Formulasi strategi merupakan formulasi obyektif jangka panjang yang mengindikasi tujuan yang dapat meningkatkan posisi daya saing perusahaan dalam waktu yang lama. Ini seperti arah untuk pemilihan strategi yang spesifik. Rumusan strategi mencakup menentukan dan mengevaluasi berbagai alternatif yang mendukung sasaran organisasi dan memilih alternatif terbaik. Perumusan strategi berakhir dengan merinci sasaran atau tugas yang telah diberikan pada berbagai divisi, departemen, atau individu dalam organisasi. Terdapat tiga level strategi, yaitu :

  • Strategi level korporasi – Pada level ini, top management fokus pada penentuan industry/bisnis apa saja yang akan dimasuki dan bagaimana agar perusahaan secara konsolidasi dapat berhasil.
  • Strategi level bisnis – Strategi level bisnis fokus pada bagaimana unit bisnis dapat menang di industry yang dimasuki dan memenuhi target atau sasaran unit bisnis yang sudah ditetapkan.
  • Strategi operasional – Strategi level fungsional fokus pada bagaimana unit fungsional dapat mendukung unit bisnis secara efektif. dan efisien.

Penjelasan singkat atas beberapa alat dan teknik proses merumuskan strategi adalah sebagai berikut :

TOOLS #1 : Scenario PlanningMerupakan salah satu metode yang banyak dipakai dan dinilai ampuh untuk menyusun rencana bisnis jangka panjang yang efektif, dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan skenario yang akan terjadi dalam situasi ketidakpastian yang dinamis. Analisis ini bertujuan untuk menghasilkan perkiraan berdasarkan skenario yang masuk akal. Skenario yang dihasilkan dengan mempertimbangkan semua faktor yang mungkin atau driver, dampaknya secara relatif, interaksi di antara mereka, dan target yang harus diperkirakan. Terdapat delapan langkah dalam melakukan scenarios planning seperti yang terlihat pada Gambar berikut

8 Langkah Scenario Planning

TOOLS #2 : Space MatrixMengindikasikan apakah strategi yang agresif, konservatif, defensif, atau kompetitif yang paling cocok dengan organisasi tertentu. Sumbu untuk Matriks SPACE mewakili dua dimensi internal, yaitu kekuatan keuangan (financial strength—FS) dan keunggulan kompetitif (competitive advantage—CA) dan dua dimensi eksternal, yaitu stabilitas lingkungan (environmental stability— ES) dan kekuatan industri (industrial strength—IS). Keempat faktor ini adalah penentu yang paling penting dari keseluruhan posisi strategis organisasi.

Empat Jenis Hasil Space Matrix

TOOLS #3 : Boston Consulting Group (BCG) MatrixPerangkat strategi untuk memberi pedoman pada keputusan alokasi sumber daya berdasarkan pangsa pasar dan pertumbuhan. Matrik ini berupa grafik sederhana untuk membantu perusahaan besar dalam menentukan bagaimana mengalokasikan kas antara unit-unit bisnis mereka. Korporasi akan mengkategorikan unit usaha sebagai “Bintang”, “Kas Sapi”, “Tanda tanya”, dan “Anjing” (awalnya “Piaraan”), kemudian mengalokasikan kas yang sesuai, memindahkan uang dari “sapi perah” menuju “bintang” dan tanda tanya yang memiliki tingkat pertumbuhan pasar yang lebih tinggi potensial

BCG Matrix

TOOLS #4 : GE – McKinsey Matrix – Suatu model dalam melakukan analisis bisnis portofolio pada Strategic Business Unit dari korporasi. Sebuah portofolio bisnis adalah kumpulan Unit Bisnis Strategi yang membentuk perusahaan. Portofolio bisnis yang optimal adalah salah satu yang sangat cocok untuk kekuatan perusahaan dan membantu untuk mengeksploitasi industri yang paling menarik. Strategic Business Unit (SBU) dapat menjadi perusahaan menengah seluruh atau pembagian sebuah perusahaan besar bahwa merumuskan strategi bisnis sendiri tingkat dan memiliki tujuan terpisah dari perusahaan induk.

GE – McKinsey Matrix

TOOLS #5 : Porter’s Generic StrategiesMerupakan gagasan yang dikemukakan oleh Michael Porter yang menjelaskan tiga jenis strategi yang umum digunakan perusahaan dalam mencapai dan menjaga keunggulan kompetitifnya. Tiga jenis strategi generik, yaitu: Keunggulan Biaya (Cost Leadership), Pembedaan Produk (Differentiation), dan Focus. Porter’s generik strategies dapat dilihat pada Tabel berikut.

Porter’s Generic Strategies

TOOLS #6 : Bowman’s Strategy ClockModel strategi perusahaan yang memperluas tiga Porter posisi-posisi strategis sampai delapan, dan menjelaskan biaya dan kombinasi nilai yang dirasakan banyak perusahaan menggunakan, serta mengidentifikasi kemungkinan keberhasilan untuk setiap strategi

Bowman’s Strategy Clock

TOOLS #7 : QSP Matrix (QSPM) – Alat analisis yang digunakan untuk memutuskan strategi yang akan digunakan berdasarkan dari kemenarikan alternatif-alternatif strategi yang ada. Perhitungan QSPM didasarkan kepada input dari bobot matriks internal ekternal, serta alaternatif strategi pada tahap pencocokan.

Pada kerangka perumusan strategi komprehensif QSPM menggunakan input dari analisis Tahap 1 dan hasil pencocokan dari analisis Tahap 2 untuk menentukan secara objektif di antara alternatif strategi, yaitu, Matriks EFE SWOT, Matriks IFE, yang membentuk Tahap 1, digabung dengan Matriks SWOT, Matriks SPACE, Matriks IE, Matriks Grand Strategy, yang membentuk dalam Tahap 2, memberikan informasi yang dibutuhkan untuk membuat QSPM (Tahap 3). QSPM adalah alat yang memungkinkan penyusun strategi untuk mengevaluasi alternatif strategi secara objektif, berdasarkan faktor keberhasilan kunci internal dan eksternal yang telah diidentifikasi sebelumnya. Seperti alat analisis perumusan-strategi lainnya, QSPM membutuhkan penilaian intuitif yang baik. Adapun contoh aplikasi QSPM ditunjukkan pada Tabel di bawah ini

Contoh Perhitungan QSP Matrix

Berbagai tools analysis di atas tentu saja digunakan sesuai kebutuhan. Penggunaan yang tepat akan meningkatkan kualitas strategi yang akan dijalankan dalam jangka panjang.

Referensi : Buku Advanced and Effective Project Management

Untuk konsultasi Project Management, klik Konsultasi. Untuk melihat lengkap seluruh judul artikel, klik Table of Content

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code