Waste material telah lama menjadi salah satu masalah utama pada pengendalian proyek konstruksi. Material yang sering mengalami loss akibat waste diantaranya baja tulangan, baja profil, kusen pintu dan jendela, pipa plumbing, semen, batu bata, kayu, dan lain-lain. Penanganan waste di proyek harus memadai. Jika tidak maka over-waste material bisa jadi biang kerok atas kerugian biaya pada proyek konstruksi.

Ada terdapat 7 faktor utama penyebab waste material pada proyek konstruksi, diantaranya :

  1. Kelebihan perhitungan dan pendatangan material – Jika bisa dijual kembali, maka akan ada biaya double transportasi.
  2. Kualitas material jelek – Kualitas material yang tidak baik, akan mudah rusak baik dalam proses transportasi, handling, fabrikasi, hingga pemasangan. Kerusakan-kerusakan tersebut tentu akan membuat waste material akan menjadi lebih besar yang harus dipertimbangkan dalam penentuan / pemilihan kualitas material.
  3. Pencurian oleh oknum internal dan atau eksternal – Faktor ini cukup sering terjadi pada material dengan nilai ekonomi tinggi seperti besi tulangan, baja profil, pipa, dan kusen aluminium.
  4. Design yang tidak optimal – Waste material juga sangat ditentukan oleh kualitas design. Contoh pada design tertentu, waste besi tulangan bisa 7% dan pada design yang lebih optimal, waste dapat turun hingga 3-4%. Ini tanpa memasukkan faktor waste lainnya.
  5. Kesalahan pemasangan material / reject – Contoh untuk ini adalah kesalahan pekerjaan kolom dimana kolom yang telah tercor terpaksa harus dibongkar. Maka tulangan yang ada pada kolom tersebut tidak bisa digunakan kembali
  6. Tidak optimalnya menentukan pola pemotongan material – Umumnya material konstruksi dibuat oleh pabrik dengan ukuran standart. Pola pemotongan tertentu akan menghasilkan sisa (waste) tertentu. Jika pola pemotongan tidak direncanakan dengan baik, maka waste sisa akan cukup besar
  7. Kesalahan pemotongan dimana hasil potongan tidak sesuai kebutuhan gambar – Faktor ini umumnya disebabkan oleh masalah komunikasi dan faktor human error. Pemotongan yang keliru, maka umumnya material tersebut tidak dapat digunakan di lapangan.
Sisa (Waste Material Konstruksi)

Seringkali nilai waste material aktual hanya diketahui saat finalisasi biaya proyek. Dimana ditemukan nilai yang diluar dugaan. Hal ini karena telah terjadi kombinasi faktor2 penyebab waste material yang tidak diketahui sebelumnya dan telah berubah menjadi hidden cost. Sebagai contoh, suatu proyek umumnya mencadangkan nilai waste besi tulangan sekitar 5%. Namun di akhir proyek ditemukan nilai waste mencapai 9%. Over 4% pada contoh tersebut adalah kombinasi atas berbagai faktor.

Dengan memperhatikan bahwa biaya material pada proyek merupakan biaya pareto, maka peran over-waste akan berkontribusi besar dalam kinerja biaya proyek. Untuk itu perlu dilakukan strategi-strategi dalam mengatasi over-waste tersebut. Berikut ini adalah sharing beberapa strategi berdasarkan pengalaman selama mengerjakan proyek konstruksi :

  1. Identifikasi dan fokus pengendalian waste material pada nilai material yang pareto – Hal ini dikeranakan banyaknya jenis material yang digunakan di proyek. Fokus pada pareto akan membantu kualitas pengendalian yang lebih baik.
  2. Pemesanan material bertahap – Pemesanan material yang bertahap akan membantu span of control pengawasan atas material sehingga lebih manageable. Material dalam jumlah besar juga akan cenderung membentuk sikap boros.
  3. Review periodik – Dilakukan sebagai early warning system terutama atas adanya penyimpangan target waste dan identifikasi faktor waste lebih awal untuk diatasi serta antisipasi keterlambatan pengiriman material selanjutnya.
  4. Pemasangan CCTV dan alat khusus lain – Pemasangan CCTV diperlukan untuk mengatasi adanya pencurian oleh oknum tertentu yang bisa dari internal maupun eksternal. Penggunaan alat lain yang lebih canggih seperti Load Scanner akan lebih baik
  5. Policy khusus anti pemborosan dan anti penyuapan – Masalah waste material bukan hanya masalah teknis, namun juga manajerial. Perlu adanya policy tingkat proyek yang memastikan tidak adanya pemborosan material dan penyuapan. Sebagai contoh, adanya policy insentif jika waste material besi tulangan < target dan sanksi berat jika terbukti terlibat penyuapan.
  6. Penggunaan software bantu optimalisasi waste material – Saat ini telah ada beberapa software yang mampu menekan tingkat waste material pada aspek penentuan pola pemotongan dan juga fitur waste management. Contohnya Optiwaste yang dikembangkan oleh PTPP dantelah digunakan oleh seluruh proyek.
  7. Menggunakan kualitas material yang baik – Ini merupakan suatu hal yang sudah seharusnya untuk mengurangi tingkat kerusakan dan meningkatkan penerimaan kualitas hasil pekerjaan oleh pemilik proyek
  8. Melakukan optimalisasi design – Optimalisasi ini dilakukan khusus untuk mengurangi tingkat waste material. Contoh penggunaan 3 jenis diameter tulangan utama balok struktur diganti dengan 2 jenis diameter. Hal ini karena penggunaan lebih sedikit jenis diameter tulangan akan mengurangi tingkat waste tulangan.
  9. Meningkatkan kualitas pengawasan pada proses pemotongan dan install – Hal ini akan menekan tingkat kesalahan pada proses pemotongan dan install material tersebut yang pada akhirnya akan menurunkan tingkat waste material proyek.
  10. Memaksimalkan penggunaan kembali waste material yang ada – Umumnya waste material konstruksi dapat digunakan kembali baik untuk pekerjaan utama maupun pekerjaan sementara. Penggunaan kembali akan secara signifikan menurunkan tingkat waste material. Contoh adalah penggunaan sisa besi tulangan untuk digunakan sebagai kolom praktis, keranjang material / sampah, penggunaan sisa kusen sebagai alat bantu jidar, penggunaan sisa pipa untuk tempat material kecil (paku, dll) atau pot tanaman penghijauan kantor proyek, dll

Software Optiwaste V2 Hasil Pengembangan oleh PTPP

Semoga informasi atas penyebab dan rekomendasi strategi menekan tingkat waste material di atas dapat membantu meningkatkan kinerja biaya proyek konstruksi.

Untuk konsultasi Project Management, klik Konsultasi. Untuk melihat lengkap seluruh judul artikel, klik Table of Content

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code