Pandemi Covid-19 telah begitu memukul banyak sektor industri termasuk sektor konstruksi. Sektor ini diperkirakan akan susut lebih dari 20%. Tentu merupakan tingkat penyusutan yang tidak sedikit. Dalam diskusi panel tentang Indonesia steel demand outlook yang diselenggarakan pada 22 Oktober 2020, disebutkan oleh PUPR bahwa anggaran pendanaan infrastruktur pada 2020 yang semula 120,2 Triliun dipangkas menjadi 75,6 Triliun atau susut 44,6 Triliun dimana setara dengan 37,1%. Para pelaku industri ini wajib melakukan langkah-langkah pengetatan yang extra demi mampu bertahan hingga industri ini dapat comeback. Tapi Kapan itu?

Pandemi Covid-19 dan Perekonomian

Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa pandemi covid-19 sangat memukul perekonomian. Tak hanya Indonesia, tapi juga seluruh dunia. Pattern yang ada menunjukkan bahwa perekonomian akan pulih sejalan dengan keberhasilan penanganan pandemi covid-19. Jika penanganan pandemi ini bisa cepat berhasil, maka perekonomian pun akan cepat pulih. Walaupun akan ada sedikit jeda waktu delay karena proses pemulihan. Pemerintah menyadari hal ini dan melakukan berbagai langkah dalam mengatasi pandemi covid-19 diantaranya dengan menggalakkan protokol pencegahan Covid-19 yang dikenal dengan gerakan 3M. (lihat – Pukulan Si Kecil Corona Pada Si Besar Konstruksi)

Perkembangan Kasus Pandemi Covid-19 dan Perekonomian

Temuan penting kaitan market konstruksi vs pertumbuhan ekonomi

Sekarang mari kita pelajari bagaimana dampak pertumbuhan ekonomi pada market industri konstruksi. Dengan memperhatikan data historis atas pertumbuhan ekonomi dan market konstruksi dari berbagai sumber, terlihat bahwa ada pattern khas yang menunjukkan bahwa market konstruksi terpengaruh kuat dengan pertumbuhan ekonomi. Selanjutnya hipotesa itu dikembangkan dan dianalisis lebih lanjut dengan analisis regresi. Hasilnya cukup mengejutkan dimana tingkat korelasi kedua variabel sangat tinggi alias berkorelasi sangat tinggi sekali, ini jauh di atas perkiraan semula. Bentuk korelasi dapat dilihat pada gambar dibawah

Korelasi Market Konstruksi dan GDP Indonesia (ATKearney, 2020)

Sehingga dapat dipastikan bahwa bagaimana market konstruksi pada 2021, sangat tergantung atas bagaimana ekonomi akan pulih. Lalu karena ekonomi sangat tergantung dengan perkembangan pandemi covid-19, ini berarti bahwa market konstruksi 2021 akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan dan keberhasilan upaya penanganan pandemi Covid-19 itu sendiri.

Ada 5 faktor yang sangat menentukan

Berdasarkan kesimpulan di atas, dapat ditentukan bahwa ada lima faktor utama penentu waktu comeback market industri konstruksi yang dibagi atas dua kelompok yaitu kelompok penyelesaian pandemi dan kelompok pemulihan ekonomi, tentu saja faktor yang termasuk dalam kelompok penyelesaian pandemi adalah yang memiliki pengaruh lebih besar.

Pada kelompok penyelesaian pandemi terdapat tiga faktor penting yaitu tingkat keberhasilan penanganan non-vaksin, tingkat keberhasilan program vaksin, dan tingkat kesadaran masyarakat untuk patuh pada protokol kesehatan. Ketiga faktor itu menjadi wajib ada untuk memastikan pandemi covid-19 dapat benar-benar selesai. Sedangkan pada kelompok pemulihan ekonomi ada dua faktor yaitu tingkat kecepatan pemulihan ekonomi dan faktor stimulus anggaran pembangunan infrastruktur. Tentu saja masih ada faktor ketidakpastian yang tidak dibahas dalam artikel ini.

Perkembangan Kasus Covid-19 sd 24 Oktober 2020 (Databoks)
  1. Tingkat keberhasilan penanganan pandemi covid-19 non-vaksin. Faktor ini dapat dilihat indikatornya pada bagaimana perkembangan kasus pandemi covid-19 seperti yang terlihat pada grafik di atas. Jika diperhatikan, maka bisa jadi kesimpulannya adalah masih harus berjuang keras untuk menurunkan tingkat kasus positif harian dan juga tingkat kematian. Walaupun ada indikasi kasus sudah tertahan baik kasus positif harian, kasus aktif, dan tingkat kematian.
  2. Tingkat kesadaran masyarakat. Faktor ini agak sulit untuk dilihat indikatornya. Tapi jika melihat fakta-fakta bahwa masih cukup banyak masyarakat yang abai dengan protokol covid-19 saat ini, maka ini juga berarti kita masih harus berjuang keras untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Untuk melihat bagaimana faktor ini, juga dapat dengan melihat grafik perkembangan kasus Covid-19 di atas.
  3. Tingkat keberhasilan program vaksin. Faktor ini adalah faktor yang ditunggu-tunggu. Mengingat jika kedua faktor diatas memiliki tingkat keberhasilan yang kurang memadai, maka program vaksin menjadi andalan. Namun, masih ada beberapa hal perlu diperhatikan yaitu tingkat efektivitas vaksin dan tingkat kecepatan melakukan vaksin. Tingkat efektivitas tentu harus dipilih yang paling efektif. Sedangkan untuk kecepatan proses, ini yang menjadi tantangan karena butuh waktu cukup lama untuk bisa membuat pandemi berakhir.
  4. Stimulus anggaran pembangunan infrastruktur. Faktor ini merupakan potensi market utama industri konstruksi, mengingat sektor swasta akan sulit untuk berkontribusi. Faktor ini rasanya akan memiliki tingkat keberhasilan yang cukup tinggi. Program lelang 2021 bahkan telah dimulai pada 2020 dan anggaran pembangunan infrastruktur 2021 telah dinaikkan cukup tinggi menjadi hampir 149,8 Triliun dari sebelumnya 75,6 Triliun (2020).
  5. Tingkat keberhasilan program pemulihan ekonomi nasional. Faktor ini akan mendorong perekonomian secara menyeluruh pada hampir semua sektor ekonomi. Pada tabel di bawah terlihat fokus pemulihan ekonomi pada 2020 – 2022 berkaitan dengan aspek kesehatan, bantuan sosial, dan padat karya. Adapun tingkat keberhasilan program masih belum dapat dinilai mengingat masih dalam proses. Namun keberhasilan program ini akan menambah potensi market industri konstruksi, walaupun akan butuh waktu lebih lama ketimbang faktor ke empat.
Rencana Anggaran PUPR
Program Pemulihan Ekonomi Nasional 2020 – 2023

Jadi akan Comeback di 2021?

Ini adalah pertanyaan yang paling ditunggu jawabannya, tapi ternyata tak mudah untuk dipastikan. Berdasarkan ke-lima faktor utama diatas, maka harus disimpulkan berdasarkan kelompok. Pada kelompok faktor penyelesaian pandemi, maka kemungkinan besar akan sangat tergantung dengan keberhasilan program vaksin dimana diprediksi akan selesai pada akhir 2021 atau pada awal 2022.

Sedangkan pada kelompok faktor kedua, maka tingkat keberhasilan diprediksi cukup baik walaupun tidak maksimal. Hal ini mengingat pemulihan ekonomi sangat tergantung bagaimana orang2 mau spending seperti saat normal. Faktor psikologis rasa aman menjadi penentu pemulihan ekonomi secasra nasional. Akan tetapi, program pembangunan infrastruktur tidak tergantung dengan faktor psikologis, sehingga diprediksi memiliki pengaruh cukup signifikan dalam mendorong market konstruksi pasda 2021.

Pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa market konstruksi memang akan comeback atau rebound pada 2021. Hanya saja comeback ini akan berpotensi sedikit tertahan oleh berbagai faktor lain yang perlu lebih dioptimalkan bersama-sama.

Untuk melihat daftar artikel ⇒ Table of Content, dan konsultasi Project Management ⇒ Konsultasi. Daftar karya ada pada ⇒ Innovation Gallery, dan daftar riset pada ⇒ Research Gallery

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code