Setiap organisasi dibentuk dengan tujuan-tujuan tertentu. Dalam rangka mencapai tujuan-tujuan tersebut terutama tujuan jangka panjang, organisasi harus mampu untuk bertahan dan tumbuh dengan strategi-strategi khusus. Strategi-strategi tersebut diperoleh melalui proses kajian tertentu yang relatif mendalam yang melingkupi atas faktor-faktor kritis bagi organisasi dalam mencapai tujuannya. Metode SWOT (Strengthness, Weakness, Opportunity, and Treat) merupakan metode yang paling populer untuk mendapatkan strategi-strategi jitu tersebut. Metode ini mengelompokkan faktor-faktor kritis atau critical success factors (CSF’s) organisasi ke dalam aspek lingkungan internal berupa kekuatan (strengthness) dan kelemahan (weakness) serta aspek lingkungan eksternal yang berupa peluang (opportunity) dan tantangan (treat).

Strategi hasil kajian SWOT tersebut, akan menjadi acuan bagi organisasi untuk merancang taktik terbaik agar strategi dapat dapat memberikan hasil yang optimal bagi organisasi. Dalam konteks strategi organisasi modern, taktik adalah cara pencapaian tujuan dalam tingkat operasional pelaksanaan yang mempunyai rentang waktu yang relatif pendek yang mengacu pada strategi yang dalam rentang waktu jangka panjang. Taktik dapat juga diartikan sebagai wujud strategi yang lebih definitif. Taktik tersebut pada dasarnya adalah berbagai program dan proyek. Adapun contoh hubungan antara organisasi, tujuan, dan strateginya ditunjukkan pada Tabel berikut

Hubungan Antara Organisasi, Tujuan, dan Strateginya

Manajemen stratejik adalah suatu ilmu dan seni pembuatan strategi (strategy formulating) yang berdasarkan hasil analisa lingkungan internal dan eksternal,  penerapan strategi  (strategy implementing) dan evaluasi serta pengendalian hasil implementasi strategi (strategy evaluating)  secara lintas fungsi  yang  memungkinkan  sebuah organisasi  mencapai  tujuannya  di  masa akan datang dalam jangka panjang. Strategi hasil formulasi tersebut menggambarkan bagaimana organisasi akan bersaing secara tepat, dengan menggunakan seluruh sumber daya yang tersedia dalam lingkungan pada saat ini dan pada masa yang akan datang.

Manajemen stratejik adalah proses iteratif yang kontinyu yang ditujukan untuk mengembangkan rencana tindakan jangka panjang yang terintegrasi yang akan memberikan tema dan fokus pada organisasi dalam mencapai tujuan masa depannya, membuat tindakan berbagai level organisasi menjadi lebih konsisten, dan akan mendorong integrasi. Terdapat berbagai model proses manajemen stratejik yang tergantung pada budaya organisasi, gaya kepemimpinan, dan pengalaman perusahaan memiliki dalam menciptakan strategi sukses. Gambar berikut adalah contoh model proses manajemen stratejik berdasarkan David (2009).

Model Manajemen Stratejik (David – 2009)

Manajemen stratejik diwujudkan dalam bentuk perencanaan berskala besar yang mencakup seluruh komponen di lingkungan organisasi yang dituangkan dalam bentuk rencana strategis (RENSTRA). Renstra berorientasi pada masa depan yang dijabarkan menjadi rencana operasional yang berisi program-program operasional termasuk proyek-proyek, dengan sasaran jangka sedang dan pendek yang masing-masing juga sebagai keputusan manajemen puncak. Perencanaan stratejik bukanlah ilmu yang eksak yang secara kaku menentukan pilihan atas alternatif yang ada, tapi melainkan soal pilihan pragmatis untuk membantu mengidentifikasi dan menjelaskan masalah-masalah dengan lebih baik.

Manajemen stratejik mengharuskan hubungan yang kuat antara visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, dan implementasi. Tanpa itu, rencana strategis tidak akan efektif dan seringkali hanya menjadi tumpukan kertas. Misi menyatakan tujuan umum organisasi. Tujuan menyatakan target global dalam misi. Sasaran menyatakan target-target spesifik yang akan dicapai. Sasaran membangkitkan perumusan strategi untuk mencapai sasaran. Strategi mengharuskan dilakukannya berbagai tindakan dan tugas yang berupa berbagai proyek.

Untuk menciptakan suatu sistem manajemen strategis yang baik, dibutuhkan perangkat analisis manajemen strategis. Perangkat tersebut dapat membantu perencanaan strategi dalam mengidentifikasi, memilih dan mengevaluasi strategi.

Referensi : Buku Advanced and Effective Project Management

Untuk konsultasi Project Management, klik Konsultasi. Untuk melihat lengkap seluruh judul artikel, klik Table of Content

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code