Kelayakan pasar merupakan aspek paling menentukan atas keseluruhan aspek kelayakan. Pada dasarnya kelayakan pasar bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai bagaimana kondisi pasar dimasa yang akan datang termasuk bagaimana penyerapan pasar atas proyek yang akan dibangun. Sehingga tingkat akurasi mengenai gambaran pasar dimasa yang akan datang sangatlah penting dimana diperlukan pemahaman karakteristik pasar saat ini yang komprehensif.

Pada artikel sebelumnya, telah dibahas beberapa kelayakan proyek dimana kelayakan pasar menjadi kelayakan yang paling penting. Pembahasan mengenai kelayakan pasar tersebut antara lain :

Terdapat contoh yang bagus sebagai lesson learned mengenai proyek kereta api Transrapid Shanghai yang dianggap sukses dalam hal teknologi. Kereta api ini dapat berjalan dengan kecepatan maksimum 430 km/jam dari Bandara Internasional Pudong ke pusat bisnis Shanghai dalam waktu kurang dari delapan menit.

Transrapid Shanghai

Namun proyek ini mengalami permasalahan serius dalam hal pasar dan finansial dimana secara aktual hanya dapat membawa penumpang sebanyak 500 – 600 orang per hari. Padahal kereta api ini mampu membawa penumpang sebanyak 453 orang sekali jalan. Penyebab utama adalah harga karcis yang melebihi kemampuan kebanyakan orang Cina. Ditambah dengan tenggat waktu yang sangat terbatas, pengurangan lingkup proyek dimana pindah ke stasiun yang jauh dari pusat keramaian kota, dan penyebab lainnya membuat proyek ini mengalami kegagalan secara finansial.

Terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan pada proses kajian aspek pasar berdasarkan rekomendasi sistematika dari Aaker dan Day pada tahun 1990 yang disajikan pada Gambar di bawah ini :

Tahap Proses Riset Kelayakan Pasar

Proses riset kelayakan pasar cukup rumit, dimulai dari pemetaan situasi eksisting yang bertujuan untuk mengetahui dan memahami situasi terkini atas kondisi pasar berupa sifat pasar, perilaku calon pemakai, dan lingkungan pasar itu sendiri. Kemudian dilanjutkan dengan proses perencanaan program riset yang utamanya bertujuan untuk mengetahui kondisi permintaan dan penawaran saat ini, besaran permintaan akan datang, target harga, risiko dan pengaruhnya terhadap pasar. Untuk melakukan riset tersebut dilakukan proses pengumpulan data-data dari berbagai sumber. Tahap terakhir adalah pelaksanaan proses riset sesuai dengan rencana dan sediaan data-data yang telah dikumpulkan.

Berbagai studi kasus, menunjukkan banyak permasalahan terletak pada pemahaman situasi pasar saat ini. Sehingga, proses ini harus dilakukan secara hati-hati dan komprehensif. Hasil penting atas studi kelayakan pasar adalah :

  • Besaran sediaan pasar
  • Kecenderungan perkembangan pasar berdasarkan waktu
  • Harga yang dapat diterima calon pengguna berdasarkan kurva elastisitas penawaran
  • Pengaruh harga pada volume pasar
  • Strategi penting mendukung pasar
Kurva Permintaan vs Persediaan

Hasil studi ini menjadi yang paling penting dibanding dengan hasil studi yang lain karena menyangkut aspek bisnis suatu organisasi dimana tidak akan ada aktifitas bisnis tanpa ada pasar yang memadai. Ramalan mengenai kondisi pasar di masa akan datang adalah informasi yang krusial bagi bisnis.

Hasil pelaksanaan riset seringkali dalam tekanan dimana seolah hasil positif riset sangat diharapkan atau menjadi tuntutan. Kondisi ini dapat berakibat pada hasil laporan studi kelayakan yang terkesan bias. Tanda-tanda bias hasil laporan dapat berupa penyajian hanya pada gambaran kasus terbaik (best-case figures) dan kekeliruan data (misrepresenting data). Oleh karena itu, penting untuk tidak memberikan tekanan berlebihan atas proses kajian kelayakan pasar.

Referensi : Buku Advanced and Effective Project Management

Untuk melihat daftar artikel ⇒ Table of Content, dan konsultasi Project Management ⇒ Konsultasi. Daftar karya ada pada ⇒ Innovation Gallery, dan daftar riset pada ⇒ Research Gallery

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code