuan lingkup (scope baseline) di samping adanya pembaruan atas dokumen-dokumen proyek atas adanya dokumen acuan lingkup tersebut.

  • Acuan lingkup – Digunakan sebagai pembanding atas hasil pekerjaan pada proses Validasi Lingkup karena fungsinya sebagai acuan lingkup. Disamping itu, diperlukan juga pada banyak proses-proses lain seperti Pengembangan Rencana Manajemen Proyek, Definisi Aktivitas, Estimasi Biaya, Penentuan Anggaran, Identifikasi Risiko, dan Melakukan Analisis Risiko Kualitatif.
  • Pembaruan Dokumen-dokumen proyek – Adanya dokumen yang berisi lingkup yang definitif akan menambah kumpulan dokumen-dokumen proyek yang harus didokumentasi.

Referensi : Buku Advanced and Effective Project Management

Untuk melihat daftar artikel ⇒ Table of Content, dan konsultasi Project Management ⇒ Konsultasi. Daftar karya ada pada ⇒ Innovation Gallery, dan daftar riset pada ⇒ Research Gallery

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code