Kriteria pemilihan terbagi atas dua kelompok, yaitu kelompok yang tidak memperhitungkan nilai waktu dari uang (payback period, Return on Investment) dan kelompok yang memperhitungkan nilai uang (NPV, IRR, IP, dan BCR). Kelompok pertama lebih cocok dilakukan pada proyek sederhana dengan waktu pendek sedemikian dampak waktu atas uang tidak terlalu besar. Sedangkan kelompok kedua lebih cocok untuk proyek skala menengah hingga besar dimana pengaruh waktu atas uang cukup signifikan. Parameter NPV lebih diperhatikan untuk tujuan peningkatan aset perusahaan.

Dalam menentukan kelayakan finansial, seringkali dijumpai hasil analisis paramater finansial yang berbeda arti. Sebagai contoh adalah nilai NPV atau IRR yang positif dan cukup besar, namun durasi payback period sangat lama. Situasi ini membuat perlunya metode penilaian secara merit atas semua parameter keuangan yang dihitung. Berikut ini adalah penjelasan mengenai beberapa parameter utama profitability dalam kelayakan finansial

Payback Period

Disebut juga masa pengembalian investasi. Merupakan jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan semua modal investasi yang dihitung berdasarkan aliran kas bersih. Kelebihan metode ini adalah cukup sederhana dan dengan diketahuinya jangka waktu pengembalian, akan membantu dalam penilaian risiko proyek atas likuiditas dan juga risiko pasar. Rumus dari indikator ini adalah :

Kriteria kelayakan proyek berdasarkan indikator ini adalah apabila jangka waktu payback period lebih singkat dari yang ditentukan (berdasarkan kemungkinan risiko likuiditas dan atau pasar) maka proyek dapat diterima. Indikator ini merupakan indikator tambahan dalam analisis finansial. Kelemahan parameter ini adalah mengabaikan aliran kas setelah payback period.

Nilai payback period tiap jenis proyek investasi infrastruktur atau industri secara natural memiliki perbedaan. Proyek pembangkit listrik tenaga mesin gas umumnya memiliki durasi payback period selama 12 hingga 15 tahun. Sedangkan proyek investasi jalan tol memiliki durasi payback period antara 25 hingga 35 tahun.

Return on Investment (RoI)

Merupakan indikator investasi yang menunjukkan tingkat atau prosentasi pengembalian atas nilai investasi. Disini nilai investasi adalah keseluruhan biaya investasi dan pemasukan adalah keseluruhan pemasukan yang telah memperhitungkan pajak, depresiasi, bunga, dan lainnya. Kelebihan indikator ini adalah sederhana dan mudah serta melingkupi seluruh biaya dan pemasukan sepanjang umur investasi. Kekurangan metode ini antara lain tidak memperhitungkan nilai waktu atas uang dan tidak menunjukkan tingkat laba. Rumus dari indikator ini adalah :

Kriteria kelayakan berdasarkan indikator ini adalah apabila nilai RoI lebih besar dari target, maka proyek dapat diterima. Indikator ini merupakan indikator tambahan dalam analisis finansial. Faktor-faktor yang mempengaruhi Return On Investment (ROI) :

  1. Turnover dari operating assets – Merupakan tingkat perputaran aktiva yang digunakan untuk operasi, yaitu kecepatan berputarnya operating assets dalam suatu periode tertentu.
  • Profit Margin – merupakan keuntungan operasi yang dinyatakan dalam prosentase dan jumlah penjualan bersih, profit margin ini mengukur tingkat keuntungan yang dapat dicapai oleh perusahaan dihubungkan dengan penjualan.

Besarnya ROI akan berubah kalau ada perubahan profit margin atau assets turnover, baik masing-masing atau kedua-duanya. Dengan demikian maka pimpinan perusahaan dapat menggunakan salah satu atau kedua-duanya dalam rangka usaha untuk memperbesar ROI. Usaha memperbesar nilai ROI dengan menaikkan profit margin adalah terkait dengan usaha untuk meningkatkan efisiensi pada bidang produksi, penjualan dan administrasi. Usaha mempertinggi ROI dengan memperbesar assets turn over adalah kebijaksanaan investasi dana dalam berbagai aktiva, baik aktiva lancar maupun aktiva tetap.

Net Present Value (NPV)

Merupakan nilai usaha saat ini dalam bentuk uang secara neto dengan mendiskonto seluruh aliran kas baik surplus maupun defisit sepanjang umur investasi proyek ke nilai saat ini. Kelebihan metode ini adalah telah memasukkan faktor waktu atas uang, memasukkan semua jenis aliran kas, dan menghasilkan ukuran yang absolut. Rumus indikator ini adalah :

Suatu proyek dinilai layak apabila NPV bernilai positif (NPV > 0) dimana semakin besar nilai NPV akan semakin baik. Sedangkan jika NPV bernilai negatif (NPV < 0) maka proyek harus ditolak.

Internal Rate of Return (IRR)

Imbal kembali atau nilai diskonto atas arus pengembalian kas yang menghasilkan nilai NPV kas masuk sama dengan NPV kas keluar atau pada nilai NPV = 0. Kelebihan metode ini adalah dapat diketahui tingkat arus pengembalian secara internal. Rumus indikator ini adalah :

Jika aliran kas masuk tetap per tahun, maka dapat digunakan rumus atau tabel PV-anuitas. Sedangkan jika aliran kas masuk tidak tetap, dapat dihitung dengan trial and error atau dengan kalkulator. Suatu proyek dinilai layak apabila nilai IRR lebih besar dari nilai imbal balik yang diharapkan atau required rate of return (IRR > RRR) atau setidaknya lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku sesuai dengan mata uang yang digunakan (IRR > i)

NPV dan IRR adalah dua analisis kelayakan yang paling banyak digunakan. Keduanya masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun banyak yang merekomendasikan untuk lebih memperhatikan nilai NPV. Hal ini dikarenakan kelebihan NPV yang memberikan nilai absolut atas nilai suatu investasi proyek, dimana IRR hanya memberikan nilai diskonto suatu investasi proyek.

Pada suatu analisis kelayakan proyek yang sama yang menggunakan kedua metode analisis ini, hasil yang diperoleh dapat menghasilkan kesimpulan yang sama dan juga berbeda yang tergantung dari beberapa kondisi (Soeharto – 1998), yaitu :

  • Pola aliran kas masuk dan keluar. Jika pola bersifat seperti pada umumnya yaitu negatif di awal dan perlahan-lahan menjadi positif setelah ada pemasukan, maka dapat memberikan kesimpulan yang sama. Namun jika pola arus kas sering mengalami kondisi surplus dan defisit sepanjang umur investasi, maka dapat menghasilkan kesimpulan yang berbeda.
  • Pada investasi yang terdiri atas beberapa proyek. Metode perhitungan secara mandiri akan memberikan hasil yang konsisten sama. Namun jika tidak mandiri, maka hasil kesimpulan dapat berbeda.

Profitability Index (PI)

Indikator investasi yang menunjukkan tingkat kemampuan investasi menghasilkan laba terhadap nilai investasi itu sendiri. PI adalah hasil bagi antara nilai Present Value (PV) dibagi nilai investasi. Rumus dari indikator ini adalah :

Suatu proyek dinilai layak apabila nilai PI bernilai positif (PI > 1). Sebaliknya, apabila nilai PI kurang dari 1 (PI < 1) maka proyek ditolak.

Benefit Cost Ratio (BCR)

Merupakan indikator kelayakan proyek yang sering digunakan pada proyek-proyek untuk kepentingan publik atau umum. Manfaat (benefit) pada proyek untuk kepentingan umum dinilai tidak hanya dari aspek keuangan, namun juga aspek non-keuangan. Penilaian manfaat pada aspek non-keuangan memiliki tantangan tersendiri karena cukup sulit untuk dilakukan. BCR adalah hasil bagi antara nilai sekarang atas manfaat dan nilai sekarang atas biaya. Berikut rumus dari indikator ini :

Adapun tahap-tahap dalam menghitung benefit-cost analysis adalah sebagai berikut (European Union – 1997) :

  • Identifikasi proyek.
  • Definisi obyektif (pengangguran, peningkatan ekonomi, dan lainnya).
  • Analisis kelayakan dan opsi.
  • Analisis finansial.
  • Perhitungan biaya sosial-ekonomi.
  • Identifikasi manfaat sosial-ekonomi.
  • Perhitungan discounting.
  • Perhitungan rate of return.
  • Kriteria evaluasi lainnya.
  • Analisis sensitifitas dan risiko .

Kriteria penerimaan proyek adalah apabila nilai BCR positif maka proyek dapat diterima. Sebaliknya apabila nilai BCR negatif, maka proyek ditolak.

Referensi : Buku Advanced and Effective Project Management

Untuk melihat daftar artikel ⇒ Table of Content, dan konsultasi Project Management ⇒ Konsultasi. Daftar karya ada pada ⇒ Innovation Gallery, dan daftar riset pada ⇒ Research Gallery

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code