Kajian kelayakan proyek bertujuan untuk mendapatkan penilaian yang lebih konkrit, obyektif dan akurat walaupun sepintas terkesan proyek sangat prospektif. Kajian tersebut akan sangat membantu top management organisasi dan atau calon investor dalam pengambilan keputusan. Terdapat beberapa tahap dalam melakukan kajian atas kelayakan proyek untuk proses pengambilan keputusan investasi, yaitu :

  1. Menentukan tujuan dan pemantauan peluang – Proses investasi proyek dimulai dari dirasakannya peluang yang kemudian dengan memperhatikan tujuan atas adanya peluang tersebut baik buat pengguna dan juga internal perusahaan untuk pengembangan usaha. Pada tahap ini akan diperoleh banyak alternatif program dan proyek. Hasil pada tahap ini adalah daftar berbagai alternatif proyek pada tiap tujuan organisasi.
  2. Melakukan kajian pendahuluan – Tahap ini adalah tahap seleksi awal atas berbagai peluang proyek. Apabila penentuan tujuan telah dilakukan dan informasi peluang telah didapatkan, maka proses kajian dapat dimulai dari pre-feasibility study (Pre-FS) atau kajian pendahuluan. Pada tahap ini dilakukan kajian secara garis besar yang meliputi kajian atas pasar, teknis, ekonomi, dan finansial. Kajian ini bersifat umum dan tidak rinci dan dengan data-data umum atau sekunder yang mudah didapat serta dengan banyak asumsi. Pada tahap ini, apabila dinilai layak namun perlu kajian lebih mendalam terutama atas pertimbangan risiko pada proyek berukuran besar hingga megaproject, maka proses dilanjutkan hingga studi kelayakan atau Feasibility Study (FS). Sedangkan jika dianggap tidak layak, maka rencana proyek tersebut dihentikan.
  3. Membuat kerangka acuan – Langkah ini terdiri atas formulasi gagasan dan menentukan lingkup kerja. Langkah ini memfokuskan diri untuk mengembangkan rencana pada beberapa proyek yang dianggap potensial.
  4. Melakukan studi kelayakan atau Feasibility Study (FS) – Tahap ini adalah tahap seleksi kedua atas peluang yang telah terseleksi pada tahap ke-2. Langkah ini pada dasarnya sama dengan langkah kedua namun lebih rinci dan dengan data yang lebih lengkap serta dengan sebanyak mungkin konfirmasi atas asumsi yang telah ditentukan sebelumnya. Lingkup kajian terdiri atas pasar, teknis, jadwal dan biaya, finansial dan ekonomi, serta AMDAL.

Umumnya proses pre-FS dapat dilakukan secara in-house oleh perusahaan atau organisasi karena prosesnya yang relatif lebih mudah atau sederhana dengan menggunakan data-data sekunder yang mudah didapat. Sedangkan proses FS seringkali dilakukan dengan jasa konsultan yang memiliki kemampuan lebih baik dan detil serta dukungan data historis yang komprehensif dan personil yang kompeten. FS sendiri terdiri atas 3 tahap seperti yang terlihat pada gambar di bawah

Langkah Feasibility Study


Perlu dipahami bahwa proses kajian kelayakan ini tidaklah mudah terutama yang paling vital untuk bisnis adalah kelayakan pasar, teknis, finansial, dan sosial-ekonomi. Adapun jenis kajian FS seperti yang terlihat pada gambar di bawah. Terdapat banyak variabel masukan yang cukup kompleks yang berupa peramalan (forecasting) terhadap kondisi saat ini. Variabel masukan dapat berupa kelompok biaya maupun pendapatan terutama saat menghitung nilai profitabilitas (IRR, NPV, IP, Payback Period, dan ROI).

Jenis Feasibility Study Dalam Project Management

Keluaran dapat memberikan nilai hasil dalam rentang yang cukup lebar apabila ada perubahan kecil pada asumsi suatu masukan. Oleh karena itu, asumsi masukan terutama pada studi kelayakan pasar, finansial, dan sosial ekonomi dituntut untuk memiliki karakteristik sebagai berikut :

  • Data dasar yang sesuai survey yang memadai.
  • Handal (realible) .
  • Memiliki validitas memadai.
  • Menggunakan teknik analisis yang paling sesuai dan terbukti memberikan hasil yang akurat.

Tuntutan-tuntutan tersebut mengarah bahwa proses kajian kelayakan proyek pada dasarnya merupakan pendekatan proses atau metodologi riset yang bersifat ilmiah. Studi kelayakan proyek akan selalu membuat masukan yang bersifat peramalan (forecasting) kondisi masa depan baik atas pendapatan maupun biaya investasi. Data tersebut dituntut untuk memiliki tingkat akurasi yang memadai dengan tingkat toleransi tertentu yang masih bisa diterima sesuai dengan tahapan analisis dan tingkat kepercayaan manajemen.

Riset peramalan (forecasting research) pada dasarnya sangat menantang karena memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Salah satunya adalah asumsi-asumsi penting ekonomi makro dalam periode investasi yang seringkali sulit ditentukan karena tingginya keterkaitan ekonomi secara global telah menyebabkannya menjadi begitu dinamis, seperti :

  • Pertumbuhan ekonomi.
  • Market / demand
  • Inflasi.
  • Tingkat suku bunga.
  • Nilai tukar mata uang.
  • Harga minyak mentah dunia, harga komoditas, dan lain-lain.

Berdasarkan pengalaman, melakukan market / demand analysis merupakan forecasting research yang paling menantang. Di samping proses yang tidak mudah dan cukup kompleks, juga kompetensi riset yang cukup terbatas di Indonesia. Banyak orang bahkan konsultan menggunakan pola terdahulu yang belum tentu sesuai untuk perubahan perilaku konsumen yang semakin cepat dan membutuhkan pendekatan yang baru dan berbeda. Banyak orang juga bahkan terkesan terlalu menggampangkan memasukkan angka prediksi market hanya dengan analisis yang dangkal.

Disamping peramalan market, terdapat beberapa peramalan yang cukup sulit untuk dilakukan. Sebagai contoh dapat dilihat pada Gambar di bawah yang menunjukkan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika yang tinggi dan sulit diprediksi dengan akurat. Sehingga perlu pendekatan riset peramalan yang baik untuk mendapatkan hasil peramalan yang memiliki akurasi yang dapat diterima.

Contoh Fluktuasi Kurs yang Sulit Untuk Diprediksi

Berbagai tingkat kesulitan yang tinggi, telah sering membuat ruang yang cukup lebar pada para analis studi kelayakan untuk membuat kesalahan. Terutama bagi yang kurang memahami prinsip metodologi riset peramalan dan jika proyek cukup kompleks atau tergolong baru. Dampak hal tersebut akan membuat perhitungan hasil analisis menjadi kurang atau tidak akurat sehingga keluaran yang dihasilkan tidak dapat diyakini untuk pengambilan keputusan atau menyebabkan investasi proyek menjadi merugi atau bermasalah seperti yang sering terjadi.

Referensi : Buku Advanced and Effective Project Management

Untuk melihat daftar artikel ⇒ Table of Content, dan konsultasi Project Management ⇒ Konsultasi. Daftar karya ada pada ⇒ Innovation Gallery, dan daftar riset pada ⇒ Research Gallery

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code