Struktur organisasi merupakan faktor lingkungan perusahaan, yang dapat mempengaruhi ketersediaan sumber daya dan mempengaruhi bagaimana proyek dikelola. Struktur organisasi dapat berupa fungsional, matriks, dan projectized. Penjelasan ketiganya disampaikan berikut ini:

Organisasi Fungsional – Merupakan organisasi di mana setiap karyawan memiliki satu atasan yang jelas. Subordinat utama dikelompokkan berdasarkan keahlian, seperti teknik, operasi, administrasi, dan lain-lain. Selanjutnya subordinat dapat dibagi kembali menjadi spesialisasi khusus. Contoh pada bagian teknik dapat terdiri atas sipil, arsitektur, dan M/E dan bagian administrasi dibagi menjadi keuangan, akuntansi, SDM, dan general affair.

Pada tipe organisasi ini, proyek diselenggarakan dimana manajer fungsional bertindak sebagai koordinator proyek dengan keanggotaan staf tertentu pada masing-masing departemen. Contoh pada proyek riset pengembangan bisnis air minum, yang tim proyeknya adalah kolaborasi antara departemen terkait yaitu departemen teknik, properti, dan pengembangan bisnis. Bentuk organisasi fungsional dapat dilihat pada Gambar berikut

Organisasi Fungsional

Organisasi Projectized – Organisasi projectized terdiri atas proyek-proyek yang dikepalai oleh project manager. Sehingga project manager adalah koordinator yang memiliki otoritas dan kebebasan tinggi dalam mengelola pekerjaannya serta sebagian besar sumber daya organisasi terlibat dalam pekerjaan proyek. Organisasi projectized sering memiliki unit organisasi yang disebut departemen dan tiap departemen terdiri atas officer atau staf. Bentuk organisasi projectized dapat dilihat pada Gambar di bawah

Organisasi Projectized

Organisasi Matriks – Kombinasi karakteristik organisasi fungsional dan projectized disebut organisasi matriks. Organisasi matriks dapat diklasifikasikan sebagai lemah (Weak), seimbang (Balanced), atau kuat (Strong) yang tergantung pada tingkat relatif kekuasaan dan pengaruh antara manajer fungsional dan proyek. Organisasi jenis ini memiliki staf yang bekerja pada lebih dari satu manajer yaitu project manager dan functional manager yang memiliki implikasi pada konflik prioritas pelaksanaan tugas. Konflik tersebut harus diatasi dengan aturan main yang jelas dalam organisasi. Bentuk organisasi matriks dapat dilihat pada Gambar di bawah

Organisasi Matriks Kuat

Semua bentuk organisasi tidak ada yang paling ideal karena masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan jenis organisasi adalah efektif dan efisien yang sesuai dengan yang dibutuhkan dan lingkungan sehingga mampu mengoptimalkan hasil kerja yang sesuai sasaran organisasi. Dalam rangka pemilihan jenis organisasi yang paling sesuai, berikut disampaikan Tabel yang memberikan petunjuk pemilihan jenis organisasi yang sesuai untuk karakteristik proyek tertentu.

Jenis Organisasi Proyek dan Karakteristiknya

Pada Tabel di atas, perbedaan beberapa jenis organisasi ditinjau atas aspek otoritas project manager, ketersediaan sumber daya, pengelola budget, peran project manager, dan staf administrasi manajemen proyek. Tabel tersebut akan berguna dalam pemilihan jenis organisasi yang paling sesuai untuk organisasi proyek. Pada dasarnya tidak ada keharusan untuk menggunakan salah satu jenis organisasi secara kaku. Tuntutan yang ada pada proyek telah membuat organisasi proyek umumnya berupa kombinasi yang disebut organisasi komposit atau hybrid organization.

Referensi : Buku Advanced and Effective Project Management

Untuk melihat daftar artikel ⇒ Table of Content, dan konsultasi Project Management ⇒ Konsultasi. Daftar karya ada pada ⇒ Innovation Gallery, dan daftar riset pada ⇒ Research Gallery

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code