Dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan atau mendorong pertumbuhan organisasi dan atau bisnis, diperlukan dua hal yang utama yaitu mengetahui kebutuhan organisasi dan adanya peluang.  Keduanya harus ada, sebagai syarat strategi organisasi akan dapat terlaksana dengan baik. Ketiadaan salah satu diantara keduanya, tidak akan membuat strategi organisasi dapat berjalan dengan baik sesuai rencana.

Mensinergikan keduanya dapat dilakukan dengan berbagai analisis dimana yang terkenal dan sering digunakan adalah analisis SWOT (Strenghtness, Weakness, Opportunity, dan Treat). Hasil analisis ini, akan menghasilkan berbagai rencana organisasi yang strategis yang umumnya berupa program dan proyek.

Sebagai contoh atas penjelasan di atas adalah perusahaan konstruksi yang perlu dan berpotensi untuk berkembang secara sehat terkait keunggulan SDM yang dimiliki, brand, namun adanya indikasi operasi usaha yang kurang efisien. Sehingga dapat disimpulkan bahwa diperlukan pengembangan usaha yang mampu meningkatkan efisiensi usaha yang dapat meningkatkan pertumbuhan secara sehat dengan melakukan investasi bidang infrastruktur.

Di sisi lain, terdapat peluang besar dimana pemerintahan merencanakan percepatan pembangunan infrastruktur yang telah begitu tertinggal namun memerlukan keterlibatan pihak swasta sebagai investor.  Hal ini juga terlihat pada besaran kebutuhan infrastruktur Indonesia yang paling besar diantara negara ASEAN yang lain seperti yang ditunjukkan pada Gambar di bawah ini :

ASEAN Infrastructure Needs

Di samping data di atas, secara fakta dapat dilihat begitu banyak peluang investasi pada bidang infrastruktur di Indonesia. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut :

  • Banyaknya jalan arteri yang mengalami kemacetan tinggi yang merugikan pengguna berupa tingginya biaya bahan bakar, kerugian atas waktu yang hilang, dan kerugian lainnya seperti yang terlihat pada Gambar 2.3. Terlihat ada peluang untuk membuat jalan tol untuk menghilangkan atau mengurangi kerugian tersebut.
Kemacetan Tinggi Sebagai Potensi Proyek Jalan Tol
  • Seringnya terjadi pemadaman listrik pada banyak daerah yang merugikan pengguna terutama sektor bisnis dan industri yang disebabkan oleh kurang baiknya electrification ratio yang pada tahun 2014 baru mencapai 83%. Kondisi ini membuat Indonesia termasuk negara dengan penduduk yang tidak mendapatkan fasilitas listrik yang terbanyak ketiga di dunia yaitu sekitar 60 juta orang. Terlihat peluang untuk investasi pada pembangkit listrik agar tingkat pemadaman dapat dikurangi atau dihilangkan. Di sisi lain, pemerintah juga telah mencanangkan program listrik 35.000 MW sampai dengan tahun 2019 untuk meningkatkan electrification ratio Indonesia hingga 98% pada tahun 2022 seperti yang terlihat pada Gambar 2.4. Sehingga peluang pada bisnis ini semakin menarik karena tingginya dukungan pemerintah.
Rencana Elektrifikasi Indonesia
  • Gejala peningkatan harga yang signifikan atas properti rumah dan kantor akibat ketidakseimbangan kondisi pasar (supply – demand) menunjukkan indikasi peluang usaha properti seperti yang terlihat pada Tabel 2.1. Fakta juga menyebutkan bahwa backlog terbesar ada pada golongan masyarakat golongan menengah ke bawah. Sehingga adanya proyek investasi properti untuk golongan menengah ke bawah, tentu akan mudah diserap pasar. Angka backlog ini ternyata semakin besar pada tahun 2014 dimana jumlah KK adalah 65.993.128 dan jumlah rumah adalah 58.452.660 sehingga terdapat backlog sebesar 7.540.468.
Backlog Hunian Indonesia

Terdapat faktor pendukung khusus yakni peningkatan populasi masyarakat berpenghasilan menengah di Indonesia seperti yang terlihat pada grafik di bawah. Kelas menengah Indonesia telah menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi karena konsumsi oleh kelompok ini tumbuh 12% setiap tahun sejak tahun 2002 dan sekarang mewakili hampir setengah dari seluruh konsumsi rumah tangga di Indonesia. Memperluas populasi kelas menengah sangat penting untuk membuka potensi pembangunan Indonesia dan mendorong Indonesia ke status negara berpenghasilan tinggi. Faktor ini tentu akan mendorong tingkat konsumsi di Indonesia.

Pertumbuhan Masyarakat Berpenghasilan Menengah di Indonesia

Referensi : Buku Advanced and Effective Project Management

Untuk melihat daftar artikel ⇒ Table of Content, dan konsultasi Project Management ⇒ Konsultasi. Daftar karya ada pada ⇒ Innovation Gallery, dan daftar riset pada ⇒ Research Gallery

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code