Perkembangan proyek konstruksi mengalami akselerasi tinggi sejak era Renaissance hingga saat ini. Hal ini ditandai dengan masa tiap era yang semakin singkat jika dibandingkan dengan perkembangan proyek konstruksi pada era sebelumnya. Fungsi bangunan semakin kompleks dan menarik yang diiringi oleh sentuhan teknologi tinggi.

Era Renaissance (Renaissance Construction)

Era ini dimulai dari akhir masa abad pertengahan atau berlangsung pada abad ke-15 hingga abad ke-17 yang menjadi jembatan antara era pertengahan ke era modern.  Pada era ini dilakukan pengembangan perspektif dalam pengecatan minyak dan pengolahan kembali pengetahuan tentang bagaimana membuat beton.

Peninggalan bangunan yang cukup fenomenal adalah Dome Santa Maria del Fiore. Dome tersebut dibangun oleh Brunelleschi tanpa menggunakan bekisting, mengandalkan hanya pada berat batu bata dan cara meletakkannya untuk menjaganya dalam posisi dan bentuk kubah untuk tetap berdiri. Contoh peninggalan proyek pada masa ini dapat dilihat pada Gambar di bawah ini

Struktur Kubah Katedral Florence

Era Abad ke-17

Pada era ini terlihat lahirnya ilmu pengetahuan modern yang memberikan pengaruh besar pada pembangunan konstruksi di era-era selanjutnya. Kemajuan utama adalah arsitek dan insinyur mulai menggunakan ilmu eksperimental untuk menginformasikan bentuk bangunan mereka. Struktur pada abad ini sangat mengandalkan pada pengalaman, aturan praktis dan penggunaan model skala.

Produksi material kaca juga merupakan terobosan besar pada era ini. Contoh peninggalan proyek pada masa ini dapat dilihat pada Gambar di bawah. Adapun tujuan adanya proyek-proyek konstruksi pada jaman ini telah sangat variatif untuk memenuhi semakin kompleksnya kemajuan peradaban seperti istana yang nyaman, tempat pengadilan, dan lain-lain.

Hampton Court Palace

Era Abad ke-18

Pada era ini, banyak terjadi pengembangan atas ide-ide konstruksi yang lahir pada akhir era abad ke-17. Arsitek dan insinyur lebih profesional dengan cepat. Metode matematika dan ilmu eksperimental semakin canggih dan diaplikasikan pada bangunan. Lahirnya revolusi industri pada era ini terlihat suatu peningkatan dalam ukuran kota dan peningkatan kecepatan dan jumlah, serta kualitas konstruksi. Kemajuan pada abad ini adalah penggunaan besi dimana kolom besi telah digunakan.

Schomberg House Circa

Era Abad ke-19

Revolusi industri diwujudkan dalam jenis baru dari instalasi transportasi, seperti kereta api, kanal dan jalan makadam. Perangkat konstruksi baru termasuk mesin uap, mesin perkakas, bahan peledak dan survei optik. Baja diproduksi secara massal dari pertengahan abad ke-19, itu digunakan, dalam bentuk I-balok dan beton bertulang.

Panel kaca juga masuk ke produksi massal, dan berubah dari mewah ke semua properti. Teknologi plumbing muncul, dan memberikan akses umum untuk air minum dan pengumpulan limbah. Code bangunan telah diterapkan sejak abad ke-19. Gambar di bawah menunjukkan proses konstruksi proyek pada masa ini. Tujuan dari diadakannya proyek-proyek konstruksi pada jaman ini adalah untuk penerapan kemajuan pengetahuan, pemenuhan sarana gedung yang memiliki daya tampung yang lebih besar yang dibuat secara vertikal, dan lainnya.

Gedung Woolworth Saat Konstruksi Pada 1912

Era Abad ke-20

Dengan Revolusi Industri Kedua di awal abad ke-20, lift dan crane membuat bangunan tinggi dan gedung pencakar langit menjadi kenyataan. Peralatan dan alat-alat listrik berat telah menurunkan tingkat kebutuhan tenaga kerja. Teknologi baru lainnya yang prefabrikasi dan desain dengan komputer. Serikat buruh dibentuk untuk melindungi kepentingan pekerja konstruksi. Alat pelindung diri seperti helm dan penutup telinga juga mulai digunakan. Ekologi, konservasi energi dan pembangunan berkelanjutan menjadi isu yang lebih penting dari konstruksi.

Munculnya proyek konstruksi besar telah melahirkan pengetahuan manajemen proyek yang lebih sistematis dan juga secara signifikan mempercepat perkembangannya. Pada era ini ditemukan teknik Gantt Chart yang dikembangkan menjadi Critical Path Method (CPM). Gambar di bawah merupakan proyek gedung yang tertinggi di dunia dari era ini. Adapun tujuan dibangunnya proyek-proyek konstruksi pada jaman ini terutama adalah untuk pemenuhan kebutuhan aktifitas bisnis dan gaya hidup yang semakin tinggi.

Gedung Pencakar Langit Tertinggi Dunia – Burj Khalifa, 2010

Referensi : Buku Advanced and Effective Project Management

Untuk melihat daftar artikel ⇒ Table of Content, dan konsultasi Project Management ⇒ Konsultasi. Daftar karya ada pada ⇒ Innovation Gallery, dan daftar riset pada ⇒ Research Gallery

One thought on “Sejarah Proyek Konstruksi Dunia (Renaissance – Abad 20)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code