Berbagai analisis lanjutan atas model The Lewis telah menunjukkan bahwa semua bangsa dan regional di seluruh dunia ternyata saling membutuhkan antara satu dengan lainnya yang dapat diwujudkan dalam kolaborasi budaya. Contoh sederhana adalah tipe multi-aktif yang impulsif membutuhkan tipe reaktif yang sabar dan penurut. Contoh lain terkait proyek adalah bagi engineer yang ingin meningkatkan kemampuannya, dapat belajar ke negara tertentu yang memiliki budaya decisive planning.

Sehingga konsep pengelolaan stakeholder dengan perbedaan budaya dapat dibangun dengan konsep saling membutuhkan. Penting bagi project manager untuk mampu mengenal dan memahami bagaimana perbedaan tidak menjadi masalah, bahkan harus diarahkan untuk saling mengisi dengan kolaborasi yang baik sehingga pengelolaan proyek dapat berjalan dengan lebih baik. Model The Lewis ini dapat dimanfaatkan dalam rangka manajemen stakeholder yang lebih baik terutama pada proyek Internasional atau proyek yang melibatkan pihak asing. Beberapa manfaat model ini antara lain :

  • Mengenal karakter budaya pihak asing yang bekerja sama dalam suatu proyek.
  • Memudahkan dan mempercepat proses adaptasi budaya.
  • Meningkatkan kualitas manajemen stakeholder dengan kolaborasi yang saling membutuhkan.
  • Mempertajam pada proses identifikasi stakeholder terutama pada atribut stakeholder.
  • Mempertajam strategi mengelola stakeholder asing.
  • Mitigasi atas risiko yang lebih baik atas dampak yang dapat ditimbulkan oleh stakeholder asing.
  • Memudahkan dalam membuat rencana manajemen komunikasi proyek.
  • Memudahkan dalam proses stakeholder engagement.

Perbedaan budaya antar stakeholder menjadi kunci penting dalam membuat strategi manajemen stakeholder di proyek. Hal ini karena perbedaan budaya sering menjadi akar masalah atas konflik yang terjadi dalam suatu organisasi atau dalam bekerja sama dengan pihak asing. Model The Lewis, akan membantu dalam mengidentifikasi perbedaan budaya tersebut. Perbedaan budaya antar stakeholder dapat dilakukan dengan cara membuat culture gap analyisis pada suatu stakeholder atau antar stakeholder tertentu dengan memanfaatkan model The Lewis.

Untuk meningkatkan pemahaman atas bagaimana mendapatkan manfaat atas model The Lewis seperti yang telah dijelaskan di atas, berikut ini diberikan suatu gap analysis atas perbedaan budaya stakeholder dalam mitigasi risiko dan merancang strategi mengelola stakeholder. Gap analysis diberikan dalam bentuk tabel yang mengacu pada contoh perbedaan budaya antara Indonesia dengan Finlandia sebagai berikut :

Contoh Gap Analysis Pada Budaya Stakeholder

Hasil stakeholder gap analysis pada Tabel di atas, menunjukkan terdapat cukup banyak budaya yang berbeda secara signifikan yang harus mendapat perhatian utama. Beberapa perbedaan budaya yang signifikan atau yang berpotensi berdampak risiko yang tinggi adalah pada aspek cara perencanaan, cara berargumentasi, orientasi, fleksibilitas dalam penyelesaian masalah, ketaatan pada aturan, dan pandangan atas hubungan antara sosial dan profesional.

Langkah selanjutnya adalah menentukan strategi yang tepat untuk berkolaborasi mengacu konsep saling membutuhkan dalam rangka pengelolaan stakeholder yang baik, yang terbagi dalam empat aspek dalam bekerja sama dengan orang Finlandia, yaitu :

Perbedaan cara perencanaan proyek – Dalam berpartner untuk suatu perencanaan proyek, kemampuan Enjineer Finlandia yang rinci dan sistematis dapat diandalkan dengan diberikan porsi lebih untuk mendapatkan perencanaan proyek yang lebih baik. Namun tetap harus dikontrol untuk mendapatkan perencanaan yang aplikatif. Direkomendasikan untuk memiliki enjineer yang mampu untuk mengimbangi enjineer dari Finlandia yang cenderung kaku.

Cara berkomunikasi – Dalam diskusi dengan orang Finlandia, strategi terbaik adalah dengan berusaha mengikuti pola pikir logika yang digunakan yang dilengkapi dengan fakta-fakta yang kuat. Hindari emosi dalam adu argumentasi. Sangat direkomendasikan untuk menggunakan pendekatan penyelesaian masalah secara riset yang kuat secara logika yang didukung fakta-fakta yang kuat. Dengan memperhatikan kelemahan orang Indonesia dalam kompetensi ini, maka strateginya adalah dengan meminta dukungan ahli yang dapat berupa akademisi atau konsultan yang sesuai bidang diskusi.

Pendekatan penyelesaian masalah – Dalam berdiskusi untuk menyelesaikan suatu permasalahan, kombinasi gaya yang berorientasi pada pekerjaan dan orang dapat digunakan sekaligus. Sedangkan untuk pendekatan penyelesaian masalah yang berdasarkan aturan atau menggunakan koneksi dengan kombinasi mencari key person, harus memperhatikan situasi dan kondisi yang ada. Namun keduanya dapat digunakan apabila diperlukan.

Hubungan interpersonal – Dalam membina hubungan interpersonal yang baik dengan orang Finlandia, harus dihindari hal-hal yang membuat mereka malu terutama di dalam forum resmi. Hal-hal yang harus dilakukan dan diminta, disarankan untuk dikerjakan secara lebih cepat karena kecenderungan orang Finlandia yang kurang sabar. Tidak perlu emosi apabila teguran mereka sampaikan secara langsung. Orang Finlandia tidak dapat dipengaruhi dengan pendekatan-pendekatan sosial, sehingga direkomendasikan untuk melakukan pendekatan yang profesional.

Dalam mengimplementasi model The Lewis untuk mendapatkan atau mengidentifikasi perbedaan budaya, perlu diperhatikan bahwa informasi yang terdapat pada model The Lewis dianggap atau diasumsikan sebagai suatu generalisasi budaya suatu negara. Sehingga pada kondisi tertentu, hal ini perlu dikonfirmasi mengingat ada kemungkinan seseorang memiliki perbedaan atau variasi yang tidak diwakili atau sedikit berbeda oleh generalisasi tersebut. Namun demikian, model the Lewis dapat digunakan dalam merencanakan strategi mengelola stakeholder secara umum pada proyek-proyek Internasional setidaknya pada tahap awal pelaksanaan proyek.

Referensi : Buku Advanced and Effective Project Management

Untuk melihat daftar artikel ⇒ Table of Content, dan konsultasi Project Management ⇒ Konsultasi. Daftar karya ada pada ⇒ Innovation Gallery, dan daftar riset pada ⇒ Research Gallery

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code