Manajemen proyek di dunia telah berkembang dalam periode yang cukup lama. Dimulainya penggunaan manajemen proyek dalam pelaksanaan proyek diperkirakan dimulai saat dibangunnya proyek konstruksi primitif berskala besar. Hal ini berdasarkan pemikiran bahwa untuk membangun proyek berskala besar pada perkembangan teknologi tertentu di jamannya akan membutuhkan suatu pengelolaan proyek tertentu.

Sejarah perkembangan proyek konstruksi seperti yang telah dibahas pada Subbagian 1-6 menjadi acuan utama dalam menilai dan mengelompokkan perkembangan manajemen proyek. Hal ini karena proyek konstruksi memiliki kelebihan yakni peninggalan yang masih ada hingga saat ini. Ada kemungkinan bahwa pada jenis proyek lain telah menggunakan manajemen proyek dalam pelaksanaan proyeknya, namun tidak terdapat bukti-bukti yang kuat yang masih ada untuk dijadikan referensi yang memadai dalam memetakan perkembangan manajemen proyek ini.

Perkembangan manajemen proyek di dunia, diperkirakan oleh para ahli dimulai pada pembangunan piramida Khufu’ di Mesir. Bangunan ini dinilai sebagai megaproject terbesar hingga berabad-abad lamanya yang begitu mengagumkan dari sisi teknis maupun kompleksitasnya. Hingga era 1500-an, pada dasarnya tidak banyak dokumentasi atas perkembangan manajemen proyek sehingga terlihat stagnan atau dengan perkembangan yang tidak signifikan. Perkembangan manajemen proyek dunia yang cukup signifikan dimulai pada era 1900-an. Memasuki periode 2000-an, manajemen proyek berkembang semakin maju dan telah berkolaborasi dengan kemajuan teknologi informasi.

Perkembangan manajemen proyek di dunia dibagi ke dalam enam kelompok besar. Perkembangan masing-masing kelompok secara rinci yang disarikan dari berbagai referensi adalah sebagai berikut :

Era Sebelum Abad ke-16

Pada era ini, bukti perkembangan telah dimulainya manajemen proyek ditandai umumnya dengan adanya bangunan besar atau catatan-catatan khusus. Manajemen proyek masih dalam bentuk yang relatif sederhana yaitu telah dibaginya kelompok proses manajemen proyek ke dalam perencanaan dan pelaksanaan walaupun dalam bentuk yang sederhana. Beberapa perkembangan pada era ini adalah sebagai berikut :

  • Manajemen proyek diperkirakan telah diterapkan sejak proyek konstruksi berskala besar pertama yaitu Piramida Khufu’ di Mesir pada 2570 SM. Hal ini karena tidak mungkin proyek tersebut akan selesai tanpa aplikasi prinsip-prinsip dasar manajemen proyek.
  • Pembangunan besar selanjutnya yang dianggap telah mengaplikasikan manajemen proyek dengan baik adalah Tembok Raksasa Cina yang mulai dibangun pada 722 SM. Tembok besar ini didirikan sebagai benteng pertahanan, batas kepemilikan lahan, penanda perbatasan dan jalur komunikasi untuk menyampaikan pesan.
  • Perang-perang yang dilakukan oleh panglima perang Cina yaitu Sun Tzu pada 475 SM hingga 221 SM. Perang merupakan bentuk atau jenis lain dari proyek. Berbagai catatan yang ditulis oleh Sun Tzu yang menunjukkan bahwa perang dilakukan dengan perencanaan dan strategi yang baik.
Buku The Art of War – Sun Tzu (Wikipedia)
  • Pembangunan Candi Parthenon di Anthena (Yunani) pada 477 SM – 438 SM. Merupakan proyek yang dianggap pertama kali menggunakan project charter dalam bentuk yang sederhana yang berisi konsep bangunan yang akan dibuat yaitu symmetria.
  • Konstruksi Romawi memiliki kemajuan teknologi arsitektur dan material terutama beton dan juga manajemen proyek. Beberapa buktinya adalah bangunan Colosseum yang dibangun pada tahun 200 SM. Bukti lain adalah keberhasilan Julius Caesar membawa delapan legiun (40,000 pasukan) dari Perancis menuju Jerman melalui sungai Rhine sepanjang 300 m. Seluruh pasukan melewati sungai tersebut dengan membuat jembatan khusus dengan volume kayu yang besar dalam waktu seminggu pada tahun 55 SM. Proyek ini membutuhkan metode supply-chain dan perencanaan yang baik. Sketsa jembatan dapat dilihat pada Gambar di bawah
Jembatan Pasukan Romawi di Sungai Rhine (clevelandmemory.org)
  • Pemikiran tentang manajemen proyek muncul lewat hasil karya dan buku dari Vitrovius (80SM – 15SM). Vitrovius banyak menghasilkan buku-buku tentang arsitektur dan proyek. Bukunya yang terkenal adalah De Architectura atau The Ten Books on Architecture. Buku ini merupakan sedikit buku peninggalan Romawi yang masih bertahan hingga saat ini.
  • Pembangunan Hagia Sofia di Istambul pada tahun 537 merupakan bagian dari era Medieval. Bangunan ini memiliki kompleksitas teknis yang relatif tinggi di era-nya dan diyakini telah mengaplikasikan manajemen proyek untuk mengatasi kompleksitas teknis tersebut. Kaisar Justinian yang memerintahkan pembangunan katedral Hagia Sophia, mengatur piagam proyek (Project charter) katedral itu menjadi barang pameran dan melampaui kemegahan semua katedral sebelumnya.
Hagia Sofia di Istambul, Turki (eurobricks.com)

Era Tahun 1500 – 1900

Pada era ini, perkembangan manajemen proyek telah meluas dan didukung oleh disiplin ilmu lain seperti matematika. Era ini menjadi era perintis dimulainya era manajemen proyek modern. Alat manajemen proyek yang penting seperti bar chart telah dimulai gagasan konsepnya pada era ini. Beberapa perkembangan pada era ini dirinci sebagai berikut :

  • Crhistopher Wren (1632-1723) merupakan astronom, matematikawan, dan fisikawan yang bertanggung jawab terhadap pembangunan kembali 55 gereja di London termasuk yang terkenal yaitu St. Paul’s. Pada 1666 dimulai diskusi merancang ulang gereja St. Paul’s dengan prinsip-prinsip matematika.
  • Asal muasal Bar Chart dimulai pada 1765 dengan originator adalah Joseph Priestley (1733-1804) dalam bukunya “Chart of Biography”. Konsep ini dipopulerkan oleh Wiliam Playfair (1759-1823 dalam “Commercial and Political Atlas” pada 1786
Bentuk Bar Chart Tertua (Playfair, 1786)
  • Pada masa ini hingga era 1900-an, banyak proyek umumnya dikelola oleh arsitek dan insinyur yang kreatif seperti Thomas Telford (1757-1834) membangun jaringan jalan di Skotlandia pada tahun 1803-1821 sepanjang hampir 1.500 km. Telford menyempurnakan metode pembuatan jalan Metcalf, dengan mengganti batu galian dengan batu pecah. Ketebalan lapisan batu pecah juga sudah dihitung berdasar karakter lalu lintas yang akan melintasi.
  • Tokoh lain yaitu Isambard Kingdom Brunel (1806-1859) yang merancang Bristol Clifton Suspension. Dia juga membangun Great Western Railway dan Terowongan Thames. Dia disebut-sebut salah satu tokoh paling cerdik dan produktif dalam sejarah rekayasa, salah satu raksasa rekayasa abad ke-19 serta salah satu tokoh terbesar dari Revolusi Industri di Inggris.
  • Pembangunan Transcontinental Railroad pada 1896 yang menghubungkan California ke bagian Timur Amerika. Proyek ini menjadi proyek pemerintah pertama kali yang menggunakan manajemen proyek large-scale project management oleh perintis jalan rel.
  • Pada tahun yang sama yaitu 1896, Karol Adamiecki membuat “harmonogram” yaitu bar chart mengambang yang digunakan untuk menunjukkan aktivitas atau sumber daya secara lateral sepanjang waktu yang ditentukan. Penemuan ini menjadi salah satu titik awal dan perintis manajemen proyek yang modern. Model Harmonogram dapat dilihat pada Gambar di bawah
Model Harmonogram (PMI.org)

Setelah mempelajari sejarah manajemen proyek dunia, mungkin banyak yang belum tahu bahwa pembangunan bangunan monumental seperti piramida Khufu’ Mesir, Tembok Rakasasa Cina, perang dan bangunan pendukungnya sudah menerapkan manajemen proyek walaupun masih terbatas. Project charter ternyata sudah ada sejak pembangunan katedral Hagia Sofia. Kita juga terinformasikan bahwa umur konsep bar chart ternyata sudah sangat tua. Semua sejarah tersebut telah berkontribusi atas perkembangan manajemen proyek berikutnya hingga saat ini. Perkembangan atas manajemen proyek pada masa selanjutnya dapat dilihat pada artikel Perkembangan Manajemen Proyek di Dunia Pada Era Modern.

Referensi : Buku Advanced and Effective Project Management

Untuk melihat daftar artikel ⇒ Table of Content, dan konsultasi Project Management ⇒ Konsultasi. Daftar karya ada pada ⇒ Innovation Gallery, dan daftar riset pada ⇒ Research Gallery

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code