Proyek konstruksi merupakan jenis proyek yang memiliki tingkat kompleksitas yang tertinggi. Proyek jenis ini memiliki berbagai tantangan dalam pelaksanaannya. Akibatnya banyak terjadi risiko atas manajemen proyek termasuk kegagalan design dan konstruksi yang berakibat fatal. Kerugian yang ditimbulkan jelas tidak sedikit. Adapun beberapa tantangan proyek konstruksi diantaranya adalah :

Permasalahan Koordinasi Disain Proyek Konstruksi
  • Tingginya kegagalan proyek atas waktu dan biaya yaitu sekitar 30%.
  • Banyaknya change order atau variation order yang menyebabkan pembengkakan biaya dan kemoloran waktu.
  • Disain perencanaan yang tidak construcable.
  • Rendahnya kualitas disain
  • Tingginya rework dan reject.
  • Banyaknya klaim dan litigasi.
  • Tingginya risiko pelaksanaan.
  • Buruknya turnover documents.
  • Ketidakpuasan pemilik.
  • Rendahnya dan stagnasi tingkat produktifitas tenaga kerja
  • Tingginya waste material yang dapat mencapai 37%.
Indeks Produktifitas Tenaga Kerja Konstruksi Terhadap Industri Lainnya di Amerika Serikat (Stanford University)

Berbagai masalah dan tantangan di atas masih sering terjadi hingga saat ini. Banyak faktor yang menyebabkan permasalahan tersebut, yaitu :

  • Lemahnya perencanaan yang tidak akurat.
  • Kurangnya koordinasi antar pihak yang terkait.
  • Masih sedikitnya pelaku konstruksi yang profesional.
  • Buruknya pengambilan keputusan dalam proses konstruksi.
  • Inefisiensi dan kesulitan mekanisme penyelesaian konstruksi lapangan.
  • Kurangnya monitoring proyek.

Berbagai permasalahan dan faktor-faktornya di atas, pada dasarnya banyak yang bermuara pada aspek komunikasi proyek yang termasuk didalamnya adalah integrasi data dan informasi proyek. Hal ini yang mendasari tercetusnya BIM.

Tujuan penggunaan BIM yang utama pada dasarnya ada lima, yaitu pengumpulan (gather), pembangkitan (generate), analisis (analyze), komunikasi (communicate), dan realisasi (realize). Selanjutnya, terdapat beberapa kegunaan BIM sebagai turunan dari tujuan penggunaan BIM yang utama seperti yang ditunjukkan pada Gambar di bawah ini :

Tujuan Penggunaan BIM (Kreider & Messner, 2013)

Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai tujuan penggunaan BIM yang ditunjukkan pada Gambar di atas, yaitu :

  • Capture – Menunjukkan status saat ini atas fasilitas dan elemen-elemen fasilitas.
  • Quantify – Untuk menyatakan atau mengukur jumlah dari elemen-elemen suatu fasilitas.
  • Monitor – Untuk mengumpulkan informasi terkait kinerja elemen-elemen dan sistem suatu fasilitas.
  • Prescribe – Untuk menentukan kebutuhan untuk dan memilih elemen-elemen fasilitas yang spesifik.
  • Arrange – Untuk menentukan lokasi dan meletakkan elemen-elemen fasilitas.
  • Size – Untuk menentukan magnitude dan skala elemen-elemen fasilitas.
  • Coordinate – Untuk memastikan efisiensi dan hormonisasi atas hubungan antar elemen-elemen fasilitas.
  • Forecast – Untuk memprediksikan kinerja masa depan atas fasilitas dan elemen-elemen fasilitas.
  • Validate – Untuk check atau membuktikan akurasi atas informasi fasilitas dimana logis dan beralasan.
  • Visualize – Untuk membentuk representasi realistis atas fasilitas atau elemen-elemen fasilitas.
  • Transform – Untuk memodifikasi informasi dan menterjemahkannya menjadi dapat diterima oleh proses lainnya.
  • Draw – Untuk membuat representasi simbolis atas fasilitas dan elemen-elemen fasilitas.
  • Document – Untuk menciptakan suatu catatan atas informasi fasilitas termasuk informasi yang diperlukan untuk menyebutkan secara presisi elemen-elemen fasilitas.
  • Fabricate – Untuk menggunakan informasi fasilitas untuk memproduksi elemen-elemen suatu fasilitas.
  • Assemble – Untuk menggunakan informasi fasilitas untuk membawa serta elemen-elemen fasilitas yang terpisah.
  • Control – Untuk menggunakan informasi fasilitas untuk menggerakkan secara fisik operasi atas pengoperasian peralatan.
  • Regulate – Untuk menggunakan informasi fasilitas untuk menginformasikan operasi atas elemen-elemen fasilitas.

Konsep BIM mampu menggambarkan konstruksi secara virtual suatu bangunan atau fasilitas sebelum konstruksi fisik dibangun dimana dilengkapi dengan berbagai data dan informasi penting terkait pada tiap elemennya. Hal ini dapat bermanfaat untuk mengurangi ketidakpastian, menyelesaikan berbagai masalah yang sebelumnya tak terdeteksi, mensimulasikan dan menganalisa dampak potensial yang mungkin terjadi.

Lingkup pekerjaan bangunan atau fasilitas dapat didefinisikan lebih akurat. Kuantitas dan sifat material dapat diekstraksi dengan mudah dengan informasi yang komprehensif yang tersimpan dalam database BIM. Seluruh sistem dan elemen-elemennya termasuk urutannya dapat ditampilkan dalam skala relatif.

BIM juga dapat berfungsi untuk mencegah kesalahan dengan memungkinkan deteksi benturan atau clashing dimana model komputer visual mampu menginformasikan bagian-bagian dari bangunan yang keliru atau mungkin berpotongan setelah bagian-bagian tersebut diintegrasikan. Adapun contohnya adalah perpotongan yang tidak terdeteksi atas suatu mesin dengan rangka baja bangunan. Dengan demikian, maka dapat didisain ulang untuk mengubah letak elemen rangka baja yang berpotongan atau memindahkan mesin tersebut.

BIM bermanfaat dalam mengatasi hilangnya informasi yang terkait atas perpindahan fase proyek dari fase desain ke fase konstruksi dan dari fase konstruksi ke fase operasi atau fase maintenance. Informasi yang dinamis atas bangunan atau fasilitas, seperti pengukuran sensor dan sinyal kontrol dari sistem bangunan, dapat dimasukkan dalam BIM untuk mendukung analisis operasi dan pemeliharaan gedung. BIM dibutuhkan oleh pihak yang terlibat dalam proyek skala besar yang melibatkan team cukup khususnya dalam hal koordinasi serta komunikasi antar stakeholder seperti Konsultan Arsitek, Konsultan MEP, Konsultan Struktur, Kontraktor, Pemilik, dan stakeholder lainnya.

Manfaat Implementasi BIM

Berdasarkan penjelasan-penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa BIM memiliki banyak manfaat terhadap bangunan atau fasilitas pada seluruh siklus hidupnya mulai dari proses perencanaan, proses pelaksanaan, proses pemantauan, proses pengoperasian, hingga proses pemeliharaan bangunan. BIM dianggap sebagai suatu inovasi terkait manajemen proyek konstruksi yang sangat membantu dalam pengolahan data pada berbagai proses pengelolaan proyek yang dapat menekan berbagai permasalahan pekerjaan proyek konstruksi secara signifikan sehingga meningkatkan project success. Adapun kesimpulan berbagai manfaat atas implementasi BIM ditunjukkan pada gambar di atas.

McGraw Hill – The Business Value of BIM for Construction in Major Global Markets

Tingginya manfaat implementasi BIM, membuat tingkat perkembangannya yang cukup pesat. Berbagai negara telah menjadikan implementasi BIM sebagai mandatory. BIM diprediksikan akan menjadi masa depan proses pemodelan data konstruksi di seluruh dunia.

Referensi : Buku Advanced and Effective Project Management

Untuk melihat daftar artikel ⇒ Table of Content, dan konsultasi Project Management ⇒ Konsultasi. Daftar karya ada pada ⇒ Innovation Gallery, dan daftar riset pada ⇒ Research Gallery

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code