Pada dasarnya, project success adalah penyelesaian suatu proyek yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan di awal proyek. Tiap proyek memiliki kriteria kesuksesannya masing-masing. Namun yang paling mendasar adalah tercapainya sasaran bisnis atau tujuan organisasi yang menjadi sebab munculnya atau dikerjakannya proyek itu sendiri.

Kriteria project success juga menjadi Key Performance Indicators (KPI’s) bagi proyek dan organisasi yang terlibat. Kriteria project success yang utama adalah :

  • Tercapainya sasaran bisnis (business objectives).
  • Terpenuhinya ekspektasi atau kebutuhan stakeholder utama yaitu owner atau project sponsor (stakeholder’s expectations atau Owner’s needs).
  • Diterimanya hasil oleh pelanggan (user atau customer adoption).
  • Sesuai periode waktu yang telah ditentukan.
  • Sesuai biaya yang telah ditentukan.
  • Hasil kerja berupa produk dan jasa yang sesuai target kualitas.

Dari uraian di atas terlihat bahwa elemen dalam project constraints merupakan bagian dari kriteria project success. Sebagian praktisi, lalu mengelompokkan project success ke dalam beberapa tingkatan seperti yang ditunjukkan pada Gambar berikut ini :

Tingkatan Project Success (Calleam Consulting Ltd)

Secara prinsip, sasaran bisnis atau organisasi pada dasarnya adalah tujuan utama penyebab lahirnya atau dikerjakannya proyek tersebut, yang dapat berupa :

  • Laba perusahaan atau peningkatan aset perusahaan oleh badan usaha atau bisnis.
  • Solusi terbaik, rencana strategis, program efisiensi yang applicable, jika berupa proyek R&D.
  • Berbagai manfaat bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi, jika proyek merupakan proyek pemerintah.
  • Laba, penyerapan atau perluasan atau penguasaan pasar, mempelajari dan penguasaan bisnis baru sebagai bagian dari rencana strategis pengembangan portofolio, dan lainnya oleh perusahaan jasa konstruksi.

Pencapaian sasaran bisnis sangat lekat dengan pemenuhan kebutuhan dan ekspektasi para stakeholder utama yaitu project sponsor atau owner, client, dan customer. Hal yang terpenting bagi organisasi adalah bahwa kriteria project success harus terdefinisi dengan jelas, mudah dipahami dan terdokumentasi dengan baik sebelum proyek dimulai serta diterima oleh semua stakeholder utama proyek.

Definisi dan dokumentasi yang jelas dan baik atas kriteria project success akan membuat proyek menjadi lebih jelas dan terarah, fokus, dan sejalan dengan sasaran bisnis serta mengurangi potensi konflik dengan dan antar stakeholder utama seperti project sponsor, top management, user, dan customer yang mungkin memiliki perbedaan kriteria atas project success.

Untuk membantu dalam definisi kriteria project success, dapat menggunakan alat manajemen yaitu SMART yang merupakan kependekan dari Spesific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time-Bound. SMART dicetuskan oleh George T. Doran pada 1981 sebagai bagian dari management by objectives. Penjelasan masing-masing elemen SMART adalah sebagai berikut :

SMART Goal
  • Spesific – Target pada area yang spesifik untuk improvement yang disebutkan dengan jelas dan rinci serta mudah untuk dimengerti.
  • Measurable – Kuantifikasi suatu indikator atas progress pencapaian tujuan yang dapat dilakukan dengan mudah.
  • Achievable – Dapat dicapai dengan sumber daya, waktu, dan teknologi yang ada berdasarkan kualitas yang disyaratkan.
  • Realistic – Bijaksana, pragmatis, sesuai dengan tujuan organisasi, dan sesuai kondisi atau realistis berdasarkan sumber daya yang ada.
  • Time-Bound – Harus memiliki batasan waktu yang jelas.

Referensi : Buku Advanced and Effective Project Management

Untuk melihat daftar artikel ⇒ Table of Content, dan konsultasi Project Management ⇒ Konsultasi. Daftar karya ada pada ⇒ Innovation Gallery, dan daftar riset pada ⇒ Research Gallery

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code