Mengukur Kompleksitas Proyek Ala Robert Joker

Tiap proyek itu unik dan karenanya memiliki kompleksitas yang berbeda-beda. Mengetahui tingkat kompleksitas proyek akan berguna dalam memahami bagaimana proyek akan dikelola. Pertanyaannya adalah bagaimana cara mengukurnya. Banyak referensi yang mengajukan parameter ukur untuk mengukur kompleksitas proyek. Di sini diusulkan suatu pendekatan yang dirasa cukup mudah.

 

Kompleksitas merupakan bagian dari proyek. Sama halnya seperti risiko dan yang lainnya. Seberapa penting memahami kompleksitas itu? Gambaran mudah untuk memahami kompleksitas ini, jika orang bilang “proyeknya rumit setengah mati” atau “proyeknya ribet…”.  Tidak sulit memahami arti kompleksitas. Yang sulit adalah apa saja parameternya dan bagaimana mengukurnya. Ini masih banyak versi. Tapi apa yang akan disampaikan dalam tulisan ini dinilai telah cukup mewakili.

Rumit atau ribet itu tentu punya nilai tertentu. Misalnya agar rumit, rumit, rumit sekali atau bahkan sangat rumit sekali. Lalu apa kriteria menentukan tingkat rumit itu?. Di sini akan diperkenalkan acuan Robert Joker. Kompleksitas ditentukan oleh 16 parameter yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

 

Uncertainty / Risk

  1. Informasi, adalah besarnya risiko yang timbul dan mungkin harus ditanggung oleh proyek tergantung dari ketersediaan dan mutu informasi yang digunakan untuk menyusun rencana kerja dan anggaran proyek
  2. Experience, adalah besarnya risiko yang harus ditanggung proyek juga tergantung dari pengalaman perusahaan dalam melaksanakan proyek yang sejenis
  3. Lokasi proyek. Jenis dan sifat alamiah dari proyek juga mempengaruhi resiko yang mungkin terjadi misalnya lingkungan alam dan lokasinya, apakah dekat dengan sumber tenaga kerja dan material serta equipment, jauh dekatnya dukungan kantor pusat akan mempengaruhi pula besarnya resiko yang mungkin kan ditanggung oleh proyek.

Technology

  1. Level of Technology. Tingkat kesulitan proyek tergantung dari teknologi yang akan di terapkan apakah sederhana, standard, atau termasuk teknologi tinggi dan canggih.
  2. Age of Technology. Umur suatu teknologi di masyarakat turut menentukan tingkat kesulitan proyek, bila teknologi itu sudah umum di terapkan (proven technology) dan memasyarakat, maka tingkat kesulitannya relatif kecil, bila baru di kembangkan (new technology) dan belum banyak di kenal di anggap tingkat kerumitan lebih besar.

Complexity

  1. Number of process involved. Berapa jenis proses teknologi dan di supply oleh berapa pemilik teknologi yang terlibat dalam menunjang proses utamanya.
  2. Scope of Project. Cakupan ruang lingkup proyek yang akan dilaksanakan sesuai kontrak.
  3. Duration. Jangka waktu pelaksanaan akan menentukan tingkat ekonomis dari penugasan sumber daya untuk proyek, makin lama maka makin banyak diperlukan penggunaan sumber daya dan team yang khusus.

Size

  1. Number of total manhour involved of magnitude cost. Ukuran besarnya sebuah proyek dapat di tentukan jumlah manhours yang akan di pakai untuk menyelesaikan proyek.

Important

  1. Relative of objective of the owner. Dampak terhadap proses produksi dari fasilitas yang sedang dibangun. Proses utama, proses penunjang yang tanpa cadangan, prasarana yang mutlak harus tersedia untuk memulai produkdi menduduki peranan yang sangat penting.
  2. Relative to objective of the company. Proyek – proyek untuk menembus pasar, bidang usaha utama adn proyek – proyek dengan penerapan barrier strategy menjadi proyek yang penting bagi proyek.

Interdependency

  1. Interdependency intern. Ketergantungan urutan penyelesaian kegiatan di antara organisasi pelaksana di dalam proyek.
  2. Interdepency extern. Participant involved. Jumlah badan atau prganisasi peserta dalam pelaksanaan proyek akan mempengaruhi tingkat kerumitan dan perlunya suatu sistim koordinasi yang tanggung dan handal dari pimpinan proyek.

Criticality

  1. Time criticality. Number of sequential activity and duration relative to final completion.
  2. Resource criticality. Scarcity important / specialist resources.
    Pecentage of Import material.

Differentiation

  1. Differentation. Differentation requried of function performing activity

 

Parameter di atas lalu dinilai dengan cara memberikan bobot pada tiap parameter. Bobot yang diberikan adalah berdasarkan pendekatan berdasarkan pengalaman. Kemudian masing-masing parameter dinilai tingkatnya. Nilai berdasarkan kondisi proyek yang bersangkutan. Nilai  dapat dengan skala 10 atau 100. Tingkat kompleksitas tiap parameter didapat dengan mengalikan antara bobot dan nilai. Untuk mendapatkan tingkat bobot secara keseluruhan proyek, adalah dengan menjumlahkan tingkat kompleksitas yang disumbangkan oleh masing-masing parameter.

Adapun tabel yang dapat dijadikan contoh ditampilkan pada tabel di bawah ini:

 

Tabel Contoh Menilai Kompleksitas Proyek

No Klarifikasi Proyek Bobot (W) Nilai (V) Total (WxV)
1 Information 4
2 Experience 8
3 Project Location 5
4 Level of Technology 2
5 Age of Technology 2
6 Number of Process Involved 6
7 Scope of Project 11
8 Duration 10
9 Number of total manhour involved of magnitude cost 15
10 Relative of objective of owner 7
11 Relative to objective of company 7
12 Interdependency intern 6
13 Interdependency extern 4
14 Time Criticality 6
15 Resource criticality 4
16 Differentiation 4
Total 100

(Referensi Bahan Kuliah Manajemen Proyek Internasional, Magister Manajemen Proyek, UI, Salemba)

 

(Untuk berdiskusi dan konsultasi terkait permasalahan Project Management yang sedang dihadapi, silahkan klik – Konsultasi Untuk melihat lengkap seluruh judul posting, silahkan klik – Table of Content.)
Did you like this? Share it:
This entry was posted in Manajemen Proyek and tagged , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Mengukur Kompleksitas Proyek Ala Robert Joker

  1. sandhy says:

    Maaf pak bisa minta referensi literatur yang di tulis oleh robert joker?? Saya emerlukannya untuk penelitian. Terima kasih sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>